alexametrics
31.2 C
Jember
Monday, 4 July 2022

 Belum Separuh yang Dioptimalkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan suasana alam di kawasan Wisata Siti Soendari memang menyedot banyak wisatawan. Meski di tengah pandemi, pengunjung yang datang tak bisa dibendung. Ternyata, keindahan alam yang tersaji di sana masih belum tereksplorasi seluruh. Sampai saat ini, dari area yang diplot jadi wana wisata, masih belum separuh kawasan yang dioptimalkan.

Pendamping Perhutanan Sosial Lumajang Deddy Hermansjah menjelaskan, sejak berhasil mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK) 2017 lalu, memang sudah mulai dioptimalkan. Namun, meski sudah jadi jujukan ribuan warga setiap harinya, sampai saat ini belum semua potensi wisata sudah tergarap.

Dia menyebutkan, gagasan yang diimplementasikan untuk pengembangan wana wisata Siti Soendari adalah wanawisata dengan konsep ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan komunitas. Ada enam komunitas yang berhasil digandeng. Komunitas Pedal Semeru Burno (PSB) berkomitmen mengembangkan sarana olahraga trek downhill (bike park), komunitas trail, komunitas Jeep, Komunitas Kelompok Pecinta Alam Raja Giri, komunitas bunga, Komunitas Jagawana (masyarakat setempat).

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan suasana alam di kawasan Wisata Siti Soendari memang menyedot banyak wisatawan. Meski di tengah pandemi, pengunjung yang datang tak bisa dibendung. Ternyata, keindahan alam yang tersaji di sana masih belum tereksplorasi seluruh. Sampai saat ini, dari area yang diplot jadi wana wisata, masih belum separuh kawasan yang dioptimalkan.

Pendamping Perhutanan Sosial Lumajang Deddy Hermansjah menjelaskan, sejak berhasil mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK) 2017 lalu, memang sudah mulai dioptimalkan. Namun, meski sudah jadi jujukan ribuan warga setiap harinya, sampai saat ini belum semua potensi wisata sudah tergarap.

Dia menyebutkan, gagasan yang diimplementasikan untuk pengembangan wana wisata Siti Soendari adalah wanawisata dengan konsep ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan komunitas. Ada enam komunitas yang berhasil digandeng. Komunitas Pedal Semeru Burno (PSB) berkomitmen mengembangkan sarana olahraga trek downhill (bike park), komunitas trail, komunitas Jeep, Komunitas Kelompok Pecinta Alam Raja Giri, komunitas bunga, Komunitas Jagawana (masyarakat setempat).

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan suasana alam di kawasan Wisata Siti Soendari memang menyedot banyak wisatawan. Meski di tengah pandemi, pengunjung yang datang tak bisa dibendung. Ternyata, keindahan alam yang tersaji di sana masih belum tereksplorasi seluruh. Sampai saat ini, dari area yang diplot jadi wana wisata, masih belum separuh kawasan yang dioptimalkan.

Pendamping Perhutanan Sosial Lumajang Deddy Hermansjah menjelaskan, sejak berhasil mendapatkan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK) 2017 lalu, memang sudah mulai dioptimalkan. Namun, meski sudah jadi jujukan ribuan warga setiap harinya, sampai saat ini belum semua potensi wisata sudah tergarap.

Dia menyebutkan, gagasan yang diimplementasikan untuk pengembangan wana wisata Siti Soendari adalah wanawisata dengan konsep ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan komunitas. Ada enam komunitas yang berhasil digandeng. Komunitas Pedal Semeru Burno (PSB) berkomitmen mengembangkan sarana olahraga trek downhill (bike park), komunitas trail, komunitas Jeep, Komunitas Kelompok Pecinta Alam Raja Giri, komunitas bunga, Komunitas Jagawana (masyarakat setempat).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/