alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Relokasi Rumah Belum Dibahas

Warga Terdampak Menumpang di Rumah Saudara

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah bencana tanah longsor, belum ada pembahasan relokasi tujuh rumah warga Sawaran Kulon, Kedungjajang. Selama ini mereka masih bertahan di posko Balai Desa. Besok, mereka akan meninggalkan posko, namun tidak kembali ke rumah. Sebab, rumah mereka rusak berat dan tidak dapat dihuni.

Tempat tinggal sementara adalah rumah saudara. Hal tersebut dipilih, karena belum ada kejelasan pembangunan rumah. Padahal, mereka berharap segera menempati rumah baru. “Jadi, besok tidak ada yang di balai desa. Tapi ke rumah saudara. Kalau posko tetap di balai desa,” ujar Sugeng, Kepala Desa Sawaran Kulon.

Dia mengatakan belum ada pembahasan relokasi rumah. Namun, dia mendengar Bupati Lumajang Thoriqul Haq memerintahkan pihak perkebunan karet segera membangun rumah. “Rincinya belum dibahas. Tapi saya dengar Bupati memerintahkan pimpinan perkebunan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihak kebun, lanjut Sugeng, akan menyediakan lahan dan bantuan kayu untuk mereka. Lokasinya berjarak 200 meter dari tempat kejadian. “Segera akan kita bahas. Rencananya sebulan lagi bisa dibangun rumah. Tapi kita masih menunggu bantuan. Kalau ada yang ingin membantu, kita berharap donasi uang agar bisa dialokasikan untuk membeli material bangunan,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo Laksana mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi kerugian. Tim reaksi cepat yang diturunkan hanya melengkapi kebutuhan sehari-hari warga terdampak. “Kita baru menghitung kerusakan. Untuk bantuan pembangunan masih belum,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah bencana tanah longsor, belum ada pembahasan relokasi tujuh rumah warga Sawaran Kulon, Kedungjajang. Selama ini mereka masih bertahan di posko Balai Desa. Besok, mereka akan meninggalkan posko, namun tidak kembali ke rumah. Sebab, rumah mereka rusak berat dan tidak dapat dihuni.

Tempat tinggal sementara adalah rumah saudara. Hal tersebut dipilih, karena belum ada kejelasan pembangunan rumah. Padahal, mereka berharap segera menempati rumah baru. “Jadi, besok tidak ada yang di balai desa. Tapi ke rumah saudara. Kalau posko tetap di balai desa,” ujar Sugeng, Kepala Desa Sawaran Kulon.

Dia mengatakan belum ada pembahasan relokasi rumah. Namun, dia mendengar Bupati Lumajang Thoriqul Haq memerintahkan pihak perkebunan karet segera membangun rumah. “Rincinya belum dibahas. Tapi saya dengar Bupati memerintahkan pimpinan perkebunan,” katanya.

Pihak kebun, lanjut Sugeng, akan menyediakan lahan dan bantuan kayu untuk mereka. Lokasinya berjarak 200 meter dari tempat kejadian. “Segera akan kita bahas. Rencananya sebulan lagi bisa dibangun rumah. Tapi kita masih menunggu bantuan. Kalau ada yang ingin membantu, kita berharap donasi uang agar bisa dialokasikan untuk membeli material bangunan,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo Laksana mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi kerugian. Tim reaksi cepat yang diturunkan hanya melengkapi kebutuhan sehari-hari warga terdampak. “Kita baru menghitung kerusakan. Untuk bantuan pembangunan masih belum,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sepekan setelah bencana tanah longsor, belum ada pembahasan relokasi tujuh rumah warga Sawaran Kulon, Kedungjajang. Selama ini mereka masih bertahan di posko Balai Desa. Besok, mereka akan meninggalkan posko, namun tidak kembali ke rumah. Sebab, rumah mereka rusak berat dan tidak dapat dihuni.

Tempat tinggal sementara adalah rumah saudara. Hal tersebut dipilih, karena belum ada kejelasan pembangunan rumah. Padahal, mereka berharap segera menempati rumah baru. “Jadi, besok tidak ada yang di balai desa. Tapi ke rumah saudara. Kalau posko tetap di balai desa,” ujar Sugeng, Kepala Desa Sawaran Kulon.

Dia mengatakan belum ada pembahasan relokasi rumah. Namun, dia mendengar Bupati Lumajang Thoriqul Haq memerintahkan pihak perkebunan karet segera membangun rumah. “Rincinya belum dibahas. Tapi saya dengar Bupati memerintahkan pimpinan perkebunan,” katanya.

Pihak kebun, lanjut Sugeng, akan menyediakan lahan dan bantuan kayu untuk mereka. Lokasinya berjarak 200 meter dari tempat kejadian. “Segera akan kita bahas. Rencananya sebulan lagi bisa dibangun rumah. Tapi kita masih menunggu bantuan. Kalau ada yang ingin membantu, kita berharap donasi uang agar bisa dialokasikan untuk membeli material bangunan,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Indra Wibowo Laksana mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi kerugian. Tim reaksi cepat yang diturunkan hanya melengkapi kebutuhan sehari-hari warga terdampak. “Kita baru menghitung kerusakan. Untuk bantuan pembangunan masih belum,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/