alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Kuota Pengajuan Guru Dibatasi 491 Orang

BKD Belum Terima Surat Resmi Kepastian Posisi Guru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan mengenai posisi profesi guru di tahun 2021 masih simpang siur. Entah benar dihapus atau tetap dipertahankan pada formasi CPNS. Namun, sampai saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang belum menerima surat resmi dari kementerian. Justru sebelumnya sudah mengajukan ratusan guru honorer.

Setidaknya, ada 491 kuota yang diajukan untuk kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Lumajang. Ratusan lowongan ini sementara hanya khusus mengisi kekurangan guru saja. Sementara untuk formasi lain, seperti kebutuhan tenaga kesehatan dan infrastruktur, masih belum diajukan.

Kepala BKD Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, kebutuhan formasi guru di Lumajang memang tidak sedikit. Bahkan ratusan orang yang diajukan itu sebetulnya masih kurang untuk melengkapi porsi ideal. Sebab, diprediksi beberapa tahun ke depan banyak guru yang harus pensiun karena batas umur.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sudah mengajukan 523 lowongan, tapi jumlahnya berkurang jadi 491. Banyak daerah lain yang mengajukan lowongan guru SD dan SMP dengan porsi yang banyak. Kami tidak bisa memastikan bagaimana keberadaan guru nanti, apakah tetap bisa mengisi lowongan CPNS atau berubah menjadi PPPK,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan mengenai posisi profesi guru di tahun 2021 masih simpang siur. Entah benar dihapus atau tetap dipertahankan pada formasi CPNS. Namun, sampai saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang belum menerima surat resmi dari kementerian. Justru sebelumnya sudah mengajukan ratusan guru honorer.

Setidaknya, ada 491 kuota yang diajukan untuk kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Lumajang. Ratusan lowongan ini sementara hanya khusus mengisi kekurangan guru saja. Sementara untuk formasi lain, seperti kebutuhan tenaga kesehatan dan infrastruktur, masih belum diajukan.

Kepala BKD Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, kebutuhan formasi guru di Lumajang memang tidak sedikit. Bahkan ratusan orang yang diajukan itu sebetulnya masih kurang untuk melengkapi porsi ideal. Sebab, diprediksi beberapa tahun ke depan banyak guru yang harus pensiun karena batas umur.

“Kami sudah mengajukan 523 lowongan, tapi jumlahnya berkurang jadi 491. Banyak daerah lain yang mengajukan lowongan guru SD dan SMP dengan porsi yang banyak. Kami tidak bisa memastikan bagaimana keberadaan guru nanti, apakah tetap bisa mengisi lowongan CPNS atau berubah menjadi PPPK,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan mengenai posisi profesi guru di tahun 2021 masih simpang siur. Entah benar dihapus atau tetap dipertahankan pada formasi CPNS. Namun, sampai saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang belum menerima surat resmi dari kementerian. Justru sebelumnya sudah mengajukan ratusan guru honorer.

Setidaknya, ada 491 kuota yang diajukan untuk kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Lumajang. Ratusan lowongan ini sementara hanya khusus mengisi kekurangan guru saja. Sementara untuk formasi lain, seperti kebutuhan tenaga kesehatan dan infrastruktur, masih belum diajukan.

Kepala BKD Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, kebutuhan formasi guru di Lumajang memang tidak sedikit. Bahkan ratusan orang yang diajukan itu sebetulnya masih kurang untuk melengkapi porsi ideal. Sebab, diprediksi beberapa tahun ke depan banyak guru yang harus pensiun karena batas umur.

“Kami sudah mengajukan 523 lowongan, tapi jumlahnya berkurang jadi 491. Banyak daerah lain yang mengajukan lowongan guru SD dan SMP dengan porsi yang banyak. Kami tidak bisa memastikan bagaimana keberadaan guru nanti, apakah tetap bisa mengisi lowongan CPNS atau berubah menjadi PPPK,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/