alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pelaku Wisata Lumajang Keluhkan Perpanjangan PPKM

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dampak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dirasakan banyak pihak. Tidak hanya pedagang yang terdampak. Pengelola wisata juga akhirnya mulai menjerit. Sebab, penerapannya terus diperpanjang di akhir pembatasan.

Kekecewaan pengelola wisata ini memang ditahan beberapa kali. Sejak diminta tutup menjelang Hari Raya Idul Fitri, beberapa bulan lalu, tanpa koordinasi. Kemudian, berlanjut hingga pembatasan bulan lalu. Akibatnya, pengelola bersama pedagang yang berjualan dilokasi wisata tidak bisa beroperasi.

Mufidun Amin, pengelola wisata Tirtosari View, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, contohnya. Dia mengaku, beberapa hari setelah penutupan Lebaran lalu, para pelaku wisata sempat mendapat angin segar. Sebab, dipersilakan buka dengan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang PPKM itu tujuannya untuk menekan penularan korona. Sehingga warga bisa membatasi mobilitasnya sendiri. Namun, perpanjangan yang diumumkan tiba-tiba membuat nasib pelaku wisata bisa sekarat. Berencana mau buka di akhir pembatasan, eh, malah diperpanjang,” katanya.

Menurutnya, meski dilakukan perpanjangan PPKM, Pemkab Lumajang juga melakukan pelonggaran sedikit demi sedikit. Misalnya mempersilakan para pelaku wisata membuka destinasinya dengan batasan 50 persen. Ditambah dengan catatan penerapan prokes yang dijalankan juga harus ketat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dampak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dirasakan banyak pihak. Tidak hanya pedagang yang terdampak. Pengelola wisata juga akhirnya mulai menjerit. Sebab, penerapannya terus diperpanjang di akhir pembatasan.

Kekecewaan pengelola wisata ini memang ditahan beberapa kali. Sejak diminta tutup menjelang Hari Raya Idul Fitri, beberapa bulan lalu, tanpa koordinasi. Kemudian, berlanjut hingga pembatasan bulan lalu. Akibatnya, pengelola bersama pedagang yang berjualan dilokasi wisata tidak bisa beroperasi.

Mufidun Amin, pengelola wisata Tirtosari View, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, contohnya. Dia mengaku, beberapa hari setelah penutupan Lebaran lalu, para pelaku wisata sempat mendapat angin segar. Sebab, dipersilakan buka dengan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen.

“Memang PPKM itu tujuannya untuk menekan penularan korona. Sehingga warga bisa membatasi mobilitasnya sendiri. Namun, perpanjangan yang diumumkan tiba-tiba membuat nasib pelaku wisata bisa sekarat. Berencana mau buka di akhir pembatasan, eh, malah diperpanjang,” katanya.

Menurutnya, meski dilakukan perpanjangan PPKM, Pemkab Lumajang juga melakukan pelonggaran sedikit demi sedikit. Misalnya mempersilakan para pelaku wisata membuka destinasinya dengan batasan 50 persen. Ditambah dengan catatan penerapan prokes yang dijalankan juga harus ketat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dampak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dirasakan banyak pihak. Tidak hanya pedagang yang terdampak. Pengelola wisata juga akhirnya mulai menjerit. Sebab, penerapannya terus diperpanjang di akhir pembatasan.

Kekecewaan pengelola wisata ini memang ditahan beberapa kali. Sejak diminta tutup menjelang Hari Raya Idul Fitri, beberapa bulan lalu, tanpa koordinasi. Kemudian, berlanjut hingga pembatasan bulan lalu. Akibatnya, pengelola bersama pedagang yang berjualan dilokasi wisata tidak bisa beroperasi.

Mufidun Amin, pengelola wisata Tirtosari View, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, contohnya. Dia mengaku, beberapa hari setelah penutupan Lebaran lalu, para pelaku wisata sempat mendapat angin segar. Sebab, dipersilakan buka dengan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen.

“Memang PPKM itu tujuannya untuk menekan penularan korona. Sehingga warga bisa membatasi mobilitasnya sendiri. Namun, perpanjangan yang diumumkan tiba-tiba membuat nasib pelaku wisata bisa sekarat. Berencana mau buka di akhir pembatasan, eh, malah diperpanjang,” katanya.

Menurutnya, meski dilakukan perpanjangan PPKM, Pemkab Lumajang juga melakukan pelonggaran sedikit demi sedikit. Misalnya mempersilakan para pelaku wisata membuka destinasinya dengan batasan 50 persen. Ditambah dengan catatan penerapan prokes yang dijalankan juga harus ketat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/