alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ajukan Formulir Baru ke Provinsi

Karena Ratusan Mengalami Kerusakan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendataan keluarga tahun 2021 (PK 21) sudah berjalan sebulan. Namun, program tersebut belum dapat berjalan dengan maksimal. Sebab, ada beberapa kendala yang menghambat. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Kabupaten Lumajang menemukan ratusan formulir pendataan rusak.

Hal tersebut terjadi di Desa Kaliuling, Tempursari. Lebih dari 400 formulir PK 21 rusak akibat terdampak gempa. Tentu, hal tersebut menyulitkan pendataan. “Ada tiga kader di Dusun Iburojo, Kaliuling, yang terdampak gempa. Sebanyak 400 lebih berkas formulir tertimbun reruntuhan bangunan. Hal itu menyebabkan PK 21 berhenti sementara,” kata Joko Sri Mardyanto, Kasi Dalduk dan Informasi Keluarga DPPKBPP.

DATANGI BUPATI: Sejumlah kader pendata didampingi DPPKBPP Lumajang melakukan pendataan
keluarga 2021 ke Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beberapa waktu lalu. Secara keseluruhan, pejabat
pemerintah juga didata oleh kader.

Joko menjelaskan, selama sepekan, pendataan tidak dapat dilakukan. Sebab, kondisi bencana yang tidak memungkinkan. “Sepekan pascabencana, para kader mulai melakukan pendataan lagi. Tetapi, tidak menggunakan formulir, karena memang sudah rusak. Namun, ada beberapa berkas yang masih bisa digunakan sebagai acuan pendataan. Jadi, sementara kader mendata secara manual dengan buku,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendataan keluarga tahun 2021 (PK 21) sudah berjalan sebulan. Namun, program tersebut belum dapat berjalan dengan maksimal. Sebab, ada beberapa kendala yang menghambat. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Kabupaten Lumajang menemukan ratusan formulir pendataan rusak.

Hal tersebut terjadi di Desa Kaliuling, Tempursari. Lebih dari 400 formulir PK 21 rusak akibat terdampak gempa. Tentu, hal tersebut menyulitkan pendataan. “Ada tiga kader di Dusun Iburojo, Kaliuling, yang terdampak gempa. Sebanyak 400 lebih berkas formulir tertimbun reruntuhan bangunan. Hal itu menyebabkan PK 21 berhenti sementara,” kata Joko Sri Mardyanto, Kasi Dalduk dan Informasi Keluarga DPPKBPP.

DATANGI BUPATI: Sejumlah kader pendata didampingi DPPKBPP Lumajang melakukan pendataan
keluarga 2021 ke Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beberapa waktu lalu. Secara keseluruhan, pejabat
pemerintah juga didata oleh kader.

Joko menjelaskan, selama sepekan, pendataan tidak dapat dilakukan. Sebab, kondisi bencana yang tidak memungkinkan. “Sepekan pascabencana, para kader mulai melakukan pendataan lagi. Tetapi, tidak menggunakan formulir, karena memang sudah rusak. Namun, ada beberapa berkas yang masih bisa digunakan sebagai acuan pendataan. Jadi, sementara kader mendata secara manual dengan buku,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pendataan keluarga tahun 2021 (PK 21) sudah berjalan sebulan. Namun, program tersebut belum dapat berjalan dengan maksimal. Sebab, ada beberapa kendala yang menghambat. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Kabupaten Lumajang menemukan ratusan formulir pendataan rusak.

Hal tersebut terjadi di Desa Kaliuling, Tempursari. Lebih dari 400 formulir PK 21 rusak akibat terdampak gempa. Tentu, hal tersebut menyulitkan pendataan. “Ada tiga kader di Dusun Iburojo, Kaliuling, yang terdampak gempa. Sebanyak 400 lebih berkas formulir tertimbun reruntuhan bangunan. Hal itu menyebabkan PK 21 berhenti sementara,” kata Joko Sri Mardyanto, Kasi Dalduk dan Informasi Keluarga DPPKBPP.

DATANGI BUPATI: Sejumlah kader pendata didampingi DPPKBPP Lumajang melakukan pendataan
keluarga 2021 ke Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beberapa waktu lalu. Secara keseluruhan, pejabat
pemerintah juga didata oleh kader.

Joko menjelaskan, selama sepekan, pendataan tidak dapat dilakukan. Sebab, kondisi bencana yang tidak memungkinkan. “Sepekan pascabencana, para kader mulai melakukan pendataan lagi. Tetapi, tidak menggunakan formulir, karena memang sudah rusak. Namun, ada beberapa berkas yang masih bisa digunakan sebagai acuan pendataan. Jadi, sementara kader mendata secara manual dengan buku,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/