alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Atlet Dapat Reward, Pelatih dan Ofisial Bagaimana?

Di balik kesuksesan kontingen Lumajang meraih peringkat delapan besar Porprov VII Jatim, ada banyak pihak berperan. Selain atlet yang sudah berjuang dan berlatih keras, ada peran besar pelatih dan ofisial. Apa apresiasi buat mereka?

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPUHARJO, Radar Semeru – Pasca-Porprov Jatim VII, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkab Lumajang. Selain menunaikan janji pemberian reward untuk atlet berprestasi, pemkab semestinya juga memberikan reward kepada pelatih maupun ofisial. Sebab, mereka tidak hanya meluangkan waktu untuk melatih, melainkan juga tenaga, pikiran, bahkan keuangan.

BACA JUGA : Licinnya Jalan Dusun Pedati, Ijen

Ada banyak pengorbanan yang dilakukan. Tentunya pemkab tidak hanya mengapresiasi atas kerja keras itu. Tetapi, juga harus membayar harga mahal tersebut. Oleh karena itu, pemberian reward harus diberikan kepada para ofisial.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang Achmad Rofik mengatakan, sebelum Porprov dilaksanakan, pemkab sudah memutuskan pemberian reward. Sebesar Rp 15 juta untuk atlet peraih medali emas, Rp 10 juta untuk medali perak, dan peraih medali perunggu mendapat Rp 7,5 juta. Selain itu, KONI juga memberikan reward sebesar Rp 5 juta, Rp 2 juta, dan satu juta rupiah.

Bagi pelatih atau ofisial, Rofik menjelaskan, reward juga akan diberikan. Akan tetapi, dia belum bisa membeberkan besarannya. Sebab, pihaknya harus menyesuaikan anggaran yang ada. “Anggaran kami sekitar Rp 430-an juta untuk reward. Ini termasuk reward atlet berprestasi Porprov hingga SEA Games. Jumlahnya memang masih kurang. Oleh karena itu, kami belum bisa memastikan nominal reward untuk pelatih,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menjamin para pelatih dan ofisial yang mampu membawa atlet meraih medali mendapatkan reward. Pihaknya juga tidak mengatur penggunaan reward. “Itu (urusan, Red) internal mereka dengan cabor. Mau digunakan pribadi atau kebutuhan cabor, disilakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Lumajang H Ngateman menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan reward ratusan juta rupiah bagi pelatih/ofisial. Besaran yang diberikan juga sudah ditentukan. Hal itu menyesuaikan raihan poin medali yang didapat.

“Berdasarkan komitmen sejak awal, pelatih dan ofisial peraih medali akan mendapatkan reward dari KONI. Sementara, bagi yang belum menyumbangkan medali akan kami pertimbangkan lagi,” ujarnya. (kin/c2/fid)

- Advertisement -

KEPUHARJO, Radar Semeru – Pasca-Porprov Jatim VII, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkab Lumajang. Selain menunaikan janji pemberian reward untuk atlet berprestasi, pemkab semestinya juga memberikan reward kepada pelatih maupun ofisial. Sebab, mereka tidak hanya meluangkan waktu untuk melatih, melainkan juga tenaga, pikiran, bahkan keuangan.

BACA JUGA : Licinnya Jalan Dusun Pedati, Ijen

Ada banyak pengorbanan yang dilakukan. Tentunya pemkab tidak hanya mengapresiasi atas kerja keras itu. Tetapi, juga harus membayar harga mahal tersebut. Oleh karena itu, pemberian reward harus diberikan kepada para ofisial.

Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang Achmad Rofik mengatakan, sebelum Porprov dilaksanakan, pemkab sudah memutuskan pemberian reward. Sebesar Rp 15 juta untuk atlet peraih medali emas, Rp 10 juta untuk medali perak, dan peraih medali perunggu mendapat Rp 7,5 juta. Selain itu, KONI juga memberikan reward sebesar Rp 5 juta, Rp 2 juta, dan satu juta rupiah.

Bagi pelatih atau ofisial, Rofik menjelaskan, reward juga akan diberikan. Akan tetapi, dia belum bisa membeberkan besarannya. Sebab, pihaknya harus menyesuaikan anggaran yang ada. “Anggaran kami sekitar Rp 430-an juta untuk reward. Ini termasuk reward atlet berprestasi Porprov hingga SEA Games. Jumlahnya memang masih kurang. Oleh karena itu, kami belum bisa memastikan nominal reward untuk pelatih,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menjamin para pelatih dan ofisial yang mampu membawa atlet meraih medali mendapatkan reward. Pihaknya juga tidak mengatur penggunaan reward. “Itu (urusan, Red) internal mereka dengan cabor. Mau digunakan pribadi atau kebutuhan cabor, disilakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Lumajang H Ngateman menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan reward ratusan juta rupiah bagi pelatih/ofisial. Besaran yang diberikan juga sudah ditentukan. Hal itu menyesuaikan raihan poin medali yang didapat.

“Berdasarkan komitmen sejak awal, pelatih dan ofisial peraih medali akan mendapatkan reward dari KONI. Sementara, bagi yang belum menyumbangkan medali akan kami pertimbangkan lagi,” ujarnya. (kin/c2/fid)

KEPUHARJO, Radar Semeru – Pasca-Porprov Jatim VII, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkab Lumajang. Selain menunaikan janji pemberian reward untuk atlet berprestasi, pemkab semestinya juga memberikan reward kepada pelatih maupun ofisial. Sebab, mereka tidak hanya meluangkan waktu untuk melatih, melainkan juga tenaga, pikiran, bahkan keuangan.

BACA JUGA : Licinnya Jalan Dusun Pedati, Ijen

Ada banyak pengorbanan yang dilakukan. Tentunya pemkab tidak hanya mengapresiasi atas kerja keras itu. Tetapi, juga harus membayar harga mahal tersebut. Oleh karena itu, pemberian reward harus diberikan kepada para ofisial.

Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang Achmad Rofik mengatakan, sebelum Porprov dilaksanakan, pemkab sudah memutuskan pemberian reward. Sebesar Rp 15 juta untuk atlet peraih medali emas, Rp 10 juta untuk medali perak, dan peraih medali perunggu mendapat Rp 7,5 juta. Selain itu, KONI juga memberikan reward sebesar Rp 5 juta, Rp 2 juta, dan satu juta rupiah.

Bagi pelatih atau ofisial, Rofik menjelaskan, reward juga akan diberikan. Akan tetapi, dia belum bisa membeberkan besarannya. Sebab, pihaknya harus menyesuaikan anggaran yang ada. “Anggaran kami sekitar Rp 430-an juta untuk reward. Ini termasuk reward atlet berprestasi Porprov hingga SEA Games. Jumlahnya memang masih kurang. Oleh karena itu, kami belum bisa memastikan nominal reward untuk pelatih,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menjamin para pelatih dan ofisial yang mampu membawa atlet meraih medali mendapatkan reward. Pihaknya juga tidak mengatur penggunaan reward. “Itu (urusan, Red) internal mereka dengan cabor. Mau digunakan pribadi atau kebutuhan cabor, disilakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Lumajang H Ngateman menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan reward ratusan juta rupiah bagi pelatih/ofisial. Besaran yang diberikan juga sudah ditentukan. Hal itu menyesuaikan raihan poin medali yang didapat.

“Berdasarkan komitmen sejak awal, pelatih dan ofisial peraih medali akan mendapatkan reward dari KONI. Sementara, bagi yang belum menyumbangkan medali akan kami pertimbangkan lagi,” ujarnya. (kin/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/