alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Honor GTT Telat Sepekan

Masih Proses Verifikasi dan SK Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterlambatan pemberian honor pada tenaga pendidikan di seluruh sekolah di Lumajang dikeluhkan guru tidak tetap (GTT). Sebagian besar yang hanya menggantungkan sumber pendapatannya pada profesi itu menggerutu dan meminta honornya segera dicairkan.

Setidaknya, ada sekitar 3.281 GTT maupun tenaga honorer sekolah yang harus bersabar. Sebab, belum menerima honor sama sekali. Padahal biasanya paling lambat penerimaan honor dari pemkab tersebut cair setiap akhir bulan. Namun, untuk bulan ini mengalami sedikit kemoloran.

“Kami sadar, tidak boleh terlalu berharap. Tapi honor yang biasanya masuk rekening pada akhir bulan masih kosong. Ditambah honor dari sekolah juga masih belum cair. Tolong diperhatikan, meskipun pembelajarannya tidak seperti biasanya, daring dan Sinau Bareng butuh biaya operasional,” ucap salah seorang GTT yang enggan disebut namanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, pihaknya memang belum bisa mencairkan honor tersebut. Sebab, masih menunggu proses pendataan dan validasi data dari Dinas Pendidikan Lumajang. Setelah dilakukan penetapan melalui SK bupati, baru bisa diajukan pencairan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterlambatan pemberian honor pada tenaga pendidikan di seluruh sekolah di Lumajang dikeluhkan guru tidak tetap (GTT). Sebagian besar yang hanya menggantungkan sumber pendapatannya pada profesi itu menggerutu dan meminta honornya segera dicairkan.

Setidaknya, ada sekitar 3.281 GTT maupun tenaga honorer sekolah yang harus bersabar. Sebab, belum menerima honor sama sekali. Padahal biasanya paling lambat penerimaan honor dari pemkab tersebut cair setiap akhir bulan. Namun, untuk bulan ini mengalami sedikit kemoloran.

“Kami sadar, tidak boleh terlalu berharap. Tapi honor yang biasanya masuk rekening pada akhir bulan masih kosong. Ditambah honor dari sekolah juga masih belum cair. Tolong diperhatikan, meskipun pembelajarannya tidak seperti biasanya, daring dan Sinau Bareng butuh biaya operasional,” ucap salah seorang GTT yang enggan disebut namanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, pihaknya memang belum bisa mencairkan honor tersebut. Sebab, masih menunggu proses pendataan dan validasi data dari Dinas Pendidikan Lumajang. Setelah dilakukan penetapan melalui SK bupati, baru bisa diajukan pencairan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keterlambatan pemberian honor pada tenaga pendidikan di seluruh sekolah di Lumajang dikeluhkan guru tidak tetap (GTT). Sebagian besar yang hanya menggantungkan sumber pendapatannya pada profesi itu menggerutu dan meminta honornya segera dicairkan.

Setidaknya, ada sekitar 3.281 GTT maupun tenaga honorer sekolah yang harus bersabar. Sebab, belum menerima honor sama sekali. Padahal biasanya paling lambat penerimaan honor dari pemkab tersebut cair setiap akhir bulan. Namun, untuk bulan ini mengalami sedikit kemoloran.

“Kami sadar, tidak boleh terlalu berharap. Tapi honor yang biasanya masuk rekening pada akhir bulan masih kosong. Ditambah honor dari sekolah juga masih belum cair. Tolong diperhatikan, meskipun pembelajarannya tidak seperti biasanya, daring dan Sinau Bareng butuh biaya operasional,” ucap salah seorang GTT yang enggan disebut namanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lumajang Sunyoto mengatakan, pihaknya memang belum bisa mencairkan honor tersebut. Sebab, masih menunggu proses pendataan dan validasi data dari Dinas Pendidikan Lumajang. Setelah dilakukan penetapan melalui SK bupati, baru bisa diajukan pencairan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/