alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mencari Ibu Kandung Belum Ketemu sejak Erupsi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Air mata Hervita terus menetes menunggu kepastian keselamatan keluarganya. Sejak dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 dia berdiam diri di kantor Desa Penanggal Kecamatan Candipuro. Dia bersama suaminya mencari kabar terbaru ibu kandungnya.

Sebelumnya, perempuan yang berusia 25 tahun ini datang dari Surabaya bersama suaminya, Barizi. Mendengar kabar Gunung Semeru erupsi, keduanya langsung pulang kampung menuju Lumajang. Lokasi pertama yang dituju yaitu Puskemas Penanggal, tetapi dia tidak menemukan ibunya.

“Saya langsung ke posko di Sumbermujur, yang ada hanya bibi dan anak-anaknya, ponakan saya. Ibu saya belum ada kabar. Ibu dan mbah sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pasangan ini baru dua tahun pergi merantau ke Surabaya. Sejak pandemi korona, perjumpaan mereka dengan keluarga semakin terbatas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Air mata Hervita terus menetes menunggu kepastian keselamatan keluarganya. Sejak dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 dia berdiam diri di kantor Desa Penanggal Kecamatan Candipuro. Dia bersama suaminya mencari kabar terbaru ibu kandungnya.

Sebelumnya, perempuan yang berusia 25 tahun ini datang dari Surabaya bersama suaminya, Barizi. Mendengar kabar Gunung Semeru erupsi, keduanya langsung pulang kampung menuju Lumajang. Lokasi pertama yang dituju yaitu Puskemas Penanggal, tetapi dia tidak menemukan ibunya.

“Saya langsung ke posko di Sumbermujur, yang ada hanya bibi dan anak-anaknya, ponakan saya. Ibu saya belum ada kabar. Ibu dan mbah sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Pasangan ini baru dua tahun pergi merantau ke Surabaya. Sejak pandemi korona, perjumpaan mereka dengan keluarga semakin terbatas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Air mata Hervita terus menetes menunggu kepastian keselamatan keluarganya. Sejak dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 dia berdiam diri di kantor Desa Penanggal Kecamatan Candipuro. Dia bersama suaminya mencari kabar terbaru ibu kandungnya.

Sebelumnya, perempuan yang berusia 25 tahun ini datang dari Surabaya bersama suaminya, Barizi. Mendengar kabar Gunung Semeru erupsi, keduanya langsung pulang kampung menuju Lumajang. Lokasi pertama yang dituju yaitu Puskemas Penanggal, tetapi dia tidak menemukan ibunya.

“Saya langsung ke posko di Sumbermujur, yang ada hanya bibi dan anak-anaknya, ponakan saya. Ibu saya belum ada kabar. Ibu dan mbah sampai sekarang belum ketemu,” ujarnya.

Pasangan ini baru dua tahun pergi merantau ke Surabaya. Sejak pandemi korona, perjumpaan mereka dengan keluarga semakin terbatas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/