alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Jajanan Kuno Juga Butuh Dikreasi

Mulai Kalah Saing dengan Jajanan Modern

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, Radar Semeru – Jajanan kuno yang mempunyai rasa khas, manis, gurih, dan kenyal dulu sempat jadi primadona. Dalam sekejap, jajanan ini bisa langsung ludes. Namun, saat ini malah jadi sepi pembeli. Sebab, makin banyak pedagang jajanan dengan berbagai macam variasi.

Seperti yang dialami Marhamah. Warga asli Lumajang itu sudah berjualan sejak tahun 1973. Dia mengakui peminat jajanan kuno sudah tidak begitu banyak seperti dulu. Biasanya, sekitar 10 kilogram jajanan yang dijual ludes setiap hari.  Dengan pendapatan yang lumayan banyak. Bahkan hasilnya bisa digunakan untuk menyekolahkan empat orang anaknya sampai lulus kuliah.

Saat ini kondisinya berbeda. Untuk 10 kilogram jajanan kuno baru habis dalam waktu 3 hari. Untuk menyiasati agar tidak merugi, dia harus membawa pulang dan memasaknya kembali untuk dijual lagi. Begitu setiap harinya. “Kalau dulu 10 kilogram langsung habis sehari. Kalau sekarang sudah tidak bisa berharap. Laku 5 kilogram sehari saja sudah untung-untungan,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, Radar Semeru – Jajanan kuno yang mempunyai rasa khas, manis, gurih, dan kenyal dulu sempat jadi primadona. Dalam sekejap, jajanan ini bisa langsung ludes. Namun, saat ini malah jadi sepi pembeli. Sebab, makin banyak pedagang jajanan dengan berbagai macam variasi.

Seperti yang dialami Marhamah. Warga asli Lumajang itu sudah berjualan sejak tahun 1973. Dia mengakui peminat jajanan kuno sudah tidak begitu banyak seperti dulu. Biasanya, sekitar 10 kilogram jajanan yang dijual ludes setiap hari.  Dengan pendapatan yang lumayan banyak. Bahkan hasilnya bisa digunakan untuk menyekolahkan empat orang anaknya sampai lulus kuliah.

Saat ini kondisinya berbeda. Untuk 10 kilogram jajanan kuno baru habis dalam waktu 3 hari. Untuk menyiasati agar tidak merugi, dia harus membawa pulang dan memasaknya kembali untuk dijual lagi. Begitu setiap harinya. “Kalau dulu 10 kilogram langsung habis sehari. Kalau sekarang sudah tidak bisa berharap. Laku 5 kilogram sehari saja sudah untung-untungan,” ucapnya.

LUMAJANG, Radar Semeru – Jajanan kuno yang mempunyai rasa khas, manis, gurih, dan kenyal dulu sempat jadi primadona. Dalam sekejap, jajanan ini bisa langsung ludes. Namun, saat ini malah jadi sepi pembeli. Sebab, makin banyak pedagang jajanan dengan berbagai macam variasi.

Seperti yang dialami Marhamah. Warga asli Lumajang itu sudah berjualan sejak tahun 1973. Dia mengakui peminat jajanan kuno sudah tidak begitu banyak seperti dulu. Biasanya, sekitar 10 kilogram jajanan yang dijual ludes setiap hari.  Dengan pendapatan yang lumayan banyak. Bahkan hasilnya bisa digunakan untuk menyekolahkan empat orang anaknya sampai lulus kuliah.

Saat ini kondisinya berbeda. Untuk 10 kilogram jajanan kuno baru habis dalam waktu 3 hari. Untuk menyiasati agar tidak merugi, dia harus membawa pulang dan memasaknya kembali untuk dijual lagi. Begitu setiap harinya. “Kalau dulu 10 kilogram langsung habis sehari. Kalau sekarang sudah tidak bisa berharap. Laku 5 kilogram sehari saja sudah untung-untungan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/