alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sediakan Paket Percepatan Pembelajaran Bagi Siswa Terdampak APG Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru lebih fleksibel. Sebab, kondisi di sejumlah kawasan terdampak berbeda-beda. Karenanya, pembelajaran diharapkan menyesuaikan kondisi yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, sejumlah bangunan satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD) rusak. Akibatnya pembelajaran dialihkan ke tenda-tenda darurat. Salah satunya tenda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 03, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Pembelajaran tetap diberikan. Lebih lanjut, dinas menyediakan paket percepatan pembelajaran bagi siswa yang tertinggal sejumlah materi pembelajaran.

“Kami memang menyediakan pembelajaran tambahan bagi siswa yang tertinggal. Karena bagaimanapun mereka memiliki hak yang sama untuk belajar. Maka, kewajiban kami untuk memfasilitasi itu. Bagi kami, pantang anak tidak mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, sekarang kami sedang menyiapkan modul bagi siswa-siswa yang sempat tidak mengikuti pembelajaran dalam beberapa waktu terakhir ini,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, modul yang disusun tersebut bakal selesai dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, setelah modul diuji coba, pembelajaran bagi siswa tertinggal dapat segera diwujudkan. Menurutnya, hal penting saat ini adalah mendorong agar anak-anak semangat sekolah lagi.

Di sisi lain, jumlah siswa terdampak yang mengungsi di luar cukup banyak. Rerata, mereka mengungsi di rumah keluarga yang jauh dari kawasan rawan Gunung Semeru. Seperti di Pasirian hingga Lumajang kota. Praktis, mereka tidak bisa belajar di sekolah yang sama lagi. Oleh karena itu, Dindik membebaskan siswa memilih sekolah yang diinginkan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru lebih fleksibel. Sebab, kondisi di sejumlah kawasan terdampak berbeda-beda. Karenanya, pembelajaran diharapkan menyesuaikan kondisi yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, sejumlah bangunan satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD) rusak. Akibatnya pembelajaran dialihkan ke tenda-tenda darurat. Salah satunya tenda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 03, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Pembelajaran tetap diberikan. Lebih lanjut, dinas menyediakan paket percepatan pembelajaran bagi siswa yang tertinggal sejumlah materi pembelajaran.

“Kami memang menyediakan pembelajaran tambahan bagi siswa yang tertinggal. Karena bagaimanapun mereka memiliki hak yang sama untuk belajar. Maka, kewajiban kami untuk memfasilitasi itu. Bagi kami, pantang anak tidak mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, sekarang kami sedang menyiapkan modul bagi siswa-siswa yang sempat tidak mengikuti pembelajaran dalam beberapa waktu terakhir ini,” katanya.

Dia menjelaskan, modul yang disusun tersebut bakal selesai dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, setelah modul diuji coba, pembelajaran bagi siswa tertinggal dapat segera diwujudkan. Menurutnya, hal penting saat ini adalah mendorong agar anak-anak semangat sekolah lagi.

Di sisi lain, jumlah siswa terdampak yang mengungsi di luar cukup banyak. Rerata, mereka mengungsi di rumah keluarga yang jauh dari kawasan rawan Gunung Semeru. Seperti di Pasirian hingga Lumajang kota. Praktis, mereka tidak bisa belajar di sekolah yang sama lagi. Oleh karena itu, Dindik membebaskan siswa memilih sekolah yang diinginkan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru lebih fleksibel. Sebab, kondisi di sejumlah kawasan terdampak berbeda-beda. Karenanya, pembelajaran diharapkan menyesuaikan kondisi yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim mengungkapkan, sejumlah bangunan satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD) rusak. Akibatnya pembelajaran dialihkan ke tenda-tenda darurat. Salah satunya tenda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 03, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Pembelajaran tetap diberikan. Lebih lanjut, dinas menyediakan paket percepatan pembelajaran bagi siswa yang tertinggal sejumlah materi pembelajaran.

“Kami memang menyediakan pembelajaran tambahan bagi siswa yang tertinggal. Karena bagaimanapun mereka memiliki hak yang sama untuk belajar. Maka, kewajiban kami untuk memfasilitasi itu. Bagi kami, pantang anak tidak mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, sekarang kami sedang menyiapkan modul bagi siswa-siswa yang sempat tidak mengikuti pembelajaran dalam beberapa waktu terakhir ini,” katanya.

Dia menjelaskan, modul yang disusun tersebut bakal selesai dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, setelah modul diuji coba, pembelajaran bagi siswa tertinggal dapat segera diwujudkan. Menurutnya, hal penting saat ini adalah mendorong agar anak-anak semangat sekolah lagi.

Di sisi lain, jumlah siswa terdampak yang mengungsi di luar cukup banyak. Rerata, mereka mengungsi di rumah keluarga yang jauh dari kawasan rawan Gunung Semeru. Seperti di Pasirian hingga Lumajang kota. Praktis, mereka tidak bisa belajar di sekolah yang sama lagi. Oleh karena itu, Dindik membebaskan siswa memilih sekolah yang diinginkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/