alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Garapan PT Kali Jeruk Baru Diprotes

HGU Dinilai Melebihi Batas Waktu Perizinan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penutupan akses jalan masyarakat yang dilakukan PT Kali Jeruk Baru di Kecamatan Randuagung membuat warga setempat geram. Tak hanya itu, warga juga menyesalkan alih fungsi garapan lahan hak guna usaha (HGU). Kemarin, puluhan warga Kecamatan Randuagung wadul ke kantor DPRD Lumajang.

Akibat penutupan akses tersebut, warga merasa merugi secara sosial dan ekonomi. Bahkan, perusahaan dinilai sepihak membabat sebagian lahan yang sebelumnya digarap petani setempat. Belum lagi pengalihan fungsi lahan yang seharusnya ditanami karet, kopi, dan kakao, justru ditanami tebu.

Sekitar pukul 10.00 pagi, puluhan warga mendatangi kantor DPRD Lumajang. Mereka datang dengan diangkut truk. Mereka meminta pemerintah dan DPRD Lumajang meninjau izin HGU PT Kali Jeruk Baru yang beroperasi di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Randuagung dan Kecamatan Sumberbaru, Jember. Sebab, dinilai menyalahi aturan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adam, salah satu orator, menyampaikan, beberapa kali perusahaan tersebut menggunakan cara-cara kasar dalam pengelolaan lahan. Kadang tak segan-segan melakukan kekerasan serta mengintimidasi petani yang memiliki lahan di sekitar HGU. Padahal, izin tersebut kabarnya telah habis tiga tahun yang lalu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penutupan akses jalan masyarakat yang dilakukan PT Kali Jeruk Baru di Kecamatan Randuagung membuat warga setempat geram. Tak hanya itu, warga juga menyesalkan alih fungsi garapan lahan hak guna usaha (HGU). Kemarin, puluhan warga Kecamatan Randuagung wadul ke kantor DPRD Lumajang.

Akibat penutupan akses tersebut, warga merasa merugi secara sosial dan ekonomi. Bahkan, perusahaan dinilai sepihak membabat sebagian lahan yang sebelumnya digarap petani setempat. Belum lagi pengalihan fungsi lahan yang seharusnya ditanami karet, kopi, dan kakao, justru ditanami tebu.

Sekitar pukul 10.00 pagi, puluhan warga mendatangi kantor DPRD Lumajang. Mereka datang dengan diangkut truk. Mereka meminta pemerintah dan DPRD Lumajang meninjau izin HGU PT Kali Jeruk Baru yang beroperasi di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Randuagung dan Kecamatan Sumberbaru, Jember. Sebab, dinilai menyalahi aturan.

Adam, salah satu orator, menyampaikan, beberapa kali perusahaan tersebut menggunakan cara-cara kasar dalam pengelolaan lahan. Kadang tak segan-segan melakukan kekerasan serta mengintimidasi petani yang memiliki lahan di sekitar HGU. Padahal, izin tersebut kabarnya telah habis tiga tahun yang lalu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penutupan akses jalan masyarakat yang dilakukan PT Kali Jeruk Baru di Kecamatan Randuagung membuat warga setempat geram. Tak hanya itu, warga juga menyesalkan alih fungsi garapan lahan hak guna usaha (HGU). Kemarin, puluhan warga Kecamatan Randuagung wadul ke kantor DPRD Lumajang.

Akibat penutupan akses tersebut, warga merasa merugi secara sosial dan ekonomi. Bahkan, perusahaan dinilai sepihak membabat sebagian lahan yang sebelumnya digarap petani setempat. Belum lagi pengalihan fungsi lahan yang seharusnya ditanami karet, kopi, dan kakao, justru ditanami tebu.

Sekitar pukul 10.00 pagi, puluhan warga mendatangi kantor DPRD Lumajang. Mereka datang dengan diangkut truk. Mereka meminta pemerintah dan DPRD Lumajang meninjau izin HGU PT Kali Jeruk Baru yang beroperasi di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Randuagung dan Kecamatan Sumberbaru, Jember. Sebab, dinilai menyalahi aturan.

Adam, salah satu orator, menyampaikan, beberapa kali perusahaan tersebut menggunakan cara-cara kasar dalam pengelolaan lahan. Kadang tak segan-segan melakukan kekerasan serta mengintimidasi petani yang memiliki lahan di sekitar HGU. Padahal, izin tersebut kabarnya telah habis tiga tahun yang lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/