alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Pasirian Jatuh saat Menebang Pohon

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Laporan pohon tua dan terancam tumbang di samping jalan raya makin banyak. Namun, hal tersebut tidak bisa langsung ditebang. Sebab, penebangan itu ada aturannya. Tidak sembarang orang bisa menebang. Kecuali yang sudah berpengalaman dan dari pihak terkait. Jika hal itu diabaikan, kecelakaan saat menebang bisa saja terjadi.

Seperti kejadian di Jalan Raya Pasirian, akhir pekan kemarin. Sebuah unggahan video dari akun Sufyan Abi ramai dikomentari. Dalam unggahan tersebut terlihat salah satu warga di atas tangga aluminium sedang menebang pohon dengan gergaji mesin. Di luar dugaan, pohon yang ditebang dan jatuh di sebelah sisinya tersebut mengenai tangga. Sehingga tangga menjadi bengkok dan warga yang menebang ikut terjatuh dari tangga.

Kok iso seh, ndak dikirakno rubuhe nang ndi ngeplek e nang endi, kekuatan tarikane sak piro. Roboh pucuk nang endi, tibo bongkot nang ndi, terus kiro-kiro pucuk e bongkot meree opoan terus pindah walik e sak piro (sesuai besar dan beban kayu). Kan kudu diperitungno,” tulis akun Jaka Berkelana yang kesal melihat unggahan video tersebut. Sebab, menurutnya, penebang harus memperhitungkan dan memperhatikan sebelum dan sesudah penebangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, banyak akun berkomentar untuk menghentikan aktivitas tersebut. Sebab, saat penebangan berlangsung, suara lantunan tarkhim terdengar. “Ncen gak krungu azan diterusno ae,” tulis Wahyu Lar Ndableck. Senada dengannya, akun Putra Klana ikut berkomentar. “Seharusnya berhenti bunyikan mesin karena sudah mau masuk panggilan azan,” komentarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Laporan pohon tua dan terancam tumbang di samping jalan raya makin banyak. Namun, hal tersebut tidak bisa langsung ditebang. Sebab, penebangan itu ada aturannya. Tidak sembarang orang bisa menebang. Kecuali yang sudah berpengalaman dan dari pihak terkait. Jika hal itu diabaikan, kecelakaan saat menebang bisa saja terjadi.

Seperti kejadian di Jalan Raya Pasirian, akhir pekan kemarin. Sebuah unggahan video dari akun Sufyan Abi ramai dikomentari. Dalam unggahan tersebut terlihat salah satu warga di atas tangga aluminium sedang menebang pohon dengan gergaji mesin. Di luar dugaan, pohon yang ditebang dan jatuh di sebelah sisinya tersebut mengenai tangga. Sehingga tangga menjadi bengkok dan warga yang menebang ikut terjatuh dari tangga.

Kok iso seh, ndak dikirakno rubuhe nang ndi ngeplek e nang endi, kekuatan tarikane sak piro. Roboh pucuk nang endi, tibo bongkot nang ndi, terus kiro-kiro pucuk e bongkot meree opoan terus pindah walik e sak piro (sesuai besar dan beban kayu). Kan kudu diperitungno,” tulis akun Jaka Berkelana yang kesal melihat unggahan video tersebut. Sebab, menurutnya, penebang harus memperhitungkan dan memperhatikan sebelum dan sesudah penebangan.

Sementara itu, banyak akun berkomentar untuk menghentikan aktivitas tersebut. Sebab, saat penebangan berlangsung, suara lantunan tarkhim terdengar. “Ncen gak krungu azan diterusno ae,” tulis Wahyu Lar Ndableck. Senada dengannya, akun Putra Klana ikut berkomentar. “Seharusnya berhenti bunyikan mesin karena sudah mau masuk panggilan azan,” komentarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Laporan pohon tua dan terancam tumbang di samping jalan raya makin banyak. Namun, hal tersebut tidak bisa langsung ditebang. Sebab, penebangan itu ada aturannya. Tidak sembarang orang bisa menebang. Kecuali yang sudah berpengalaman dan dari pihak terkait. Jika hal itu diabaikan, kecelakaan saat menebang bisa saja terjadi.

Seperti kejadian di Jalan Raya Pasirian, akhir pekan kemarin. Sebuah unggahan video dari akun Sufyan Abi ramai dikomentari. Dalam unggahan tersebut terlihat salah satu warga di atas tangga aluminium sedang menebang pohon dengan gergaji mesin. Di luar dugaan, pohon yang ditebang dan jatuh di sebelah sisinya tersebut mengenai tangga. Sehingga tangga menjadi bengkok dan warga yang menebang ikut terjatuh dari tangga.

Kok iso seh, ndak dikirakno rubuhe nang ndi ngeplek e nang endi, kekuatan tarikane sak piro. Roboh pucuk nang endi, tibo bongkot nang ndi, terus kiro-kiro pucuk e bongkot meree opoan terus pindah walik e sak piro (sesuai besar dan beban kayu). Kan kudu diperitungno,” tulis akun Jaka Berkelana yang kesal melihat unggahan video tersebut. Sebab, menurutnya, penebang harus memperhitungkan dan memperhatikan sebelum dan sesudah penebangan.

Sementara itu, banyak akun berkomentar untuk menghentikan aktivitas tersebut. Sebab, saat penebangan berlangsung, suara lantunan tarkhim terdengar. “Ncen gak krungu azan diterusno ae,” tulis Wahyu Lar Ndableck. Senada dengannya, akun Putra Klana ikut berkomentar. “Seharusnya berhenti bunyikan mesin karena sudah mau masuk panggilan azan,” komentarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/