alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Puluhan Kendaraan Putar Balik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, masyarakat masih abaikan aturan pemerintah. Akibatnya, cukup banyak kendaraan dipaksa putar balik. Seperti yang terlihat di pos pemeriksaan jembatan timbang Klakah, kemarin. Totalnya kurang lebih mencapai 62 kendaraan.

Ada dua titik penyekatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lumajang. Yakni di jembatan timbang Klakah dan jalan raya Desa Sidumulyo, Pronojiwo. “Di dua titik ini, para pengendara akan diperiksa oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, Dinkes, Dishub, Senkom, Pramuka, Banser, dan SKD,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta.

Dia menjelaskan, semua pengendara diperiksa identitas dan kelengkapan surat jalan. “Baik roda dua maupun roda empat atau lebih, kami periksa semuanya. Pengendara yang tidak memiliki sejumlah persyaratan, seperti identitas, surat tugas, surat bebas Covid-19, dan surat izin keluar masuk (SIKM), mau tak mau harus putar balik,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menuturkan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 00.00 WIB. Hingga pukul 13.00 WIB, puluhan kendaraan harus putar balik. “Sedikitnya ada 68 kendaraan yang harus putar balik di dua titik penyekatan. Karena memang mereka tidak memenuhi persyaratan saat petugas memeriksa. Mereka adalah pemudik yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Bekasi, Jakarta, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa,” tuturnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, masyarakat masih abaikan aturan pemerintah. Akibatnya, cukup banyak kendaraan dipaksa putar balik. Seperti yang terlihat di pos pemeriksaan jembatan timbang Klakah, kemarin. Totalnya kurang lebih mencapai 62 kendaraan.

Ada dua titik penyekatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lumajang. Yakni di jembatan timbang Klakah dan jalan raya Desa Sidumulyo, Pronojiwo. “Di dua titik ini, para pengendara akan diperiksa oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, Dinkes, Dishub, Senkom, Pramuka, Banser, dan SKD,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta.

Dia menjelaskan, semua pengendara diperiksa identitas dan kelengkapan surat jalan. “Baik roda dua maupun roda empat atau lebih, kami periksa semuanya. Pengendara yang tidak memiliki sejumlah persyaratan, seperti identitas, surat tugas, surat bebas Covid-19, dan surat izin keluar masuk (SIKM), mau tak mau harus putar balik,” jelasnya.

Dia menuturkan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 00.00 WIB. Hingga pukul 13.00 WIB, puluhan kendaraan harus putar balik. “Sedikitnya ada 68 kendaraan yang harus putar balik di dua titik penyekatan. Karena memang mereka tidak memenuhi persyaratan saat petugas memeriksa. Mereka adalah pemudik yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Bekasi, Jakarta, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa,” tuturnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, masyarakat masih abaikan aturan pemerintah. Akibatnya, cukup banyak kendaraan dipaksa putar balik. Seperti yang terlihat di pos pemeriksaan jembatan timbang Klakah, kemarin. Totalnya kurang lebih mencapai 62 kendaraan.

Ada dua titik penyekatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lumajang. Yakni di jembatan timbang Klakah dan jalan raya Desa Sidumulyo, Pronojiwo. “Di dua titik ini, para pengendara akan diperiksa oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, satpol PP, Dinkes, Dishub, Senkom, Pramuka, Banser, dan SKD,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andreas Shinta.

Dia menjelaskan, semua pengendara diperiksa identitas dan kelengkapan surat jalan. “Baik roda dua maupun roda empat atau lebih, kami periksa semuanya. Pengendara yang tidak memiliki sejumlah persyaratan, seperti identitas, surat tugas, surat bebas Covid-19, dan surat izin keluar masuk (SIKM), mau tak mau harus putar balik,” jelasnya.

Dia menuturkan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 00.00 WIB. Hingga pukul 13.00 WIB, puluhan kendaraan harus putar balik. “Sedikitnya ada 68 kendaraan yang harus putar balik di dua titik penyekatan. Karena memang mereka tidak memenuhi persyaratan saat petugas memeriksa. Mereka adalah pemudik yang berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Bekasi, Jakarta, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/