alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Persiapan Keberangkatan Calon Jamaah Haji, Kuota Berkurang Separuh

Ditetapkannya kuota haji nasional membuat seluruh kuota di daerah ikut menyesuiakan. Kali ini bukan lagi jamaah di atas 65 tahun saja yang dipastikan gagal berangkat ke Makkah. Tetapi separuh lebih dari porsi haji tahun 2020 terancam gagal berangkat juga.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  Sejak dua tahun lalu ada sekitar 658 CJH yang berhak melunasi keberangkatan ke Makkah. Namun, sampai batas terakhir pelunasan, 11 orang tak segera membayar. Karena tak ada kepastian kapan berangkat, 9 CJH lainnya turut menarik uangnya kembali lalu membatalkan keberangkatan.

“Saat itu memang banyak jamaah yang galau. Mau berangkat tidak bisa, tetapi kalau menunggu belum tahu kapan pandemi berakhir,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang Abdul Rofiq.

Mendengar Pemerintah Saudi mengizinkan penerbangan ke sana awal tahun ini membuat CJH kembali semangat. Secara berangsur pelaksanaan umrah kembali menggeliat. Praktis, pelaksanaan ibadah haji juga menyusul. Namun, ketika mendekati keberangkatan bukan kabar gembira yang terima.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terutama CJH yang berusia di atas 65 tahun. Termasuk Burintem, warga Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo yang telah berusia 102 tahun. Dia tidak bisa berangkat bersama ratusan jamaah lainnya. “Kalau yang diatas 65 tahun itu 116 orang, tetapi kalau yang tepat usia 65 tahun di tahun ini ada 14 orang,” tambahnya.

Sebanyak 14 orang tersebut tercatat berusia tepat 65 tahun jika dihitung berdasar tanggal lahir 1 April 1957 sampai 4 April Juli 1957. Praktis, akumulasi jamaah yang tidak berangkat berjumlah 130 orang. Tapi itu masih menunggu kebijakan secara resmi yang segera dikeluarkan lagi oleh Kementerian Agama RI.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, petunjuk secara teknis belum diterima. Tetapi kebijakan pembatasan tersebut menurutnya sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan. Sebab, orang pergi haji memiliki sejumlah risiko tinggi bagi orang lanjut usia.

“Kalau yang sudah lunas itu ada sekitar 638 orang. Itu akumulasi semua calon jamaah yang seharusnya berhak berangkat kalau tidak ada aturan pembatasan. Kalau sekarang kami masih melakukan pemetaan berapa kuota pasti keberangkatan. Karena dari pusat sudah berkurang separuhnya,” pungkasnya

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  Sejak dua tahun lalu ada sekitar 658 CJH yang berhak melunasi keberangkatan ke Makkah. Namun, sampai batas terakhir pelunasan, 11 orang tak segera membayar. Karena tak ada kepastian kapan berangkat, 9 CJH lainnya turut menarik uangnya kembali lalu membatalkan keberangkatan.

“Saat itu memang banyak jamaah yang galau. Mau berangkat tidak bisa, tetapi kalau menunggu belum tahu kapan pandemi berakhir,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang Abdul Rofiq.

Mendengar Pemerintah Saudi mengizinkan penerbangan ke sana awal tahun ini membuat CJH kembali semangat. Secara berangsur pelaksanaan umrah kembali menggeliat. Praktis, pelaksanaan ibadah haji juga menyusul. Namun, ketika mendekati keberangkatan bukan kabar gembira yang terima.

Terutama CJH yang berusia di atas 65 tahun. Termasuk Burintem, warga Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo yang telah berusia 102 tahun. Dia tidak bisa berangkat bersama ratusan jamaah lainnya. “Kalau yang diatas 65 tahun itu 116 orang, tetapi kalau yang tepat usia 65 tahun di tahun ini ada 14 orang,” tambahnya.

Sebanyak 14 orang tersebut tercatat berusia tepat 65 tahun jika dihitung berdasar tanggal lahir 1 April 1957 sampai 4 April Juli 1957. Praktis, akumulasi jamaah yang tidak berangkat berjumlah 130 orang. Tapi itu masih menunggu kebijakan secara resmi yang segera dikeluarkan lagi oleh Kementerian Agama RI.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, petunjuk secara teknis belum diterima. Tetapi kebijakan pembatasan tersebut menurutnya sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan. Sebab, orang pergi haji memiliki sejumlah risiko tinggi bagi orang lanjut usia.

“Kalau yang sudah lunas itu ada sekitar 638 orang. Itu akumulasi semua calon jamaah yang seharusnya berhak berangkat kalau tidak ada aturan pembatasan. Kalau sekarang kami masih melakukan pemetaan berapa kuota pasti keberangkatan. Karena dari pusat sudah berkurang separuhnya,” pungkasnya

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID  Sejak dua tahun lalu ada sekitar 658 CJH yang berhak melunasi keberangkatan ke Makkah. Namun, sampai batas terakhir pelunasan, 11 orang tak segera membayar. Karena tak ada kepastian kapan berangkat, 9 CJH lainnya turut menarik uangnya kembali lalu membatalkan keberangkatan.

“Saat itu memang banyak jamaah yang galau. Mau berangkat tidak bisa, tetapi kalau menunggu belum tahu kapan pandemi berakhir,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang Abdul Rofiq.

Mendengar Pemerintah Saudi mengizinkan penerbangan ke sana awal tahun ini membuat CJH kembali semangat. Secara berangsur pelaksanaan umrah kembali menggeliat. Praktis, pelaksanaan ibadah haji juga menyusul. Namun, ketika mendekati keberangkatan bukan kabar gembira yang terima.

Terutama CJH yang berusia di atas 65 tahun. Termasuk Burintem, warga Desa Sumberurip Kecamatan Pronojiwo yang telah berusia 102 tahun. Dia tidak bisa berangkat bersama ratusan jamaah lainnya. “Kalau yang diatas 65 tahun itu 116 orang, tetapi kalau yang tepat usia 65 tahun di tahun ini ada 14 orang,” tambahnya.

Sebanyak 14 orang tersebut tercatat berusia tepat 65 tahun jika dihitung berdasar tanggal lahir 1 April 1957 sampai 4 April Juli 1957. Praktis, akumulasi jamaah yang tidak berangkat berjumlah 130 orang. Tapi itu masih menunggu kebijakan secara resmi yang segera dikeluarkan lagi oleh Kementerian Agama RI.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim mengatakan, petunjuk secara teknis belum diterima. Tetapi kebijakan pembatasan tersebut menurutnya sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan. Sebab, orang pergi haji memiliki sejumlah risiko tinggi bagi orang lanjut usia.

“Kalau yang sudah lunas itu ada sekitar 638 orang. Itu akumulasi semua calon jamaah yang seharusnya berhak berangkat kalau tidak ada aturan pembatasan. Kalau sekarang kami masih melakukan pemetaan berapa kuota pasti keberangkatan. Karena dari pusat sudah berkurang separuhnya,” pungkasnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/