alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Desak Pengajuan Raperda Disabilitas

Ditarget Pertengahan Tahun Beres

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebulan lalu, sejumlah aktivis penyandang disabilitas mendesak DPRD segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas Lumajang. Namun, upaya itu alot. Sehingga, para aktivis didampingi pendamping menempuh cara lain. Mereka menggelar audiensi dengan bupati dan sejumlah dinas, kemarin.

Setidaknya, ada 23 pokok pembahasan yang disampaikan di Ruang Mahameru, Gedung Pemkab Lumajang. Isi aspirasi tersebut persis disampaikan ke DPRD. “Bulan lalu, kami sudah menyampaikan ke DPRD. Namun, jawaban yang kami dapatkan raperda ini sulit untuk direalisasikan,” kata Ratnaningsih, pendamping penyandang disabilitas.

Ratna mengungkapkan, audiensi ini menjadi titik terang upaya aktivis memperjuangkan raperda disabilitas. Sebab, pemerintah yang dihadiri langsung oleh bupati menyambut dengan baik. “Ini seperti gayung bersambut. Ada Pak Bupati dan beberapa dinas. Ini juga bagian dari langkah baik untuk mempertemukan penyandang disabilitas dengan pemerintah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Ali Muslimin, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang, mengatakan Raperda Disabilitas penting untuk disusun dan disahkan. Menurutnya, hal tersebut akan memastikan kesejahteraan penyandang disabilitas. “Kami meminta agar pemerintah segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas,” katanya.

Raperda tersebut, lanjut Muslimin, akan mematahkan stigma ketidakberdayaan disabilitas di tengah masyarakat. “Saat saya masih sekolah, guru membedakan saya dengan siswa normal lainnya. Mereka iba dan kasihan ketika saya beraktivitas seperti yang lain. Nah, kami tidak ingin hal seperti ini terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, raperda ini sangat penting, terutama bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebulan lalu, sejumlah aktivis penyandang disabilitas mendesak DPRD segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas Lumajang. Namun, upaya itu alot. Sehingga, para aktivis didampingi pendamping menempuh cara lain. Mereka menggelar audiensi dengan bupati dan sejumlah dinas, kemarin.

Setidaknya, ada 23 pokok pembahasan yang disampaikan di Ruang Mahameru, Gedung Pemkab Lumajang. Isi aspirasi tersebut persis disampaikan ke DPRD. “Bulan lalu, kami sudah menyampaikan ke DPRD. Namun, jawaban yang kami dapatkan raperda ini sulit untuk direalisasikan,” kata Ratnaningsih, pendamping penyandang disabilitas.

Ratna mengungkapkan, audiensi ini menjadi titik terang upaya aktivis memperjuangkan raperda disabilitas. Sebab, pemerintah yang dihadiri langsung oleh bupati menyambut dengan baik. “Ini seperti gayung bersambut. Ada Pak Bupati dan beberapa dinas. Ini juga bagian dari langkah baik untuk mempertemukan penyandang disabilitas dengan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ali Muslimin, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang, mengatakan Raperda Disabilitas penting untuk disusun dan disahkan. Menurutnya, hal tersebut akan memastikan kesejahteraan penyandang disabilitas. “Kami meminta agar pemerintah segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas,” katanya.

Raperda tersebut, lanjut Muslimin, akan mematahkan stigma ketidakberdayaan disabilitas di tengah masyarakat. “Saat saya masih sekolah, guru membedakan saya dengan siswa normal lainnya. Mereka iba dan kasihan ketika saya beraktivitas seperti yang lain. Nah, kami tidak ingin hal seperti ini terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, raperda ini sangat penting, terutama bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebulan lalu, sejumlah aktivis penyandang disabilitas mendesak DPRD segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas Lumajang. Namun, upaya itu alot. Sehingga, para aktivis didampingi pendamping menempuh cara lain. Mereka menggelar audiensi dengan bupati dan sejumlah dinas, kemarin.

Setidaknya, ada 23 pokok pembahasan yang disampaikan di Ruang Mahameru, Gedung Pemkab Lumajang. Isi aspirasi tersebut persis disampaikan ke DPRD. “Bulan lalu, kami sudah menyampaikan ke DPRD. Namun, jawaban yang kami dapatkan raperda ini sulit untuk direalisasikan,” kata Ratnaningsih, pendamping penyandang disabilitas.

Ratna mengungkapkan, audiensi ini menjadi titik terang upaya aktivis memperjuangkan raperda disabilitas. Sebab, pemerintah yang dihadiri langsung oleh bupati menyambut dengan baik. “Ini seperti gayung bersambut. Ada Pak Bupati dan beberapa dinas. Ini juga bagian dari langkah baik untuk mempertemukan penyandang disabilitas dengan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ali Muslimin, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang, mengatakan Raperda Disabilitas penting untuk disusun dan disahkan. Menurutnya, hal tersebut akan memastikan kesejahteraan penyandang disabilitas. “Kami meminta agar pemerintah segera menyusun dan mengesahkan Perda Disabilitas,” katanya.

Raperda tersebut, lanjut Muslimin, akan mematahkan stigma ketidakberdayaan disabilitas di tengah masyarakat. “Saat saya masih sekolah, guru membedakan saya dengan siswa normal lainnya. Mereka iba dan kasihan ketika saya beraktivitas seperti yang lain. Nah, kami tidak ingin hal seperti ini terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, raperda ini sangat penting, terutama bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/