alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Hujan Abu Kembali, Dampak Awan Panas Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG), pagi kemarin. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru, guguran tersebut terjadi pukul 08.35. Seismograf mencatat, aktivitas tersebut pada amplitudo maksimum (amak) 26 milimeter.

“Laporan yang kami terima, lama getarannya 969 detik dengan jarak luncur sekitar 5 kilo meter. Tetap mengarah ke aliran Besuk Kobokan dan Besuk Lengkong,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi.

Patria menjelaskan, status Gunung Semeru masih pada level III atau siaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran lahar. Meski demikian, pihaknya tetap memantau aktivitas tim maupun relawan yang bertugas di sekitar Gunung Semeru. Koordinasi antarpihak terus dilakukan. Harapannya, perkembangan yang ada di lapangan dapat disampaikan dengan cepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat APG tersebut, sejumlah kecamatan terdampak hujan abu. Di antaranya Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasrujambe, Pasirian, dan Lumajang. “Angin bertiup cukup kencang dan intensitasnya tidak besar. Tetapi bisa dirasakan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG), pagi kemarin. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru, guguran tersebut terjadi pukul 08.35. Seismograf mencatat, aktivitas tersebut pada amplitudo maksimum (amak) 26 milimeter.

“Laporan yang kami terima, lama getarannya 969 detik dengan jarak luncur sekitar 5 kilo meter. Tetap mengarah ke aliran Besuk Kobokan dan Besuk Lengkong,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi.

Patria menjelaskan, status Gunung Semeru masih pada level III atau siaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran lahar. Meski demikian, pihaknya tetap memantau aktivitas tim maupun relawan yang bertugas di sekitar Gunung Semeru. Koordinasi antarpihak terus dilakukan. Harapannya, perkembangan yang ada di lapangan dapat disampaikan dengan cepat.

Akibat APG tersebut, sejumlah kecamatan terdampak hujan abu. Di antaranya Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasrujambe, Pasirian, dan Lumajang. “Angin bertiup cukup kencang dan intensitasnya tidak besar. Tetapi bisa dirasakan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG), pagi kemarin. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru, guguran tersebut terjadi pukul 08.35. Seismograf mencatat, aktivitas tersebut pada amplitudo maksimum (amak) 26 milimeter.

“Laporan yang kami terima, lama getarannya 969 detik dengan jarak luncur sekitar 5 kilo meter. Tetap mengarah ke aliran Besuk Kobokan dan Besuk Lengkong,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi.

Patria menjelaskan, status Gunung Semeru masih pada level III atau siaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran lahar. Meski demikian, pihaknya tetap memantau aktivitas tim maupun relawan yang bertugas di sekitar Gunung Semeru. Koordinasi antarpihak terus dilakukan. Harapannya, perkembangan yang ada di lapangan dapat disampaikan dengan cepat.

Akibat APG tersebut, sejumlah kecamatan terdampak hujan abu. Di antaranya Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasrujambe, Pasirian, dan Lumajang. “Angin bertiup cukup kencang dan intensitasnya tidak besar. Tetapi bisa dirasakan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/