alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Serapan Hanya Sepertiga dari Produksi

Surplus Beras Tahun Ini Mencapai 169.769 Ton Beras

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai kawasan lumbung beras terbesar di Jawa Timur, tahun ini Lumajang tidak perlu khawatir. Sebab, ketersediaan beras cukup melimpah. Dari produksi 266 ribu ton, ternyata hanya sepertiga yang dikonsumsi. Karena itu, ketersediaan sangat aman untuk enam bulan ke depan.

Secara umum, hasil panen padi tergolong surplus. Namun, perusahaan penggiling beras kesulitan untuk menjual beras ke masyarakat. Sebab, di masa sekarang ini masyarakat mendapat beras dari bantuan pemerintah seperti bantuan sosial (bansos).

Joko Winarno, Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lumajang, menyampaikan bahwa serapan konsumsi beras masyarakat menurun. Dari 266.205 ton beras, masyarakat hanya mengonsumsi 96.436 ton. “Artinya, hanya sepertiga saja yang dikonsumsi,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, persediaan beras sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Namun, perusahaan penggiling gabah juga memasok dari luar daerah. Sebab, alat penggiling gabah Lumajang sangat memadai. Sehingga perusahaan dapat memanfaatkan limbah gabah untuk dijual kembali.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai kawasan lumbung beras terbesar di Jawa Timur, tahun ini Lumajang tidak perlu khawatir. Sebab, ketersediaan beras cukup melimpah. Dari produksi 266 ribu ton, ternyata hanya sepertiga yang dikonsumsi. Karena itu, ketersediaan sangat aman untuk enam bulan ke depan.

Secara umum, hasil panen padi tergolong surplus. Namun, perusahaan penggiling beras kesulitan untuk menjual beras ke masyarakat. Sebab, di masa sekarang ini masyarakat mendapat beras dari bantuan pemerintah seperti bantuan sosial (bansos).

Joko Winarno, Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lumajang, menyampaikan bahwa serapan konsumsi beras masyarakat menurun. Dari 266.205 ton beras, masyarakat hanya mengonsumsi 96.436 ton. “Artinya, hanya sepertiga saja yang dikonsumsi,” ujarnya.

Dia mengatakan, persediaan beras sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Namun, perusahaan penggiling gabah juga memasok dari luar daerah. Sebab, alat penggiling gabah Lumajang sangat memadai. Sehingga perusahaan dapat memanfaatkan limbah gabah untuk dijual kembali.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai kawasan lumbung beras terbesar di Jawa Timur, tahun ini Lumajang tidak perlu khawatir. Sebab, ketersediaan beras cukup melimpah. Dari produksi 266 ribu ton, ternyata hanya sepertiga yang dikonsumsi. Karena itu, ketersediaan sangat aman untuk enam bulan ke depan.

Secara umum, hasil panen padi tergolong surplus. Namun, perusahaan penggiling beras kesulitan untuk menjual beras ke masyarakat. Sebab, di masa sekarang ini masyarakat mendapat beras dari bantuan pemerintah seperti bantuan sosial (bansos).

Joko Winarno, Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lumajang, menyampaikan bahwa serapan konsumsi beras masyarakat menurun. Dari 266.205 ton beras, masyarakat hanya mengonsumsi 96.436 ton. “Artinya, hanya sepertiga saja yang dikonsumsi,” ujarnya.

Dia mengatakan, persediaan beras sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Namun, perusahaan penggiling gabah juga memasok dari luar daerah. Sebab, alat penggiling gabah Lumajang sangat memadai. Sehingga perusahaan dapat memanfaatkan limbah gabah untuk dijual kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/