alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Penyekatan Temukan Pengemudi Reaktif

Swab Acak di Kafe dan Pos Penyekatan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah. Padahal, pemerintah telah menerapkan aturan agar tidak keluar rumah kecuali darurat. Mereka masih asyik berkeliaran di jalan, rumah makan, warung kopi, kafe, bahkan keluar masuk kabupaten lain.

Tim Covid Hunter yang telah dibentuk langsung melakukan penyisiran ke tempat keramaian sejak Sabtu pagi (3/7). Selain meyampaikan imbauan penerapan PPKM darurat, tim gabungan tersebut juga melaksanakan pemeriksaan swab antigen secara acak ke sejumlah warga dalam bentuk operasi yustisi. Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif.

“Kami melibatkan instansi terkait, seperti dari kepolisian, TNI, satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Kami juga melakukan pemeriksaan swab antigen secara acak. Terutama pada pengemudi kendaraan dari luar kota yang masuk ke Lumajang di pos penyekatan timbangan Klakah,” ungkap Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho.

Mobile_AP_Rectangle 2

AKP Bayu selaku pemimpin operasi mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut ditemukan satu orang reaktif. Pihaknya segera membawa orang tersebut ke Balai Kepegawaian Daerah (BKD) untuk isolasi mandiri. “Orang tersebut berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Informasinya, berkunjung ke Sumenep dengan tujuan akhir mengantar ibunya ke Jember,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah. Padahal, pemerintah telah menerapkan aturan agar tidak keluar rumah kecuali darurat. Mereka masih asyik berkeliaran di jalan, rumah makan, warung kopi, kafe, bahkan keluar masuk kabupaten lain.

Tim Covid Hunter yang telah dibentuk langsung melakukan penyisiran ke tempat keramaian sejak Sabtu pagi (3/7). Selain meyampaikan imbauan penerapan PPKM darurat, tim gabungan tersebut juga melaksanakan pemeriksaan swab antigen secara acak ke sejumlah warga dalam bentuk operasi yustisi. Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif.

“Kami melibatkan instansi terkait, seperti dari kepolisian, TNI, satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Kami juga melakukan pemeriksaan swab antigen secara acak. Terutama pada pengemudi kendaraan dari luar kota yang masuk ke Lumajang di pos penyekatan timbangan Klakah,” ungkap Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho.

AKP Bayu selaku pemimpin operasi mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut ditemukan satu orang reaktif. Pihaknya segera membawa orang tersebut ke Balai Kepegawaian Daerah (BKD) untuk isolasi mandiri. “Orang tersebut berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Informasinya, berkunjung ke Sumenep dengan tujuan akhir mengantar ibunya ke Jember,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah. Padahal, pemerintah telah menerapkan aturan agar tidak keluar rumah kecuali darurat. Mereka masih asyik berkeliaran di jalan, rumah makan, warung kopi, kafe, bahkan keluar masuk kabupaten lain.

Tim Covid Hunter yang telah dibentuk langsung melakukan penyisiran ke tempat keramaian sejak Sabtu pagi (3/7). Selain meyampaikan imbauan penerapan PPKM darurat, tim gabungan tersebut juga melaksanakan pemeriksaan swab antigen secara acak ke sejumlah warga dalam bentuk operasi yustisi. Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif.

“Kami melibatkan instansi terkait, seperti dari kepolisian, TNI, satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Kami juga melakukan pemeriksaan swab antigen secara acak. Terutama pada pengemudi kendaraan dari luar kota yang masuk ke Lumajang di pos penyekatan timbangan Klakah,” ungkap Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho.

AKP Bayu selaku pemimpin operasi mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut ditemukan satu orang reaktif. Pihaknya segera membawa orang tersebut ke Balai Kepegawaian Daerah (BKD) untuk isolasi mandiri. “Orang tersebut berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Informasinya, berkunjung ke Sumenep dengan tujuan akhir mengantar ibunya ke Jember,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/