alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Sering Digoda Emak-Emak Supaya Harganya Turun

Meski sebagai pedagang mlijo, tidak perlu merasa mati gaya. Justru sebaliknya. Karena tidak terikat instansi, boleh menunjukkan kreasinya. Salah satunya dengan mengenakan kostum resmi ala kantoran hingga mengenakan dasi.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap pagi, Yasep Rahmat Wahyudi selalu mengunjungi perumahan di kawasan Sukodono. Paling banyak adalah di kawasan Desa Karangsari. Lelaki 20 tahun tersebut datang dengan berkeliling perumahan mengenakan kostum resmi layaknya pegawai perkantoran. Dasinya juga tidak lupa selalu terpasang rapi menggantung.

Sepintas, gaya itu adalah untuk karyawan di perkantoran. Namun, Wahyu, sapaan akrab lelaki 20 tahun itu malah menjadi pedagang mlijo. Sehari-harinya dia berkeliling ke perumahan dengan membawa obrok di jok belakang sepeda motornya.

Wahyu mengaku sudah 6 tahun berjualan. Namun, baru 3 tahun terakhir memilih gaya nyentrik ala perlente. Lelaki asal Dusun Sidosari, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, ini hampir setiap pagi menjajakan barang kebutuhan pokok. Berkeliling mengitari desa menggunakan sepeda motor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga yang hafal dengan gaya Wahyu tersebut sekarang sudah biasa. Awalnya sempat kaget, tapi sekarang ibu-ibu langsung senang hati mengerubungi. “Awalnya, mereka senyum-senyum, lalu membeli. Ya sudah biasa digoda seperti itu,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap pagi, Yasep Rahmat Wahyudi selalu mengunjungi perumahan di kawasan Sukodono. Paling banyak adalah di kawasan Desa Karangsari. Lelaki 20 tahun tersebut datang dengan berkeliling perumahan mengenakan kostum resmi layaknya pegawai perkantoran. Dasinya juga tidak lupa selalu terpasang rapi menggantung.

Sepintas, gaya itu adalah untuk karyawan di perkantoran. Namun, Wahyu, sapaan akrab lelaki 20 tahun itu malah menjadi pedagang mlijo. Sehari-harinya dia berkeliling ke perumahan dengan membawa obrok di jok belakang sepeda motornya.

Wahyu mengaku sudah 6 tahun berjualan. Namun, baru 3 tahun terakhir memilih gaya nyentrik ala perlente. Lelaki asal Dusun Sidosari, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, ini hampir setiap pagi menjajakan barang kebutuhan pokok. Berkeliling mengitari desa menggunakan sepeda motor.

Warga yang hafal dengan gaya Wahyu tersebut sekarang sudah biasa. Awalnya sempat kaget, tapi sekarang ibu-ibu langsung senang hati mengerubungi. “Awalnya, mereka senyum-senyum, lalu membeli. Ya sudah biasa digoda seperti itu,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap pagi, Yasep Rahmat Wahyudi selalu mengunjungi perumahan di kawasan Sukodono. Paling banyak adalah di kawasan Desa Karangsari. Lelaki 20 tahun tersebut datang dengan berkeliling perumahan mengenakan kostum resmi layaknya pegawai perkantoran. Dasinya juga tidak lupa selalu terpasang rapi menggantung.

Sepintas, gaya itu adalah untuk karyawan di perkantoran. Namun, Wahyu, sapaan akrab lelaki 20 tahun itu malah menjadi pedagang mlijo. Sehari-harinya dia berkeliling ke perumahan dengan membawa obrok di jok belakang sepeda motornya.

Wahyu mengaku sudah 6 tahun berjualan. Namun, baru 3 tahun terakhir memilih gaya nyentrik ala perlente. Lelaki asal Dusun Sidosari, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, ini hampir setiap pagi menjajakan barang kebutuhan pokok. Berkeliling mengitari desa menggunakan sepeda motor.

Warga yang hafal dengan gaya Wahyu tersebut sekarang sudah biasa. Awalnya sempat kaget, tapi sekarang ibu-ibu langsung senang hati mengerubungi. “Awalnya, mereka senyum-senyum, lalu membeli. Ya sudah biasa digoda seperti itu,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/