alexametrics
28.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pabrik Kerupuk di Lumajang Terbakar, Kerugian Tembus Rp 300 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hati-hati dengan bara api yang masih menyala. Lengah dan lupa mematikannya bisa menyebabkan kerugian ratusan juta. Seperti yang dialami Suwardi, warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, pada Sabtu (5/2) malam. Home industry kerupuk miliknya ludes dilahap si jago merah.

Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang Supriyo mengungkapkan, kebakaran itu terjadi sekira pukul 22.00. Mulanya, pemilik home industry, Suwardi, sedang memanaskan kerupuk di atas tungku. Hal itu dilakukan agar kerupuk kering dan siap digoreng esok paginya. Namun, belum sampai kerupuk itu digoreng, kerupuk sudah menjadi abu bersama perabotan dan  bahan lain yang terbakar.

“Hasil asesmen sementara, kami menduga penyebab kebakaran ini karena kelalaian pemilik atau human error. Jadi, sekitar pukul 22.00 itu, pemilik lupa mematikan api di tungkunya. Sewaktu ingat, pemilik kembali untuk mematikannya. Tetapi, saat masuk ke ruangan, api mulai membesar dan merembet ke sekelilingnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat api yang semakin besar, Suwardi panik. Dia berusaha memadamkan dengan air yang ada di sekitarnya. Namun, upaya itu tidak berhasil. Dia lantas berteriak meminta tolong ke warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan itu bergegas menolong. Mereka bergotong royong memadamkan api dengan air di ember maupun selang air.

Sementara, salah satu warga langsung menghubungi Damkar Lumajang. Berselang 15 menit, dua unit mobil damkar tiba di lokasi kejadian. “Kondisi jalanan padat merayap. Sehingga kami tiba 15 menit. Kalau kondisi sepi lengang, kami bisa tiba dalam waktu tempuh tujuh menit. Bersama personel, aparat, dan warga kami berhasil memadamkan api dan tidak merembet ke bangunan lainnya,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hati-hati dengan bara api yang masih menyala. Lengah dan lupa mematikannya bisa menyebabkan kerugian ratusan juta. Seperti yang dialami Suwardi, warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, pada Sabtu (5/2) malam. Home industry kerupuk miliknya ludes dilahap si jago merah.

Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang Supriyo mengungkapkan, kebakaran itu terjadi sekira pukul 22.00. Mulanya, pemilik home industry, Suwardi, sedang memanaskan kerupuk di atas tungku. Hal itu dilakukan agar kerupuk kering dan siap digoreng esok paginya. Namun, belum sampai kerupuk itu digoreng, kerupuk sudah menjadi abu bersama perabotan dan  bahan lain yang terbakar.

“Hasil asesmen sementara, kami menduga penyebab kebakaran ini karena kelalaian pemilik atau human error. Jadi, sekitar pukul 22.00 itu, pemilik lupa mematikan api di tungkunya. Sewaktu ingat, pemilik kembali untuk mematikannya. Tetapi, saat masuk ke ruangan, api mulai membesar dan merembet ke sekelilingnya,” jelasnya.

Melihat api yang semakin besar, Suwardi panik. Dia berusaha memadamkan dengan air yang ada di sekitarnya. Namun, upaya itu tidak berhasil. Dia lantas berteriak meminta tolong ke warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan itu bergegas menolong. Mereka bergotong royong memadamkan api dengan air di ember maupun selang air.

Sementara, salah satu warga langsung menghubungi Damkar Lumajang. Berselang 15 menit, dua unit mobil damkar tiba di lokasi kejadian. “Kondisi jalanan padat merayap. Sehingga kami tiba 15 menit. Kalau kondisi sepi lengang, kami bisa tiba dalam waktu tempuh tujuh menit. Bersama personel, aparat, dan warga kami berhasil memadamkan api dan tidak merembet ke bangunan lainnya,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hati-hati dengan bara api yang masih menyala. Lengah dan lupa mematikannya bisa menyebabkan kerugian ratusan juta. Seperti yang dialami Suwardi, warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, pada Sabtu (5/2) malam. Home industry kerupuk miliknya ludes dilahap si jago merah.

Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang Supriyo mengungkapkan, kebakaran itu terjadi sekira pukul 22.00. Mulanya, pemilik home industry, Suwardi, sedang memanaskan kerupuk di atas tungku. Hal itu dilakukan agar kerupuk kering dan siap digoreng esok paginya. Namun, belum sampai kerupuk itu digoreng, kerupuk sudah menjadi abu bersama perabotan dan  bahan lain yang terbakar.

“Hasil asesmen sementara, kami menduga penyebab kebakaran ini karena kelalaian pemilik atau human error. Jadi, sekitar pukul 22.00 itu, pemilik lupa mematikan api di tungkunya. Sewaktu ingat, pemilik kembali untuk mematikannya. Tetapi, saat masuk ke ruangan, api mulai membesar dan merembet ke sekelilingnya,” jelasnya.

Melihat api yang semakin besar, Suwardi panik. Dia berusaha memadamkan dengan air yang ada di sekitarnya. Namun, upaya itu tidak berhasil. Dia lantas berteriak meminta tolong ke warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan itu bergegas menolong. Mereka bergotong royong memadamkan api dengan air di ember maupun selang air.

Sementara, salah satu warga langsung menghubungi Damkar Lumajang. Berselang 15 menit, dua unit mobil damkar tiba di lokasi kejadian. “Kondisi jalanan padat merayap. Sehingga kami tiba 15 menit. Kalau kondisi sepi lengang, kami bisa tiba dalam waktu tempuh tujuh menit. Bersama personel, aparat, dan warga kami berhasil memadamkan api dan tidak merembet ke bangunan lainnya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/