alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Anggarannya Habis, Jembatan Tidak Ada

Terkait Tersangka Sunandar, Inspektorat Koordinasi dengan Bappeda

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penetapan dan penahanan Sunandar, mantan kades Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, sudah dilakukan. Berkas pelimpahannya ke kejaksaan masih diproses. Tersangka diduga menyalahgunakan anggaran proyek yang secara fisik tidak ada.

Satreskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lumajang berhasil mengamankan tersangka kasus tindakan korupsi. Tersangka merupakan mantan kepala Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, yang diduga menyalahgunakan program pembangunan jembatan beton.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Lumajang Ipda Muljoko menyatakan, tersangka telah dinyatakan melakukan penyelewengan anggaran pembangunan. Anggaran yang diduga dikorupsi tersebut adalah anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2019. Bangunan yang direncanakan berupa jembatan. “Namun jembatannya sampai sekarang tidak ada,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia juga menyatakan, tersangka sekarang telah ditahan di Mapolres Lumajang. Total kerugian negara akibat kasus korupsi tersebut sebanyak Rp 175 juta. Barang bukti sitaannya satu bundel fotokopi proposal pengajuan pembangunan jembatan, satu bundel fotokopi rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan jembatan beton, satu bundel SK surat pencairan dana, dan satu bundel laporan hasil pemeriksaan negara.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penetapan dan penahanan Sunandar, mantan kades Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, sudah dilakukan. Berkas pelimpahannya ke kejaksaan masih diproses. Tersangka diduga menyalahgunakan anggaran proyek yang secara fisik tidak ada.

Satreskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lumajang berhasil mengamankan tersangka kasus tindakan korupsi. Tersangka merupakan mantan kepala Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, yang diduga menyalahgunakan program pembangunan jembatan beton.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Lumajang Ipda Muljoko menyatakan, tersangka telah dinyatakan melakukan penyelewengan anggaran pembangunan. Anggaran yang diduga dikorupsi tersebut adalah anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2019. Bangunan yang direncanakan berupa jembatan. “Namun jembatannya sampai sekarang tidak ada,” ucapnya.

Dia juga menyatakan, tersangka sekarang telah ditahan di Mapolres Lumajang. Total kerugian negara akibat kasus korupsi tersebut sebanyak Rp 175 juta. Barang bukti sitaannya satu bundel fotokopi proposal pengajuan pembangunan jembatan, satu bundel fotokopi rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan jembatan beton, satu bundel SK surat pencairan dana, dan satu bundel laporan hasil pemeriksaan negara.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penetapan dan penahanan Sunandar, mantan kades Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, sudah dilakukan. Berkas pelimpahannya ke kejaksaan masih diproses. Tersangka diduga menyalahgunakan anggaran proyek yang secara fisik tidak ada.

Satreskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lumajang berhasil mengamankan tersangka kasus tindakan korupsi. Tersangka merupakan mantan kepala Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, yang diduga menyalahgunakan program pembangunan jembatan beton.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Lumajang Ipda Muljoko menyatakan, tersangka telah dinyatakan melakukan penyelewengan anggaran pembangunan. Anggaran yang diduga dikorupsi tersebut adalah anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2019. Bangunan yang direncanakan berupa jembatan. “Namun jembatannya sampai sekarang tidak ada,” ucapnya.

Dia juga menyatakan, tersangka sekarang telah ditahan di Mapolres Lumajang. Total kerugian negara akibat kasus korupsi tersebut sebanyak Rp 175 juta. Barang bukti sitaannya satu bundel fotokopi proposal pengajuan pembangunan jembatan, satu bundel fotokopi rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan jembatan beton, satu bundel SK surat pencairan dana, dan satu bundel laporan hasil pemeriksaan negara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/