alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Sertifikat Elektronik Rawan Disalahgunakan

BPN Masih Menunggu Petunjuk Teknis dari Pusat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pembuatan sertifikat tanah yang biasanya berupa sertifikat fisik berubah menjadi sertifikat elektronik bakal diterapkan. Tetapi tidak secara masif, melainkan bertahap. Untuk Kabupaten Lumajang sendiri pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis.

Tahun ini ada puluhan desa yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ada 30 ribu bidang target pengukuran tanah. Sementara, untuk target pembuatan sertifikat hampir naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Setidaknya ada sekitar 49.650 sertifikat.

Plt Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Lumajang Wiryawan mengatakan, pembuatan sertifikat masih sama seperti di tahun-tahun sebelumnya. Belum berubah, masih menggunakan sertifikat analog atau sertifikat fisik. Termasuk program PTSL yang menyasar 26 desa di Lumajang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pembuatan sertifikat tanah yang biasanya berupa sertifikat fisik berubah menjadi sertifikat elektronik bakal diterapkan. Tetapi tidak secara masif, melainkan bertahap. Untuk Kabupaten Lumajang sendiri pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis.

Tahun ini ada puluhan desa yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ada 30 ribu bidang target pengukuran tanah. Sementara, untuk target pembuatan sertifikat hampir naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Setidaknya ada sekitar 49.650 sertifikat.

Plt Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Lumajang Wiryawan mengatakan, pembuatan sertifikat masih sama seperti di tahun-tahun sebelumnya. Belum berubah, masih menggunakan sertifikat analog atau sertifikat fisik. Termasuk program PTSL yang menyasar 26 desa di Lumajang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kebijakan pembuatan sertifikat tanah yang biasanya berupa sertifikat fisik berubah menjadi sertifikat elektronik bakal diterapkan. Tetapi tidak secara masif, melainkan bertahap. Untuk Kabupaten Lumajang sendiri pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis.

Tahun ini ada puluhan desa yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ada 30 ribu bidang target pengukuran tanah. Sementara, untuk target pembuatan sertifikat hampir naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Setidaknya ada sekitar 49.650 sertifikat.

Plt Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Lumajang Wiryawan mengatakan, pembuatan sertifikat masih sama seperti di tahun-tahun sebelumnya. Belum berubah, masih menggunakan sertifikat analog atau sertifikat fisik. Termasuk program PTSL yang menyasar 26 desa di Lumajang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/