alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Jembatan Darurat di Tempeh, Mangkrak Karena Biaya

Warga Swadaya, Pekerjaan Dilakukan Bertahap

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya akses jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, membuat aktivitas warga terganggu. Kemarin, warga setempat berinisiatif bakal membangun ulang. Sayangnya, terkendala biaya.

Untuk diketahui, putusnya jembatan darurat ini merupakan kedua kalinya setelah jembatan utama terputus. Otomatis, pembangunan jembatan darurat tersebut menjadi ketiga kalinya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Karena itu, biaya yang dikeluarkan warga untuk pembangunan itu juga tidak sedikit.

Arifin, warga yang didapuk sebagai pemegang kas pembangunan jembatan darurat, mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu menggunakan bahan-bahan yang berasal dari bambu. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan untuk merakit jembatan tidaklah murah. Sebab, berasal dari dana swadaya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk membangun jembatan itu menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta. Sedangkan uang yang terkumpul belum sebanyak itu. Karenanya, sementara ini pembangunan jembatan dicicil. “Semua bambu itu kami beli dari warga. Kalau peralatan, kami bisa pinjam. Tetapi, bahan-bahan itu semua beli, tidak gratis,” ujarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya akses jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, membuat aktivitas warga terganggu. Kemarin, warga setempat berinisiatif bakal membangun ulang. Sayangnya, terkendala biaya.

Untuk diketahui, putusnya jembatan darurat ini merupakan kedua kalinya setelah jembatan utama terputus. Otomatis, pembangunan jembatan darurat tersebut menjadi ketiga kalinya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Karena itu, biaya yang dikeluarkan warga untuk pembangunan itu juga tidak sedikit.

Arifin, warga yang didapuk sebagai pemegang kas pembangunan jembatan darurat, mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu menggunakan bahan-bahan yang berasal dari bambu. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan untuk merakit jembatan tidaklah murah. Sebab, berasal dari dana swadaya.

Untuk membangun jembatan itu menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta. Sedangkan uang yang terkumpul belum sebanyak itu. Karenanya, sementara ini pembangunan jembatan dicicil. “Semua bambu itu kami beli dari warga. Kalau peralatan, kami bisa pinjam. Tetapi, bahan-bahan itu semua beli, tidak gratis,” ujarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Putusnya akses jembatan darurat yang menghubungkan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, dengan Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, membuat aktivitas warga terganggu. Kemarin, warga setempat berinisiatif bakal membangun ulang. Sayangnya, terkendala biaya.

Untuk diketahui, putusnya jembatan darurat ini merupakan kedua kalinya setelah jembatan utama terputus. Otomatis, pembangunan jembatan darurat tersebut menjadi ketiga kalinya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Karena itu, biaya yang dikeluarkan warga untuk pembangunan itu juga tidak sedikit.

Arifin, warga yang didapuk sebagai pemegang kas pembangunan jembatan darurat, mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu menggunakan bahan-bahan yang berasal dari bambu. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan untuk merakit jembatan tidaklah murah. Sebab, berasal dari dana swadaya.

Untuk membangun jembatan itu menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta. Sedangkan uang yang terkumpul belum sebanyak itu. Karenanya, sementara ini pembangunan jembatan dicicil. “Semua bambu itu kami beli dari warga. Kalau peralatan, kami bisa pinjam. Tetapi, bahan-bahan itu semua beli, tidak gratis,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/