alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Museum Daerah Lumajang Tambah Koleksi Uang Kuno

Sejak diresmikan enam tahun silam, Museum Daerah Lumajang terus melengkapi koleksi barang-barang bersejarah. Namun, beberapa tahun ini koleksi yang masuk minim. Sampai-sampai dalam setahun ini hanya menambah koleksi uang kuno.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudut-sudut ruang museum daerah nyaris tidak pernah berubah. Koleksi barang bersejarah dalam vitrin atau tempat penyimpan barang di ruang purbakala maupun ruang seni budaya hampir tidak bertambah. Padahal tidak sedikit kolektor yang menawarkan atau berencana menghibahkan barang yang dimilikinya.

Vitrin dalam ruang purbakala hanya menyimpan barang-barang bersejarah macam senjata, keris, koin, manuskrip, relief, pusaka, dan puluhan prasasti. Selanjutnya, di ruang seni budaya hanya tetap menampilkan replikasi pakaian ala lumajangan, alat musik tradisional, wayang krucil, dan koleksi topeng. Termasuk tambahan koleksi topeng Kaliwungu.

Staf Tenaga Teknis Arkeologi Museum Daerah Lumajang Aries Purwantiny mengatakan, pengunjung museum didominasi kalangan pelajar dan orang-orang yang membutuhkan pengetahuan sejarah. Karenanya, sebagai tempat edukasi, informasi dan rekreasi, museum sangat selektif menerima koleksi baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tahun 2020 kami sudah menaruh display koleksi topeng Kaliwungu. Tahun ini kami menerima uang kuno, uang kertas, dan koin. Tapi, masih dalam kajian dan penelitian. Dalam mencari koleksi museum tidak berdasar sembarang orang menghibahkan terus kami terima. Tetapi, kami mencari koleksi yang mewakili Lumajang,” katanya.

Aries melanjutkan, saat ini museum daerah tengah memutuskan baru menerima koleksi uang kertas dan koin. Koleksi uang kertas sebesar sepuluh rupiah dari tahun 1945 dan sepuluh rupiah dari tahun 1960. Berikutnya, uang kertas sebesar dua setengah rupiah yang dikeluarkan tahun 1964.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudut-sudut ruang museum daerah nyaris tidak pernah berubah. Koleksi barang bersejarah dalam vitrin atau tempat penyimpan barang di ruang purbakala maupun ruang seni budaya hampir tidak bertambah. Padahal tidak sedikit kolektor yang menawarkan atau berencana menghibahkan barang yang dimilikinya.

Vitrin dalam ruang purbakala hanya menyimpan barang-barang bersejarah macam senjata, keris, koin, manuskrip, relief, pusaka, dan puluhan prasasti. Selanjutnya, di ruang seni budaya hanya tetap menampilkan replikasi pakaian ala lumajangan, alat musik tradisional, wayang krucil, dan koleksi topeng. Termasuk tambahan koleksi topeng Kaliwungu.

Staf Tenaga Teknis Arkeologi Museum Daerah Lumajang Aries Purwantiny mengatakan, pengunjung museum didominasi kalangan pelajar dan orang-orang yang membutuhkan pengetahuan sejarah. Karenanya, sebagai tempat edukasi, informasi dan rekreasi, museum sangat selektif menerima koleksi baru.

“Tahun 2020 kami sudah menaruh display koleksi topeng Kaliwungu. Tahun ini kami menerima uang kuno, uang kertas, dan koin. Tapi, masih dalam kajian dan penelitian. Dalam mencari koleksi museum tidak berdasar sembarang orang menghibahkan terus kami terima. Tetapi, kami mencari koleksi yang mewakili Lumajang,” katanya.

Aries melanjutkan, saat ini museum daerah tengah memutuskan baru menerima koleksi uang kertas dan koin. Koleksi uang kertas sebesar sepuluh rupiah dari tahun 1945 dan sepuluh rupiah dari tahun 1960. Berikutnya, uang kertas sebesar dua setengah rupiah yang dikeluarkan tahun 1964.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudut-sudut ruang museum daerah nyaris tidak pernah berubah. Koleksi barang bersejarah dalam vitrin atau tempat penyimpan barang di ruang purbakala maupun ruang seni budaya hampir tidak bertambah. Padahal tidak sedikit kolektor yang menawarkan atau berencana menghibahkan barang yang dimilikinya.

Vitrin dalam ruang purbakala hanya menyimpan barang-barang bersejarah macam senjata, keris, koin, manuskrip, relief, pusaka, dan puluhan prasasti. Selanjutnya, di ruang seni budaya hanya tetap menampilkan replikasi pakaian ala lumajangan, alat musik tradisional, wayang krucil, dan koleksi topeng. Termasuk tambahan koleksi topeng Kaliwungu.

Staf Tenaga Teknis Arkeologi Museum Daerah Lumajang Aries Purwantiny mengatakan, pengunjung museum didominasi kalangan pelajar dan orang-orang yang membutuhkan pengetahuan sejarah. Karenanya, sebagai tempat edukasi, informasi dan rekreasi, museum sangat selektif menerima koleksi baru.

“Tahun 2020 kami sudah menaruh display koleksi topeng Kaliwungu. Tahun ini kami menerima uang kuno, uang kertas, dan koin. Tapi, masih dalam kajian dan penelitian. Dalam mencari koleksi museum tidak berdasar sembarang orang menghibahkan terus kami terima. Tetapi, kami mencari koleksi yang mewakili Lumajang,” katanya.

Aries melanjutkan, saat ini museum daerah tengah memutuskan baru menerima koleksi uang kertas dan koin. Koleksi uang kertas sebesar sepuluh rupiah dari tahun 1945 dan sepuluh rupiah dari tahun 1960. Berikutnya, uang kertas sebesar dua setengah rupiah yang dikeluarkan tahun 1964.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/