alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Modus Pengemis Jadi Manusia Silver

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari ini cukup sering warga menemui orang yang tubuhnya dicat penuh alias manusia silver berdiri di titik-titik lampu merah (traffic light). Rupanya cara itu merupakan modus meminta sejumlah uang kepada pengendara yang melintas supaya tidak tertangkap petugas.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru ketika mendatangi orang tersebut, banyak yang mengaku sebagai seniman patung. Sementara, uang yang diterimanya dari beberapa pengendara merupakan bonus dari kreasinya. Seperti yang diungkapkan manusia silver di traffic light pertigaan Sukodono.

Orang yang bernama Andi itu mengaku sebagai pendatang dari luar kota. Kedatangannya ke Lumajang bersama beberapa kawannya untuk menunjukkan aksinya sebagai seniman patung yang berdiri di keramaian jalan. Aksi itu dia yakini sebagai bagian dari seni. Padahal, di tangannya ada kotak kardus berisi uang pecahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya aslinya dari Jogjakarta. Ikut temen jadi seniman patung di lampu merah beberapa kota. Sebetulnya ada banyak kalau di Lumajang, termasuk yang ada di pertigaan lampu merah selatan jembatan merah itu juga teman saya. Kami ingin menunjukkan kalau seniman patung itu ada. Ini karya seni yang kami tunjukkan. Uang ini hanya bonus saja,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari ini cukup sering warga menemui orang yang tubuhnya dicat penuh alias manusia silver berdiri di titik-titik lampu merah (traffic light). Rupanya cara itu merupakan modus meminta sejumlah uang kepada pengendara yang melintas supaya tidak tertangkap petugas.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru ketika mendatangi orang tersebut, banyak yang mengaku sebagai seniman patung. Sementara, uang yang diterimanya dari beberapa pengendara merupakan bonus dari kreasinya. Seperti yang diungkapkan manusia silver di traffic light pertigaan Sukodono.

Orang yang bernama Andi itu mengaku sebagai pendatang dari luar kota. Kedatangannya ke Lumajang bersama beberapa kawannya untuk menunjukkan aksinya sebagai seniman patung yang berdiri di keramaian jalan. Aksi itu dia yakini sebagai bagian dari seni. Padahal, di tangannya ada kotak kardus berisi uang pecahan.

“Saya aslinya dari Jogjakarta. Ikut temen jadi seniman patung di lampu merah beberapa kota. Sebetulnya ada banyak kalau di Lumajang, termasuk yang ada di pertigaan lampu merah selatan jembatan merah itu juga teman saya. Kami ingin menunjukkan kalau seniman patung itu ada. Ini karya seni yang kami tunjukkan. Uang ini hanya bonus saja,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Beberapa hari ini cukup sering warga menemui orang yang tubuhnya dicat penuh alias manusia silver berdiri di titik-titik lampu merah (traffic light). Rupanya cara itu merupakan modus meminta sejumlah uang kepada pengendara yang melintas supaya tidak tertangkap petugas.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru ketika mendatangi orang tersebut, banyak yang mengaku sebagai seniman patung. Sementara, uang yang diterimanya dari beberapa pengendara merupakan bonus dari kreasinya. Seperti yang diungkapkan manusia silver di traffic light pertigaan Sukodono.

Orang yang bernama Andi itu mengaku sebagai pendatang dari luar kota. Kedatangannya ke Lumajang bersama beberapa kawannya untuk menunjukkan aksinya sebagai seniman patung yang berdiri di keramaian jalan. Aksi itu dia yakini sebagai bagian dari seni. Padahal, di tangannya ada kotak kardus berisi uang pecahan.

“Saya aslinya dari Jogjakarta. Ikut temen jadi seniman patung di lampu merah beberapa kota. Sebetulnya ada banyak kalau di Lumajang, termasuk yang ada di pertigaan lampu merah selatan jembatan merah itu juga teman saya. Kami ingin menunjukkan kalau seniman patung itu ada. Ini karya seni yang kami tunjukkan. Uang ini hanya bonus saja,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/