alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kembalikan Kartu Bantuan Penerima

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDANARUM, Radar Semeru – Penahanan ratusan kartu kesejahteraan sosial (KKS) yang dilakukan pengelola e-warung membuat pemerintah Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh mengambil sikap. Selain mengamankan kartu bersama aparat keamanan, kemarin kartu itu akhirnya dikembalikan pada seluruh penerima bantuan PKH dan BPNT.

Sejak pukul 08.00, warga mengantre di kantor desa setempat. Petugas memanggil satu persatu penerima bantuan sosial yang tertera dalam kartu tersebut. Selain mengembalikan kartu, petugas yang berasal dari kecamatan juga melakukan mengkroscek masing-masing bantuan yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM).

Muhammad Khoir salah satu KPM mengatakan, kurang lebih setahun yang lalu dia menyerahkan kartu itu pada pengelola e-warung. Menurutnya, penyerahan itu bukan inisiatif dirinya sendiri, tetapi diminta langsung oleh pengurus e-warung. Bahkan sempat diancam tidak cair jika kartunya tidak diserahkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Katanya untuk mempermudah pencairan, karena nanti kalau saya bawa sendiri khawatir kartunya hilang. Tetapi pas kartunya diminta katanya tidak boleh. Bahkan mereka sempat bilang kalau nanti dibawa dan terjadi apa-apa alias tidak cair, pihak e-warung tidak akan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Ati’un mengatakan, penyimpanan kartu yang dilakukan pengurus e-warung rawan diselewengkan. Apalagi sebagian besar kartu tersebut terdapat pin di masing-masing kartu. Untuk itu, kartu itu dikembalikan ke penerima dan diminta menyimpan sendiri.

- Advertisement -

PANDANARUM, Radar Semeru – Penahanan ratusan kartu kesejahteraan sosial (KKS) yang dilakukan pengelola e-warung membuat pemerintah Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh mengambil sikap. Selain mengamankan kartu bersama aparat keamanan, kemarin kartu itu akhirnya dikembalikan pada seluruh penerima bantuan PKH dan BPNT.

Sejak pukul 08.00, warga mengantre di kantor desa setempat. Petugas memanggil satu persatu penerima bantuan sosial yang tertera dalam kartu tersebut. Selain mengembalikan kartu, petugas yang berasal dari kecamatan juga melakukan mengkroscek masing-masing bantuan yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM).

Muhammad Khoir salah satu KPM mengatakan, kurang lebih setahun yang lalu dia menyerahkan kartu itu pada pengelola e-warung. Menurutnya, penyerahan itu bukan inisiatif dirinya sendiri, tetapi diminta langsung oleh pengurus e-warung. Bahkan sempat diancam tidak cair jika kartunya tidak diserahkan.

“Katanya untuk mempermudah pencairan, karena nanti kalau saya bawa sendiri khawatir kartunya hilang. Tetapi pas kartunya diminta katanya tidak boleh. Bahkan mereka sempat bilang kalau nanti dibawa dan terjadi apa-apa alias tidak cair, pihak e-warung tidak akan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Ati’un mengatakan, penyimpanan kartu yang dilakukan pengurus e-warung rawan diselewengkan. Apalagi sebagian besar kartu tersebut terdapat pin di masing-masing kartu. Untuk itu, kartu itu dikembalikan ke penerima dan diminta menyimpan sendiri.

PANDANARUM, Radar Semeru – Penahanan ratusan kartu kesejahteraan sosial (KKS) yang dilakukan pengelola e-warung membuat pemerintah Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh mengambil sikap. Selain mengamankan kartu bersama aparat keamanan, kemarin kartu itu akhirnya dikembalikan pada seluruh penerima bantuan PKH dan BPNT.

Sejak pukul 08.00, warga mengantre di kantor desa setempat. Petugas memanggil satu persatu penerima bantuan sosial yang tertera dalam kartu tersebut. Selain mengembalikan kartu, petugas yang berasal dari kecamatan juga melakukan mengkroscek masing-masing bantuan yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM).

Muhammad Khoir salah satu KPM mengatakan, kurang lebih setahun yang lalu dia menyerahkan kartu itu pada pengelola e-warung. Menurutnya, penyerahan itu bukan inisiatif dirinya sendiri, tetapi diminta langsung oleh pengurus e-warung. Bahkan sempat diancam tidak cair jika kartunya tidak diserahkan.

“Katanya untuk mempermudah pencairan, karena nanti kalau saya bawa sendiri khawatir kartunya hilang. Tetapi pas kartunya diminta katanya tidak boleh. Bahkan mereka sempat bilang kalau nanti dibawa dan terjadi apa-apa alias tidak cair, pihak e-warung tidak akan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Ati’un mengatakan, penyimpanan kartu yang dilakukan pengurus e-warung rawan diselewengkan. Apalagi sebagian besar kartu tersebut terdapat pin di masing-masing kartu. Untuk itu, kartu itu dikembalikan ke penerima dan diminta menyimpan sendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/