alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pelajar Dibunuh Teman Sendiri

Dihabisi Setelah Menenggak Miras

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Misteri tewasnya Widi Septian Ariansyah, pelajar asal Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, akhirnya terungkap. Tersangka pembunuhan itu merupakan tiga teman korban sendiri yang sama-sama masih pelajar. Widi dibunuh setelah menggelar pesta miras.

Sementara ini, motif pembunuhan tersebut mengarah pada keinginan ketiga pelaku menguasai barang-barang yang dimiliki Widi. Karenanya, setelah menenggak minuman keras di belakang SMP 3 Lumajang, korban langsung dibawa ke Pasar Hewan Jogotrunan, lalu dibunuh menggunakan batu dan celurit.

Dua pelaku yang berinisial AK dan MAW ternyata masih menjadi pelajar di SMP di Lumajang dan satu pelaku yang berinisial IBS telah memasuki SMA. AK inilah yang menjadi otak pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Saya yang mancing korban untuk datang, kemudian membunuhnya di pasar hewan,” kata AK.

Mobile_AP_Rectangle 2

AK mengatakan, pembunuhan itu terpaksa dilakukan untuk mengambil handphone dan sepeda motor korban. Setelah melakukan aksi itu, handphone laku dijual senilai Rp 490 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli rokok, makan, serta pesta minuman keras. Sedangkan sepeda motor korban masih dititipkan.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut, mereka tidak melarikan diri meninggalkan Lumajang. Justru mereka diamankan di rumah masing-masing tanpa ada perlawanan. Kini, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Misteri tewasnya Widi Septian Ariansyah, pelajar asal Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, akhirnya terungkap. Tersangka pembunuhan itu merupakan tiga teman korban sendiri yang sama-sama masih pelajar. Widi dibunuh setelah menggelar pesta miras.

Sementara ini, motif pembunuhan tersebut mengarah pada keinginan ketiga pelaku menguasai barang-barang yang dimiliki Widi. Karenanya, setelah menenggak minuman keras di belakang SMP 3 Lumajang, korban langsung dibawa ke Pasar Hewan Jogotrunan, lalu dibunuh menggunakan batu dan celurit.

Dua pelaku yang berinisial AK dan MAW ternyata masih menjadi pelajar di SMP di Lumajang dan satu pelaku yang berinisial IBS telah memasuki SMA. AK inilah yang menjadi otak pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Saya yang mancing korban untuk datang, kemudian membunuhnya di pasar hewan,” kata AK.

AK mengatakan, pembunuhan itu terpaksa dilakukan untuk mengambil handphone dan sepeda motor korban. Setelah melakukan aksi itu, handphone laku dijual senilai Rp 490 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli rokok, makan, serta pesta minuman keras. Sedangkan sepeda motor korban masih dititipkan.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut, mereka tidak melarikan diri meninggalkan Lumajang. Justru mereka diamankan di rumah masing-masing tanpa ada perlawanan. Kini, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Misteri tewasnya Widi Septian Ariansyah, pelajar asal Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, akhirnya terungkap. Tersangka pembunuhan itu merupakan tiga teman korban sendiri yang sama-sama masih pelajar. Widi dibunuh setelah menggelar pesta miras.

Sementara ini, motif pembunuhan tersebut mengarah pada keinginan ketiga pelaku menguasai barang-barang yang dimiliki Widi. Karenanya, setelah menenggak minuman keras di belakang SMP 3 Lumajang, korban langsung dibawa ke Pasar Hewan Jogotrunan, lalu dibunuh menggunakan batu dan celurit.

Dua pelaku yang berinisial AK dan MAW ternyata masih menjadi pelajar di SMP di Lumajang dan satu pelaku yang berinisial IBS telah memasuki SMA. AK inilah yang menjadi otak pelaku pembunuhan sadis tersebut. “Saya yang mancing korban untuk datang, kemudian membunuhnya di pasar hewan,” kata AK.

AK mengatakan, pembunuhan itu terpaksa dilakukan untuk mengambil handphone dan sepeda motor korban. Setelah melakukan aksi itu, handphone laku dijual senilai Rp 490 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli rokok, makan, serta pesta minuman keras. Sedangkan sepeda motor korban masih dititipkan.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut, mereka tidak melarikan diri meninggalkan Lumajang. Justru mereka diamankan di rumah masing-masing tanpa ada perlawanan. Kini, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/