alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Jalur Piket Nol Longsor Akibat Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang berencana pergi ke Kecamatan Pronojiwo ketika cuaca sedang mendung, sebaiknya ditunda saja. Sebab, akibat intensitas hujan yang tinggi, Kamis (05/08) malam, beberapa titik di kawasan Desa Sumberwuluh menuju Piket Nol di Kecamatan Candipuro terjadi longsor.

Setidaknya ada tiga titik longsor di kawasan tersebut. Pertama, sebelum jembatan perak, material longsor sampai menutupi jalan sepanjang kurang lebih tujuh meter dan tebal mencapai 40 sentimeter. Kedua, di KM 56, longsor sampai menutupi sebagian jalan. Terakhir, satu batu besar jatuh ke jalan raya.

Kebanyakan longsor itu terjadi di sebagian besar tikungan jalan raya. Karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada ketika melintasi jalan di pegunungan tersebut. Terutama ketika cuaca sedang mendung. Sebab, kadang embun tebal mengganggu pandangan mata pengendara kendaraan bermotor di sana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sudarman, warga setempat, mengatakan, kejadian longsor itu diperkirakan terjadi antara pukul 18.30 hingga 21.00. Minimnya tanaman perekat tanah yang ada di atas tebing membuat konstruksi tanah itu cenderung lembek. Akibatnya, ketika hujan turun sangat deras, ancaman longsor sulit dihindari.

“Sebetulnya, yang paling mengkhawatirkan adalah batu besar yang tiba-tiba jatuh ke jalan. Nah, batu yang jatuh ini letaknya tidak jauh dari lokasi warga yang dulu sempat tertimpa. Alhamdulillah, tidak ada pengendara yang berpapasan ketika batu ini jatuh. Jadi, tidak ada korban,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang berencana pergi ke Kecamatan Pronojiwo ketika cuaca sedang mendung, sebaiknya ditunda saja. Sebab, akibat intensitas hujan yang tinggi, Kamis (05/08) malam, beberapa titik di kawasan Desa Sumberwuluh menuju Piket Nol di Kecamatan Candipuro terjadi longsor.

Setidaknya ada tiga titik longsor di kawasan tersebut. Pertama, sebelum jembatan perak, material longsor sampai menutupi jalan sepanjang kurang lebih tujuh meter dan tebal mencapai 40 sentimeter. Kedua, di KM 56, longsor sampai menutupi sebagian jalan. Terakhir, satu batu besar jatuh ke jalan raya.

Kebanyakan longsor itu terjadi di sebagian besar tikungan jalan raya. Karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada ketika melintasi jalan di pegunungan tersebut. Terutama ketika cuaca sedang mendung. Sebab, kadang embun tebal mengganggu pandangan mata pengendara kendaraan bermotor di sana.

Sudarman, warga setempat, mengatakan, kejadian longsor itu diperkirakan terjadi antara pukul 18.30 hingga 21.00. Minimnya tanaman perekat tanah yang ada di atas tebing membuat konstruksi tanah itu cenderung lembek. Akibatnya, ketika hujan turun sangat deras, ancaman longsor sulit dihindari.

“Sebetulnya, yang paling mengkhawatirkan adalah batu besar yang tiba-tiba jatuh ke jalan. Nah, batu yang jatuh ini letaknya tidak jauh dari lokasi warga yang dulu sempat tertimpa. Alhamdulillah, tidak ada pengendara yang berpapasan ketika batu ini jatuh. Jadi, tidak ada korban,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang berencana pergi ke Kecamatan Pronojiwo ketika cuaca sedang mendung, sebaiknya ditunda saja. Sebab, akibat intensitas hujan yang tinggi, Kamis (05/08) malam, beberapa titik di kawasan Desa Sumberwuluh menuju Piket Nol di Kecamatan Candipuro terjadi longsor.

Setidaknya ada tiga titik longsor di kawasan tersebut. Pertama, sebelum jembatan perak, material longsor sampai menutupi jalan sepanjang kurang lebih tujuh meter dan tebal mencapai 40 sentimeter. Kedua, di KM 56, longsor sampai menutupi sebagian jalan. Terakhir, satu batu besar jatuh ke jalan raya.

Kebanyakan longsor itu terjadi di sebagian besar tikungan jalan raya. Karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada ketika melintasi jalan di pegunungan tersebut. Terutama ketika cuaca sedang mendung. Sebab, kadang embun tebal mengganggu pandangan mata pengendara kendaraan bermotor di sana.

Sudarman, warga setempat, mengatakan, kejadian longsor itu diperkirakan terjadi antara pukul 18.30 hingga 21.00. Minimnya tanaman perekat tanah yang ada di atas tebing membuat konstruksi tanah itu cenderung lembek. Akibatnya, ketika hujan turun sangat deras, ancaman longsor sulit dihindari.

“Sebetulnya, yang paling mengkhawatirkan adalah batu besar yang tiba-tiba jatuh ke jalan. Nah, batu yang jatuh ini letaknya tidak jauh dari lokasi warga yang dulu sempat tertimpa. Alhamdulillah, tidak ada pengendara yang berpapasan ketika batu ini jatuh. Jadi, tidak ada korban,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/