alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

49 Desa Belum Punya BUMDes

Dari 198 Desa, Hanya 83 yang Sudah Lengkap

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tahun 2021, peran desa semakin dimaksimalkan. Utamanya dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyejahterakan masyarakat. Tetapi setelah ditelusuri, tidak sedikit yang belum menyikapi pembentukan badan usaha tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, dari 198 desa, baru ada 49 desa yang masih kosongan. Artinya, mereka tidak segera melakukan musyawarah desa untuk membentuk badan usaha tersebut. Padahal, tahun ini keberadaannya diharapkan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Nanik Indayati menjelaskan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi desa agar merata. Sehingga jenis usahanya bisa bermacam-macam. Tergantung sumber daya serta potensi yang dimiliki.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bentuknya juga bisa berupa badan usaha wisata, usaha simpan pinjam, dan lainnya. “Ada sekitar 8 desa yang mengelola potensi usaha wisata melalui BUMDes. Seperti Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tahun 2021, peran desa semakin dimaksimalkan. Utamanya dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyejahterakan masyarakat. Tetapi setelah ditelusuri, tidak sedikit yang belum menyikapi pembentukan badan usaha tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, dari 198 desa, baru ada 49 desa yang masih kosongan. Artinya, mereka tidak segera melakukan musyawarah desa untuk membentuk badan usaha tersebut. Padahal, tahun ini keberadaannya diharapkan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Nanik Indayati menjelaskan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi desa agar merata. Sehingga jenis usahanya bisa bermacam-macam. Tergantung sumber daya serta potensi yang dimiliki.

Bentuknya juga bisa berupa badan usaha wisata, usaha simpan pinjam, dan lainnya. “Ada sekitar 8 desa yang mengelola potensi usaha wisata melalui BUMDes. Seperti Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki tahun 2021, peran desa semakin dimaksimalkan. Utamanya dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyejahterakan masyarakat. Tetapi setelah ditelusuri, tidak sedikit yang belum menyikapi pembentukan badan usaha tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, dari 198 desa, baru ada 49 desa yang masih kosongan. Artinya, mereka tidak segera melakukan musyawarah desa untuk membentuk badan usaha tersebut. Padahal, tahun ini keberadaannya diharapkan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Nanik Indayati menjelaskan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi desa agar merata. Sehingga jenis usahanya bisa bermacam-macam. Tergantung sumber daya serta potensi yang dimiliki.

Bentuknya juga bisa berupa badan usaha wisata, usaha simpan pinjam, dan lainnya. “Ada sekitar 8 desa yang mengelola potensi usaha wisata melalui BUMDes. Seperti Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/