alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dam Sumberlangsep Putus, Bantuan Disalurkan Estafet

Bumbu Dapur Jadi Kebutuhan Mendesak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya Dam Sumberlangsep, Desa Jugosari, menyebabkan Dusun Sumberlangsep terisolasi, beberapa hari terakhir. Sebab, dam tersebut merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumber Kajar, desa setempat. Alhasil, bantuan tidak bisa diberikan secara masif dan lancar. Sebab, jalur hanya bisa dilalui roda dua.

Koordinator Bantuan Dusun Sumberlangsep Nur Fitri mengungkapkan, kendaraan roda empat tidak bisa mendistribusikan bantuan secara langsung. Mobil para donatur yang membawa bantuan terpaksa terparkir di sisi timur Kali Regoyo. Sehingga warga berbondong-bondong membentuk barisan memanjang agar bantuan sampai di sisi barat menuju Dusun Sumberlangsep.

“Saat ada bantuan, saya langsung memberi tahu warga datang ke sungai. Karena roda empat tidak bisa lewat. Jadi, secara sukarela warga langsung ke sungai dan membentuk barisan. Bantuan disalurkan secara estafet dari sisi timur ke barat sungai,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fitri menuturkan, sebagian besar jenis bantuan yang diberikan berupa paket beras, minyak, gula, kecap, dan uang. Meski demikian, peralatan sekolah seperti tas dan alat tulis juga disalurkan donatur. Namun, jumlahnya sedikit. Sementara, kebutuhan paling mendesak adalah sayur dan bumbu dapur. “Kalau ada bantuan, ya, dibagi rata. Biasanya bantuan sudah dipaketkan sebanyak 125. Tetapi, kalau jumlahnya tidak mencapai itu, ya, kami bongkar dan bagi rata agar semua warga juga dapat,” tuturnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya Dam Sumberlangsep, Desa Jugosari, menyebabkan Dusun Sumberlangsep terisolasi, beberapa hari terakhir. Sebab, dam tersebut merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumber Kajar, desa setempat. Alhasil, bantuan tidak bisa diberikan secara masif dan lancar. Sebab, jalur hanya bisa dilalui roda dua.

Koordinator Bantuan Dusun Sumberlangsep Nur Fitri mengungkapkan, kendaraan roda empat tidak bisa mendistribusikan bantuan secara langsung. Mobil para donatur yang membawa bantuan terpaksa terparkir di sisi timur Kali Regoyo. Sehingga warga berbondong-bondong membentuk barisan memanjang agar bantuan sampai di sisi barat menuju Dusun Sumberlangsep.

“Saat ada bantuan, saya langsung memberi tahu warga datang ke sungai. Karena roda empat tidak bisa lewat. Jadi, secara sukarela warga langsung ke sungai dan membentuk barisan. Bantuan disalurkan secara estafet dari sisi timur ke barat sungai,” ungkapnya.

Fitri menuturkan, sebagian besar jenis bantuan yang diberikan berupa paket beras, minyak, gula, kecap, dan uang. Meski demikian, peralatan sekolah seperti tas dan alat tulis juga disalurkan donatur. Namun, jumlahnya sedikit. Sementara, kebutuhan paling mendesak adalah sayur dan bumbu dapur. “Kalau ada bantuan, ya, dibagi rata. Biasanya bantuan sudah dipaketkan sebanyak 125. Tetapi, kalau jumlahnya tidak mencapai itu, ya, kami bongkar dan bagi rata agar semua warga juga dapat,” tuturnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya Dam Sumberlangsep, Desa Jugosari, menyebabkan Dusun Sumberlangsep terisolasi, beberapa hari terakhir. Sebab, dam tersebut merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumber Kajar, desa setempat. Alhasil, bantuan tidak bisa diberikan secara masif dan lancar. Sebab, jalur hanya bisa dilalui roda dua.

Koordinator Bantuan Dusun Sumberlangsep Nur Fitri mengungkapkan, kendaraan roda empat tidak bisa mendistribusikan bantuan secara langsung. Mobil para donatur yang membawa bantuan terpaksa terparkir di sisi timur Kali Regoyo. Sehingga warga berbondong-bondong membentuk barisan memanjang agar bantuan sampai di sisi barat menuju Dusun Sumberlangsep.

“Saat ada bantuan, saya langsung memberi tahu warga datang ke sungai. Karena roda empat tidak bisa lewat. Jadi, secara sukarela warga langsung ke sungai dan membentuk barisan. Bantuan disalurkan secara estafet dari sisi timur ke barat sungai,” ungkapnya.

Fitri menuturkan, sebagian besar jenis bantuan yang diberikan berupa paket beras, minyak, gula, kecap, dan uang. Meski demikian, peralatan sekolah seperti tas dan alat tulis juga disalurkan donatur. Namun, jumlahnya sedikit. Sementara, kebutuhan paling mendesak adalah sayur dan bumbu dapur. “Kalau ada bantuan, ya, dibagi rata. Biasanya bantuan sudah dipaketkan sebanyak 125. Tetapi, kalau jumlahnya tidak mencapai itu, ya, kami bongkar dan bagi rata agar semua warga juga dapat,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/