Bawa Catatan agar Fokus

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagai seorang santri, dawuh seorang guru atau kiai sangat berperan. Sebab, ilmu yang diajarkan akan berguna bagi kehidupan mendatang. Tidak terkecuali bagi Ihya Ulumuddin. Lelaki kelahiran Probolinggo tersebut memegang prinsip dasar dawuh seorang guru. Terutama dalam hal menyiarkan ajaran Islam ke masyarakat.

Ihya, sapaan akrabnya, mengungkapkan, dia hendak mengurangi interaksi dengan kitab dan hal lain tentang agama. Namun, hal itu tidak selalu gagal. “Pernah ada keinginan untuk mengurangi interaksi dengan kitab. Tetapi, saat ingin jauh sulit sekali. Pasti akan bertemu dengan kitab lagi. Barangkali itu pesan kiai yang menentukan kehidupan saya sebagai santri,” ungkapnya.

Hal tersebut memantapkannya menjadi salah seorang pendakwah di Lumajang. “Sebenarnya saya tidak layak disebut sebagai pendakwah. Sebab, bagi saya mengajarkan ilmu agama itu penting. Sebab, guru saya berpesan untuk terus mengajarkan agama. Terutama kitab-kitab yang sudah saya pelajari ke masyarakat umum,” katanya.

Lelaki yang pernah menempuh pendidikan magister di UINSA Surabaya tersebut menjelaskan, pengalaman berdakwah dari satu tempat ke tempat lain membentuk kepercayaan dirinya. Sebab, diakui, dia masih sering dredeg di depan banyak orang.