alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Akhirnya Pembelajaran Tatap Muka di Lumajang Dimulai Besok!

Diawali dengan Kuota 25 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan semua pihak untuk bisa membuka sekolah akhirnya dikabulkan. Pemkab Lumajang berencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap pada hari Rabu nanti. Namun, sebelum itu, Cak Thoriq, sapaan Bupati Lumajang, hari ini bakal mengunjungi beberapa lembaga sekolah.

Rencananya, sesuai jadwal ada beberapa sekolah yang bakal dikunjungi. Kunjungan itu untuk memastikan kesiapan sekolah. Mulai tingkatan TK, SD, hingga SMP. Semua sekolah yang menginginkan menggelar PTM terbatas bertahap harus memperhatikan kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, Lumajang masuk asesmen PPKM level 3. Artinya, seluruh kegiatan rupanya mulai sedikit longgar. Termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk itu, semula direncanakan tatap muka diselenggarakan tanggal 13 September, sekarang dipercepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, seluruh unsur pengawas, penilik, dan koordinator wilayah pendidikan diminta untuk melakukan pengawasan masing-masing sekolah di wilayahnya. “Kami dapat rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, maka kami perlu mempersiapkan pelaksanaan,” katanya.

Diakui, target vaksinasi untuk pelajar tergolong cukup rendah. Dari target 98.498 baru sekitar 12 ribu yang sudah menjalani vaksinasi, itu pun baru dosis pertama. Praktis, baru sekitar 19,4 persen. Sementara, untuk dosis tahap kedua jumlahnya lebih sedikit, hanya sekitar 500 pelajar.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan semua pihak untuk bisa membuka sekolah akhirnya dikabulkan. Pemkab Lumajang berencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap pada hari Rabu nanti. Namun, sebelum itu, Cak Thoriq, sapaan Bupati Lumajang, hari ini bakal mengunjungi beberapa lembaga sekolah.

Rencananya, sesuai jadwal ada beberapa sekolah yang bakal dikunjungi. Kunjungan itu untuk memastikan kesiapan sekolah. Mulai tingkatan TK, SD, hingga SMP. Semua sekolah yang menginginkan menggelar PTM terbatas bertahap harus memperhatikan kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, Lumajang masuk asesmen PPKM level 3. Artinya, seluruh kegiatan rupanya mulai sedikit longgar. Termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk itu, semula direncanakan tatap muka diselenggarakan tanggal 13 September, sekarang dipercepat.

Menurutnya, seluruh unsur pengawas, penilik, dan koordinator wilayah pendidikan diminta untuk melakukan pengawasan masing-masing sekolah di wilayahnya. “Kami dapat rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, maka kami perlu mempersiapkan pelaksanaan,” katanya.

Diakui, target vaksinasi untuk pelajar tergolong cukup rendah. Dari target 98.498 baru sekitar 12 ribu yang sudah menjalani vaksinasi, itu pun baru dosis pertama. Praktis, baru sekitar 19,4 persen. Sementara, untuk dosis tahap kedua jumlahnya lebih sedikit, hanya sekitar 500 pelajar.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Harapan semua pihak untuk bisa membuka sekolah akhirnya dikabulkan. Pemkab Lumajang berencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap pada hari Rabu nanti. Namun, sebelum itu, Cak Thoriq, sapaan Bupati Lumajang, hari ini bakal mengunjungi beberapa lembaga sekolah.

Rencananya, sesuai jadwal ada beberapa sekolah yang bakal dikunjungi. Kunjungan itu untuk memastikan kesiapan sekolah. Mulai tingkatan TK, SD, hingga SMP. Semua sekolah yang menginginkan menggelar PTM terbatas bertahap harus memperhatikan kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, Lumajang masuk asesmen PPKM level 3. Artinya, seluruh kegiatan rupanya mulai sedikit longgar. Termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk itu, semula direncanakan tatap muka diselenggarakan tanggal 13 September, sekarang dipercepat.

Menurutnya, seluruh unsur pengawas, penilik, dan koordinator wilayah pendidikan diminta untuk melakukan pengawasan masing-masing sekolah di wilayahnya. “Kami dapat rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, maka kami perlu mempersiapkan pelaksanaan,” katanya.

Diakui, target vaksinasi untuk pelajar tergolong cukup rendah. Dari target 98.498 baru sekitar 12 ribu yang sudah menjalani vaksinasi, itu pun baru dosis pertama. Praktis, baru sekitar 19,4 persen. Sementara, untuk dosis tahap kedua jumlahnya lebih sedikit, hanya sekitar 500 pelajar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/