alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Tatap Muka Diserahkan Sekolah

PSB atau Gusam, Sekolah Minta Izin Wali Murid

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dilema dunia pendidikan di tengah pandemi kali ini disikapi beragam. Ada yang berani menggelar tatap muka, ada juga yang memilih program Guru Sambang (Gusam) dan Program Sinau Bareng (PSB). Dinas Pendidikan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah masing-masing.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 420 Tahun 2020, semua zona di Jawa Timur diperbolehkan mengadakan pembelajaran tatap muka. Meskipun diperbolehkan, protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Drs Suryadi mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan menerapkan pembelajaran tatap muka. Dia memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih metode yang tepat. Sebab, kondisi di setiap sekolah berbeda-beda. “Yang lebih tahu kondisinya adalah sekolah masing-masing,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suryadi menjelaskan, sejak November 2020, pihaknya memiliki Program Sinau Bareng (PSB). Program ini merupakan alternatif bagi sekolah. PSB bisa dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain PSB, Dindik juga memiliki program Guru Sambang (Gusam).

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dilema dunia pendidikan di tengah pandemi kali ini disikapi beragam. Ada yang berani menggelar tatap muka, ada juga yang memilih program Guru Sambang (Gusam) dan Program Sinau Bareng (PSB). Dinas Pendidikan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah masing-masing.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 420 Tahun 2020, semua zona di Jawa Timur diperbolehkan mengadakan pembelajaran tatap muka. Meskipun diperbolehkan, protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Drs Suryadi mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan menerapkan pembelajaran tatap muka. Dia memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih metode yang tepat. Sebab, kondisi di setiap sekolah berbeda-beda. “Yang lebih tahu kondisinya adalah sekolah masing-masing,” katanya.

Suryadi menjelaskan, sejak November 2020, pihaknya memiliki Program Sinau Bareng (PSB). Program ini merupakan alternatif bagi sekolah. PSB bisa dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain PSB, Dindik juga memiliki program Guru Sambang (Gusam).

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dilema dunia pendidikan di tengah pandemi kali ini disikapi beragam. Ada yang berani menggelar tatap muka, ada juga yang memilih program Guru Sambang (Gusam) dan Program Sinau Bareng (PSB). Dinas Pendidikan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah masing-masing.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 420 Tahun 2020, semua zona di Jawa Timur diperbolehkan mengadakan pembelajaran tatap muka. Meskipun diperbolehkan, protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang Drs Suryadi mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan menerapkan pembelajaran tatap muka. Dia memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih metode yang tepat. Sebab, kondisi di setiap sekolah berbeda-beda. “Yang lebih tahu kondisinya adalah sekolah masing-masing,” katanya.

Suryadi menjelaskan, sejak November 2020, pihaknya memiliki Program Sinau Bareng (PSB). Program ini merupakan alternatif bagi sekolah. PSB bisa dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain PSB, Dindik juga memiliki program Guru Sambang (Gusam).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/