alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Adiah, Pagu 62 SMP Negeri Tidak Terpenuhi

Akui Banyak Pilih Swasta, Wali Murid Minim Informasi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini memang dibuka lebih awal. Namun, ternyata tidak juga memenuhi pagu rombel sekolah negeri. Bahkan, dari puluhan SMPN yang membuka pendaftaran, hanya beberapa sekolah yang pagunya terpenuhi.

Catatan Dinas Pendidikan Lumajang, dari sekitar 71 SMPN yang ada di Lumajang, 62 sekolah di antaranya pagunya belum terpenuhi. Padahal tahapan pembukaan sejak awal Februari hingga akhir Maret, tetapi belum juga mencukupi. Kini, rencananya tahap selanjutnya bakal kembali dibuka.

Setelah diamati, kebanyakan sekolah yang penuh hanya di pusat perkotaan atau dekat kantor kecamatan. Seperti SMPN 1, 2, dan 5 di Lumajang, berikutnya SMPN 1 Jatiroto, SMPN 1 dan 2 Pasirian, SMPN 1 Pronojiwo, SMPN 1 Sukodono, dan SMPN 1 Tempeh. Sedangkan lainnya masih kekurangan murid.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono menjelaskan, kurangnya pagu murid sekolah disebabkan banyak hal. Misalnya, banyak yang mendaftarkan anaknya di pondok pesantren, memasukkan anaknya di sekolah bukan naungan dinas, serta minimnya informasi yang diterima orang tua.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini memang dibuka lebih awal. Namun, ternyata tidak juga memenuhi pagu rombel sekolah negeri. Bahkan, dari puluhan SMPN yang membuka pendaftaran, hanya beberapa sekolah yang pagunya terpenuhi.

Catatan Dinas Pendidikan Lumajang, dari sekitar 71 SMPN yang ada di Lumajang, 62 sekolah di antaranya pagunya belum terpenuhi. Padahal tahapan pembukaan sejak awal Februari hingga akhir Maret, tetapi belum juga mencukupi. Kini, rencananya tahap selanjutnya bakal kembali dibuka.

Setelah diamati, kebanyakan sekolah yang penuh hanya di pusat perkotaan atau dekat kantor kecamatan. Seperti SMPN 1, 2, dan 5 di Lumajang, berikutnya SMPN 1 Jatiroto, SMPN 1 dan 2 Pasirian, SMPN 1 Pronojiwo, SMPN 1 Sukodono, dan SMPN 1 Tempeh. Sedangkan lainnya masih kekurangan murid.

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono menjelaskan, kurangnya pagu murid sekolah disebabkan banyak hal. Misalnya, banyak yang mendaftarkan anaknya di pondok pesantren, memasukkan anaknya di sekolah bukan naungan dinas, serta minimnya informasi yang diterima orang tua.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini memang dibuka lebih awal. Namun, ternyata tidak juga memenuhi pagu rombel sekolah negeri. Bahkan, dari puluhan SMPN yang membuka pendaftaran, hanya beberapa sekolah yang pagunya terpenuhi.

Catatan Dinas Pendidikan Lumajang, dari sekitar 71 SMPN yang ada di Lumajang, 62 sekolah di antaranya pagunya belum terpenuhi. Padahal tahapan pembukaan sejak awal Februari hingga akhir Maret, tetapi belum juga mencukupi. Kini, rencananya tahap selanjutnya bakal kembali dibuka.

Setelah diamati, kebanyakan sekolah yang penuh hanya di pusat perkotaan atau dekat kantor kecamatan. Seperti SMPN 1, 2, dan 5 di Lumajang, berikutnya SMPN 1 Jatiroto, SMPN 1 dan 2 Pasirian, SMPN 1 Pronojiwo, SMPN 1 Sukodono, dan SMPN 1 Tempeh. Sedangkan lainnya masih kekurangan murid.

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono menjelaskan, kurangnya pagu murid sekolah disebabkan banyak hal. Misalnya, banyak yang mendaftarkan anaknya di pondok pesantren, memasukkan anaknya di sekolah bukan naungan dinas, serta minimnya informasi yang diterima orang tua.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/