alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Padang Savana Jadi Danau

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan wisata Padang Savana yang terletak di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, tak seperti biasanya. Kemarin, akibat guyuran hujan selama seharian penuh, muara sungai yang menuju ke pantai itu meluap. Akibatnya, wisata tersebut terendam banjir.

Lokasi wisata yang biasanya menjadi jujukan kawula muda untuk menikmati keindahan alam itu tampak seperti danau dadakan. Bahkan, sekalipun muara sungai itu kembali stabil, kubangan-kubangan yang ada di beberapa titik masih dipenuhi air. Kondisi itu bakal terus berlangsung selama hujan turun.

Sugito, warga setempat, mengatakan, kemungkinan air mulai surut pada malam hari. Meski begitu, banjir itu meninggalkan bekas yang kurang bagus pada rerumputan. Rumput-rumput yang sebelumnya berwarna hijau kini berubah menjadi berwarna coklat. Butuh beberapa bulan untuk kembali normal.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau musim kemarau atau kering, keindahan Padang Savana akan tampak. Jadi, meskipun ada kubangan, kubangan itu ditumbuhi banyak rumput. Kalau sudah hujan, ya alamat. Orang tidak akan turun ke sini, soalnya becek dan banyak lumpur. Kayaknya butuh satu hingga dua bulan untuk terus kering,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak dua hari yang lalu hujan turun merata di wilayah Lumajang. Akibatnya, kondisi muara sungai saat itu meluap hingga turun ke lokasi wisata.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan wisata Padang Savana yang terletak di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, tak seperti biasanya. Kemarin, akibat guyuran hujan selama seharian penuh, muara sungai yang menuju ke pantai itu meluap. Akibatnya, wisata tersebut terendam banjir.

Lokasi wisata yang biasanya menjadi jujukan kawula muda untuk menikmati keindahan alam itu tampak seperti danau dadakan. Bahkan, sekalipun muara sungai itu kembali stabil, kubangan-kubangan yang ada di beberapa titik masih dipenuhi air. Kondisi itu bakal terus berlangsung selama hujan turun.

Sugito, warga setempat, mengatakan, kemungkinan air mulai surut pada malam hari. Meski begitu, banjir itu meninggalkan bekas yang kurang bagus pada rerumputan. Rumput-rumput yang sebelumnya berwarna hijau kini berubah menjadi berwarna coklat. Butuh beberapa bulan untuk kembali normal.

“Kalau musim kemarau atau kering, keindahan Padang Savana akan tampak. Jadi, meskipun ada kubangan, kubangan itu ditumbuhi banyak rumput. Kalau sudah hujan, ya alamat. Orang tidak akan turun ke sini, soalnya becek dan banyak lumpur. Kayaknya butuh satu hingga dua bulan untuk terus kering,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak dua hari yang lalu hujan turun merata di wilayah Lumajang. Akibatnya, kondisi muara sungai saat itu meluap hingga turun ke lokasi wisata.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan wisata Padang Savana yang terletak di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, tak seperti biasanya. Kemarin, akibat guyuran hujan selama seharian penuh, muara sungai yang menuju ke pantai itu meluap. Akibatnya, wisata tersebut terendam banjir.

Lokasi wisata yang biasanya menjadi jujukan kawula muda untuk menikmati keindahan alam itu tampak seperti danau dadakan. Bahkan, sekalipun muara sungai itu kembali stabil, kubangan-kubangan yang ada di beberapa titik masih dipenuhi air. Kondisi itu bakal terus berlangsung selama hujan turun.

Sugito, warga setempat, mengatakan, kemungkinan air mulai surut pada malam hari. Meski begitu, banjir itu meninggalkan bekas yang kurang bagus pada rerumputan. Rumput-rumput yang sebelumnya berwarna hijau kini berubah menjadi berwarna coklat. Butuh beberapa bulan untuk kembali normal.

“Kalau musim kemarau atau kering, keindahan Padang Savana akan tampak. Jadi, meskipun ada kubangan, kubangan itu ditumbuhi banyak rumput. Kalau sudah hujan, ya alamat. Orang tidak akan turun ke sini, soalnya becek dan banyak lumpur. Kayaknya butuh satu hingga dua bulan untuk terus kering,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, sejak dua hari yang lalu hujan turun merata di wilayah Lumajang. Akibatnya, kondisi muara sungai saat itu meluap hingga turun ke lokasi wisata.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/