alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Belasan ASN Daftar Dewan Pendidikan

Ada 10 Orang Alumni Magister dan Seorang Doktor

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan anggota dewan pendidikan 2021 sampai 2025 telah berjalan. Bahkan tahapan tes wawancaranya pun juga telah selesai. Ada puluhan orang yang terdaftar dalam pencalonan tersebut, belasan diantaranya berasal dari kalangan ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 22 orang yang lolos administrasi dan selesai melakukan tes wawancara, kemarin. Sebagian besar rata-rata berasal dari profesi guru ASN yang berjumlah 12 orang, kemudian beberapa dosen perguruan tinggi, pensiunan guru serta pekerja wiraswasta.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, butuh orang yang benar-benar profesional untuk mengisi anggota dewan pendidikan. Sebab, tantangan pendidikan tentu ke depan bakal semakin kompleks, perlu orang yang bisa memahami persoalan dengan komprehensif.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pemilihan ini sangat terbuka oleh siapapun. Makanya kami seleksi secara administrasi, rekam jejak dan wawancara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nugroho Dwi Atmoko mengakui jika kebanyakan pendaftar memang berasal dari kalangan ASN. Terutama guru dan kepala sekolah. Menurutnya, komitmen untuk mengabdikan diri itu sudah terjawab ketika melakukan tes wawancara. Sebab, mengingat tugas anggota dewan pendidikan cukup berat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan anggota dewan pendidikan 2021 sampai 2025 telah berjalan. Bahkan tahapan tes wawancaranya pun juga telah selesai. Ada puluhan orang yang terdaftar dalam pencalonan tersebut, belasan diantaranya berasal dari kalangan ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 22 orang yang lolos administrasi dan selesai melakukan tes wawancara, kemarin. Sebagian besar rata-rata berasal dari profesi guru ASN yang berjumlah 12 orang, kemudian beberapa dosen perguruan tinggi, pensiunan guru serta pekerja wiraswasta.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, butuh orang yang benar-benar profesional untuk mengisi anggota dewan pendidikan. Sebab, tantangan pendidikan tentu ke depan bakal semakin kompleks, perlu orang yang bisa memahami persoalan dengan komprehensif.

“Pemilihan ini sangat terbuka oleh siapapun. Makanya kami seleksi secara administrasi, rekam jejak dan wawancara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nugroho Dwi Atmoko mengakui jika kebanyakan pendaftar memang berasal dari kalangan ASN. Terutama guru dan kepala sekolah. Menurutnya, komitmen untuk mengabdikan diri itu sudah terjawab ketika melakukan tes wawancara. Sebab, mengingat tugas anggota dewan pendidikan cukup berat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tahapan pemilihan anggota dewan pendidikan 2021 sampai 2025 telah berjalan. Bahkan tahapan tes wawancaranya pun juga telah selesai. Ada puluhan orang yang terdaftar dalam pencalonan tersebut, belasan diantaranya berasal dari kalangan ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada sekitar 22 orang yang lolos administrasi dan selesai melakukan tes wawancara, kemarin. Sebagian besar rata-rata berasal dari profesi guru ASN yang berjumlah 12 orang, kemudian beberapa dosen perguruan tinggi, pensiunan guru serta pekerja wiraswasta.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, butuh orang yang benar-benar profesional untuk mengisi anggota dewan pendidikan. Sebab, tantangan pendidikan tentu ke depan bakal semakin kompleks, perlu orang yang bisa memahami persoalan dengan komprehensif.

“Pemilihan ini sangat terbuka oleh siapapun. Makanya kami seleksi secara administrasi, rekam jejak dan wawancara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nugroho Dwi Atmoko mengakui jika kebanyakan pendaftar memang berasal dari kalangan ASN. Terutama guru dan kepala sekolah. Menurutnya, komitmen untuk mengabdikan diri itu sudah terjawab ketika melakukan tes wawancara. Sebab, mengingat tugas anggota dewan pendidikan cukup berat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/