alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Ada Potensi Tsunami Setinggi 22 Meter di Lumajang

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pasuruan kembali mendatangi Lumajang. Selama dua hari ini, tim tersebut melakukan verifikasi lapangan serta memantau kesiapan Lumajang dalam melakukan mitigasi bencana. Bagaimana hasilnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

GELOMBANG tsunami di kawasan pantai selatan memang masih misteri. Entah kapan hasil kajian BMKG itu terbukti. Yang jelas, Pemkab Lumajang perlu segera melakukan mitigasi. Salah satunya menggalakkan penanaman pohon bakau atau mangrove di sepanjang bibir pantai. Sebab, hal itu diyakini dapat menahan gelombang air laut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun BMKG Pasuruan Akhmad Fauzi mengatakan, mangrove menjadi salah satu pohon kaya manfaat yang dapat ditanam di sepanjang bibir pantai. Selain bisa menjadi pendukung ekosistem habitat hewan laut, juga bisa menjadi pelindung kawasan pesisir.

“Kami belum mendapati hutan pohon mangrove yang ditanam di sepanjang bibir pantai ini. Padahal pohon itu memiliki keuntungan yang luar biasa, membendung abrasi, dapat menahan gelombang air laut, dan masih banyak manfaat lainnya yang bisa menjaga warga yang tinggal di pesisir,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Dwi Leksana mengatakan, sebetulnya tidak hanya menggalakkan penanaman pohon bakau, beberapa upaya lainnya juga terus diupayakan. Seperti membentuk desa tangguh bencana (destana) di beberapa kawasan.

“Kalau pohon mangrove ini kami sudah menanam di Pantai Bulurejo, Kecamatan Tempursari, beberapa waktu lalu. Rencananya, dalam waktu dekat juga akan menanam pohon itu di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Selanjutnya, daerah lain juga akan kebagian jatah untuk penanaman itu,” ujarnya.

Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan di beberapa titik yang berdekatan dengan pantai. Mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul yang aman di kawasan yang rentan terjadi bencana. “Kesiapan itu telah kami pikirkan dengan matang, makanya kami terus melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

GELOMBANG tsunami di kawasan pantai selatan memang masih misteri. Entah kapan hasil kajian BMKG itu terbukti. Yang jelas, Pemkab Lumajang perlu segera melakukan mitigasi. Salah satunya menggalakkan penanaman pohon bakau atau mangrove di sepanjang bibir pantai. Sebab, hal itu diyakini dapat menahan gelombang air laut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun BMKG Pasuruan Akhmad Fauzi mengatakan, mangrove menjadi salah satu pohon kaya manfaat yang dapat ditanam di sepanjang bibir pantai. Selain bisa menjadi pendukung ekosistem habitat hewan laut, juga bisa menjadi pelindung kawasan pesisir.

“Kami belum mendapati hutan pohon mangrove yang ditanam di sepanjang bibir pantai ini. Padahal pohon itu memiliki keuntungan yang luar biasa, membendung abrasi, dapat menahan gelombang air laut, dan masih banyak manfaat lainnya yang bisa menjaga warga yang tinggal di pesisir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Dwi Leksana mengatakan, sebetulnya tidak hanya menggalakkan penanaman pohon bakau, beberapa upaya lainnya juga terus diupayakan. Seperti membentuk desa tangguh bencana (destana) di beberapa kawasan.

“Kalau pohon mangrove ini kami sudah menanam di Pantai Bulurejo, Kecamatan Tempursari, beberapa waktu lalu. Rencananya, dalam waktu dekat juga akan menanam pohon itu di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Selanjutnya, daerah lain juga akan kebagian jatah untuk penanaman itu,” ujarnya.

Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan di beberapa titik yang berdekatan dengan pantai. Mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul yang aman di kawasan yang rentan terjadi bencana. “Kesiapan itu telah kami pikirkan dengan matang, makanya kami terus melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

GELOMBANG tsunami di kawasan pantai selatan memang masih misteri. Entah kapan hasil kajian BMKG itu terbukti. Yang jelas, Pemkab Lumajang perlu segera melakukan mitigasi. Salah satunya menggalakkan penanaman pohon bakau atau mangrove di sepanjang bibir pantai. Sebab, hal itu diyakini dapat menahan gelombang air laut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun BMKG Pasuruan Akhmad Fauzi mengatakan, mangrove menjadi salah satu pohon kaya manfaat yang dapat ditanam di sepanjang bibir pantai. Selain bisa menjadi pendukung ekosistem habitat hewan laut, juga bisa menjadi pelindung kawasan pesisir.

“Kami belum mendapati hutan pohon mangrove yang ditanam di sepanjang bibir pantai ini. Padahal pohon itu memiliki keuntungan yang luar biasa, membendung abrasi, dapat menahan gelombang air laut, dan masih banyak manfaat lainnya yang bisa menjaga warga yang tinggal di pesisir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Dwi Leksana mengatakan, sebetulnya tidak hanya menggalakkan penanaman pohon bakau, beberapa upaya lainnya juga terus diupayakan. Seperti membentuk desa tangguh bencana (destana) di beberapa kawasan.

“Kalau pohon mangrove ini kami sudah menanam di Pantai Bulurejo, Kecamatan Tempursari, beberapa waktu lalu. Rencananya, dalam waktu dekat juga akan menanam pohon itu di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Selanjutnya, daerah lain juga akan kebagian jatah untuk penanaman itu,” ujarnya.

Pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan di beberapa titik yang berdekatan dengan pantai. Mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul yang aman di kawasan yang rentan terjadi bencana. “Kesiapan itu telah kami pikirkan dengan matang, makanya kami terus melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/