alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tempe Mulai Langka, Harga Makin Mahal

Pemerintah Mulai Rancang Diversifikasi Pangan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya harga kedelai di beberapa daerah ternyata juga berimbas di Lumajang. Beberapa makanan olahan yang terbuat dari kedelai harganya mulai merangkak naik. Bahkan barangnya mulai langka. Seperti tempe yang dikeluhkan oleh para pedagang keliling. Tidak sedikit pembeli terkejut karena harga tempe mulai tidak masuk akal.

Salah satu pedagang keliling atau mlijo di Keluarahan Citrodiwangsan menyatakan, harganya memang cukup mahal. Terutama dalam sepekan terakhir. Harga seperempat potong tempe sudah mencapai Rp 2 ribu. “Harga kedelai saja di pasar mencapai Rp 9,5 ribu. Berbeda jauh dengan harga sebelumnya yang hanya Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu,” ucapnya.

Solusi satu-satunya solusi adalah bertumpu terhadap produk lokal. Sebab, mayoritas kedelai yang ada di dalam negeri semuanya didominasi oleh produk luar. Sedangkan kondisi produk impor kedelai sekarang tersendat. Langkanya keberadaan komoditas kedelai tersebut membuat harganya cukup melambung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya harga kedelai di beberapa daerah ternyata juga berimbas di Lumajang. Beberapa makanan olahan yang terbuat dari kedelai harganya mulai merangkak naik. Bahkan barangnya mulai langka. Seperti tempe yang dikeluhkan oleh para pedagang keliling. Tidak sedikit pembeli terkejut karena harga tempe mulai tidak masuk akal.

Salah satu pedagang keliling atau mlijo di Keluarahan Citrodiwangsan menyatakan, harganya memang cukup mahal. Terutama dalam sepekan terakhir. Harga seperempat potong tempe sudah mencapai Rp 2 ribu. “Harga kedelai saja di pasar mencapai Rp 9,5 ribu. Berbeda jauh dengan harga sebelumnya yang hanya Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu,” ucapnya.

Solusi satu-satunya solusi adalah bertumpu terhadap produk lokal. Sebab, mayoritas kedelai yang ada di dalam negeri semuanya didominasi oleh produk luar. Sedangkan kondisi produk impor kedelai sekarang tersendat. Langkanya keberadaan komoditas kedelai tersebut membuat harganya cukup melambung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melonjaknya harga kedelai di beberapa daerah ternyata juga berimbas di Lumajang. Beberapa makanan olahan yang terbuat dari kedelai harganya mulai merangkak naik. Bahkan barangnya mulai langka. Seperti tempe yang dikeluhkan oleh para pedagang keliling. Tidak sedikit pembeli terkejut karena harga tempe mulai tidak masuk akal.

Salah satu pedagang keliling atau mlijo di Keluarahan Citrodiwangsan menyatakan, harganya memang cukup mahal. Terutama dalam sepekan terakhir. Harga seperempat potong tempe sudah mencapai Rp 2 ribu. “Harga kedelai saja di pasar mencapai Rp 9,5 ribu. Berbeda jauh dengan harga sebelumnya yang hanya Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu,” ucapnya.

Solusi satu-satunya solusi adalah bertumpu terhadap produk lokal. Sebab, mayoritas kedelai yang ada di dalam negeri semuanya didominasi oleh produk luar. Sedangkan kondisi produk impor kedelai sekarang tersendat. Langkanya keberadaan komoditas kedelai tersebut membuat harganya cukup melambung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/