alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Model Huntara Belum Beres, RAB Malah Naik Dua Kali Lipat

Sejak 13 Desember 2021, penyusunan site plan relokasi terus didiskusikan. Desain hingga nominal rencana anggaran biaya (RAB) hunian sementara (huntara) terus jadi perdebatan. Modelnya tak beres-beres, tapi RAB-nya malah naik dua kali lipat. Blahen!

Mobile_AP_Rectangle 1

Selanjutnya, Agus, perwakilan relawan lainnya, menjelaskan, pembiayaan untuk pembangunan huntara yang diakumulasi mencapai Rp 20 juta tersebut peruntukannya seharusnya bukan huntara, tetapi rintisan hunian tetap (huntap). Istilah itu perlu dikaji supaya tidak menyulitkan NGO menyampaikan kepada para donatur.

“Kami sudah punya banyak pengalaman bangun huntara di Lombok dan lainnya. Kami dulu sampaikan pembangunannya itu hanya Rp 4 sampai Rp 6 juta. Nah, ini huntara kok menghabiskan Rp 20 juta. Begini saja, ini harus kami ubah supaya kami dapat mempertanggungjawabkannya ke donatur,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

Selanjutnya, Agus, perwakilan relawan lainnya, menjelaskan, pembiayaan untuk pembangunan huntara yang diakumulasi mencapai Rp 20 juta tersebut peruntukannya seharusnya bukan huntara, tetapi rintisan hunian tetap (huntap). Istilah itu perlu dikaji supaya tidak menyulitkan NGO menyampaikan kepada para donatur.

“Kami sudah punya banyak pengalaman bangun huntara di Lombok dan lainnya. Kami dulu sampaikan pembangunannya itu hanya Rp 4 sampai Rp 6 juta. Nah, ini huntara kok menghabiskan Rp 20 juta. Begini saja, ini harus kami ubah supaya kami dapat mempertanggungjawabkannya ke donatur,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

Selanjutnya, Agus, perwakilan relawan lainnya, menjelaskan, pembiayaan untuk pembangunan huntara yang diakumulasi mencapai Rp 20 juta tersebut peruntukannya seharusnya bukan huntara, tetapi rintisan hunian tetap (huntap). Istilah itu perlu dikaji supaya tidak menyulitkan NGO menyampaikan kepada para donatur.

“Kami sudah punya banyak pengalaman bangun huntara di Lombok dan lainnya. Kami dulu sampaikan pembangunannya itu hanya Rp 4 sampai Rp 6 juta. Nah, ini huntara kok menghabiskan Rp 20 juta. Begini saja, ini harus kami ubah supaya kami dapat mempertanggungjawabkannya ke donatur,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/