alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Keluarga Diizinkan Ikuti Pemakaman

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSelama ini, pemakaman jenazah dengan pemulasaraan korona memang dilakukan petugas saja. Akibatnya, tak jarang keluarga yang mengambil paksa untuk dimakamkan sendiri. Untuk mengantisipasi itu, Pemkab Lumajang saat ini mengizinkan keluarga mengikuti pemulasaraan, tetapi terbatas.

Sekitar pukul 12.00, Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono bersama jajaran forkopimda menggelar rapat di ruang Mahameru. Rapat itu membahas teknis bagaimana keluarga diperbolehkan mengikuti pemulasaraan hingga pemakaman jenazah dengan standar pemulasaraan jenazah korona.

Agus Triyono mengatakan, setidaknya keluarga yang diperkenankan mengikuti proses pemulasaraan jenazah dibatasi dua orang. Sedangkan untuk proses pemakaman dibatasi lima orang. Tujuannya untuk meredam kasus pemulangan paksa jenazah korona seperti yang sudah terjadi di beberapa kota. Termasuk beberapa hari lalu, yang terjadi di salah satu kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, akses ini tidak serta-merta bisa dilaksanakan keluarga yang meninggal dengan pemulasaraan jenazah. Tetapi, mereka mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. Misalnya, harus mengenakan alat pelindung diri (APD) selama proses itu berlangsung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSelama ini, pemakaman jenazah dengan pemulasaraan korona memang dilakukan petugas saja. Akibatnya, tak jarang keluarga yang mengambil paksa untuk dimakamkan sendiri. Untuk mengantisipasi itu, Pemkab Lumajang saat ini mengizinkan keluarga mengikuti pemulasaraan, tetapi terbatas.

Sekitar pukul 12.00, Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono bersama jajaran forkopimda menggelar rapat di ruang Mahameru. Rapat itu membahas teknis bagaimana keluarga diperbolehkan mengikuti pemulasaraan hingga pemakaman jenazah dengan standar pemulasaraan jenazah korona.

Agus Triyono mengatakan, setidaknya keluarga yang diperkenankan mengikuti proses pemulasaraan jenazah dibatasi dua orang. Sedangkan untuk proses pemakaman dibatasi lima orang. Tujuannya untuk meredam kasus pemulangan paksa jenazah korona seperti yang sudah terjadi di beberapa kota. Termasuk beberapa hari lalu, yang terjadi di salah satu kecamatan.

Namun, akses ini tidak serta-merta bisa dilaksanakan keluarga yang meninggal dengan pemulasaraan jenazah. Tetapi, mereka mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. Misalnya, harus mengenakan alat pelindung diri (APD) selama proses itu berlangsung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSelama ini, pemakaman jenazah dengan pemulasaraan korona memang dilakukan petugas saja. Akibatnya, tak jarang keluarga yang mengambil paksa untuk dimakamkan sendiri. Untuk mengantisipasi itu, Pemkab Lumajang saat ini mengizinkan keluarga mengikuti pemulasaraan, tetapi terbatas.

Sekitar pukul 12.00, Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono bersama jajaran forkopimda menggelar rapat di ruang Mahameru. Rapat itu membahas teknis bagaimana keluarga diperbolehkan mengikuti pemulasaraan hingga pemakaman jenazah dengan standar pemulasaraan jenazah korona.

Agus Triyono mengatakan, setidaknya keluarga yang diperkenankan mengikuti proses pemulasaraan jenazah dibatasi dua orang. Sedangkan untuk proses pemakaman dibatasi lima orang. Tujuannya untuk meredam kasus pemulangan paksa jenazah korona seperti yang sudah terjadi di beberapa kota. Termasuk beberapa hari lalu, yang terjadi di salah satu kecamatan.

Namun, akses ini tidak serta-merta bisa dilaksanakan keluarga yang meninggal dengan pemulasaraan jenazah. Tetapi, mereka mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan yang ditetapkan. Misalnya, harus mengenakan alat pelindung diri (APD) selama proses itu berlangsung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/