alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Antisipasi Tsunami di Tiga Kecamatan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Sirkum Mediterania atau rangkaian pegu-nungan sambungan dari jalur pegunungan yang membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjadi perhatian sejumlah pihak.

Termasuk di Lumajang yang terletak di wilayah pesisir pantai selatan. Ada tiga kecamatan yang menjadi titik potensi benturan tsunami terdepan. Yakni Yosowilangun, Tempursari, dan Kecamatan Pasirian.

Pesisir di tiga kecamatan tersebut merupakan busur luar dari rangkaian Meditarian yang merupakan non-vulkanik. “Namun, selalu bergerak pada suatu saat,” Ujar Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika terjadi tsunami, dia mengatakan, yang pertama terkena dampaknya adalah tiga kecamatant tersebut. “Sebab, berada pada wilayah plat atau datar,” ungkap Wawan.

Pemkab Lumajang sudah merencanakan jalur evakuasi untuk mengantisipasi hal tersebut. Termasuk pena-nganan berupa edukasi tanggap bencana. Sebab, tsunami diawali oleh gempa bumi.

Wawan juga menuturkan laut pantai selatan memang terkenal dengan ombak yang begitu besar pada saat bulan-bulan tertentu. “Jika sudah bulan 10, nelayan akan waspada untuk melaut karena angin yang begitu kencang,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, meski belum pernah terjadi tsunami, tapi dari pihak pemerintah memang perlu edukasi kepada penduduk yang berada di wilayah rawan bencana tersebut. Sebab, bencana sifatnya spontanitas. “Wilayah tersebut perlu yang namanya sirene pendeteksi gempa dan tsunami,” pungkas Wawan.

- Advertisement -

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Sirkum Mediterania atau rangkaian pegu-nungan sambungan dari jalur pegunungan yang membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjadi perhatian sejumlah pihak.

Termasuk di Lumajang yang terletak di wilayah pesisir pantai selatan. Ada tiga kecamatan yang menjadi titik potensi benturan tsunami terdepan. Yakni Yosowilangun, Tempursari, dan Kecamatan Pasirian.

Pesisir di tiga kecamatan tersebut merupakan busur luar dari rangkaian Meditarian yang merupakan non-vulkanik. “Namun, selalu bergerak pada suatu saat,” Ujar Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Lumajang.

Jika terjadi tsunami, dia mengatakan, yang pertama terkena dampaknya adalah tiga kecamatant tersebut. “Sebab, berada pada wilayah plat atau datar,” ungkap Wawan.

Pemkab Lumajang sudah merencanakan jalur evakuasi untuk mengantisipasi hal tersebut. Termasuk pena-nganan berupa edukasi tanggap bencana. Sebab, tsunami diawali oleh gempa bumi.

Wawan juga menuturkan laut pantai selatan memang terkenal dengan ombak yang begitu besar pada saat bulan-bulan tertentu. “Jika sudah bulan 10, nelayan akan waspada untuk melaut karena angin yang begitu kencang,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, meski belum pernah terjadi tsunami, tapi dari pihak pemerintah memang perlu edukasi kepada penduduk yang berada di wilayah rawan bencana tersebut. Sebab, bencana sifatnya spontanitas. “Wilayah tersebut perlu yang namanya sirene pendeteksi gempa dan tsunami,” pungkas Wawan.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Sirkum Mediterania atau rangkaian pegu-nungan sambungan dari jalur pegunungan yang membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjadi perhatian sejumlah pihak.

Termasuk di Lumajang yang terletak di wilayah pesisir pantai selatan. Ada tiga kecamatan yang menjadi titik potensi benturan tsunami terdepan. Yakni Yosowilangun, Tempursari, dan Kecamatan Pasirian.

Pesisir di tiga kecamatan tersebut merupakan busur luar dari rangkaian Meditarian yang merupakan non-vulkanik. “Namun, selalu bergerak pada suatu saat,” Ujar Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Lumajang.

Jika terjadi tsunami, dia mengatakan, yang pertama terkena dampaknya adalah tiga kecamatant tersebut. “Sebab, berada pada wilayah plat atau datar,” ungkap Wawan.

Pemkab Lumajang sudah merencanakan jalur evakuasi untuk mengantisipasi hal tersebut. Termasuk pena-nganan berupa edukasi tanggap bencana. Sebab, tsunami diawali oleh gempa bumi.

Wawan juga menuturkan laut pantai selatan memang terkenal dengan ombak yang begitu besar pada saat bulan-bulan tertentu. “Jika sudah bulan 10, nelayan akan waspada untuk melaut karena angin yang begitu kencang,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, meski belum pernah terjadi tsunami, tapi dari pihak pemerintah memang perlu edukasi kepada penduduk yang berada di wilayah rawan bencana tersebut. Sebab, bencana sifatnya spontanitas. “Wilayah tersebut perlu yang namanya sirene pendeteksi gempa dan tsunami,” pungkas Wawan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/