alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ratusan Buruh Migran Masuk Lumajang

Desa Diminta Lakukan Pengawasan dengan Isolasi Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Prediksi orang mudik sebelum batas waktu yang tidak diperbolehkan semakin besar bukan bualan semata. Sebab, tidak hanya pendatang dari luar kota, puluhan buruh migran dari negeri tetangga juga pulang kampung alias mudik. Kini totalnya hampir mencapai ratusan orang.

Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, setidaknya ada 92 buruh migran yang pulang menjelang Lebaran tahun ini. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Lumajang, Candipuro, Pasrujambe, Tempeh, Padang, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Tempursari, Jatiroto, dan Kecamatan Yosowilangun. Itu yang terdeteksi, yang tidak terdeteksi bisa lebih banyak. Praktis, jumlahnya sudah tembus ratusan orang.

Kasi Tenaga Kerja Luar Negeri Disnaker Lumajang Suhartini mengatakan, kebanyakan buruh migran itu merupakan buruh yang bekerja dari Malaysia dan Singapura. Rata-rata kontrak kerja mereka di dua negara itu habis, sehingga banyak yang memutuskan untuk mudik kembali ke Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kedatangan mereka ya tidak bisa kami bendung. Kontraknya juga banyak yang habis. Makanya, pilihan kami supaya semuanya aman ya harus kami terima dengan catatan. Seperti kami pastikan mereka ini tidak tertular korona, dengan melakukan pemeriksaan bersama petugas kesehatan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Prediksi orang mudik sebelum batas waktu yang tidak diperbolehkan semakin besar bukan bualan semata. Sebab, tidak hanya pendatang dari luar kota, puluhan buruh migran dari negeri tetangga juga pulang kampung alias mudik. Kini totalnya hampir mencapai ratusan orang.

Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, setidaknya ada 92 buruh migran yang pulang menjelang Lebaran tahun ini. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Lumajang, Candipuro, Pasrujambe, Tempeh, Padang, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Tempursari, Jatiroto, dan Kecamatan Yosowilangun. Itu yang terdeteksi, yang tidak terdeteksi bisa lebih banyak. Praktis, jumlahnya sudah tembus ratusan orang.

Kasi Tenaga Kerja Luar Negeri Disnaker Lumajang Suhartini mengatakan, kebanyakan buruh migran itu merupakan buruh yang bekerja dari Malaysia dan Singapura. Rata-rata kontrak kerja mereka di dua negara itu habis, sehingga banyak yang memutuskan untuk mudik kembali ke Lumajang.

“Kedatangan mereka ya tidak bisa kami bendung. Kontraknya juga banyak yang habis. Makanya, pilihan kami supaya semuanya aman ya harus kami terima dengan catatan. Seperti kami pastikan mereka ini tidak tertular korona, dengan melakukan pemeriksaan bersama petugas kesehatan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Prediksi orang mudik sebelum batas waktu yang tidak diperbolehkan semakin besar bukan bualan semata. Sebab, tidak hanya pendatang dari luar kota, puluhan buruh migran dari negeri tetangga juga pulang kampung alias mudik. Kini totalnya hampir mencapai ratusan orang.

Catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, setidaknya ada 92 buruh migran yang pulang menjelang Lebaran tahun ini. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Lumajang, Candipuro, Pasrujambe, Tempeh, Padang, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Tempursari, Jatiroto, dan Kecamatan Yosowilangun. Itu yang terdeteksi, yang tidak terdeteksi bisa lebih banyak. Praktis, jumlahnya sudah tembus ratusan orang.

Kasi Tenaga Kerja Luar Negeri Disnaker Lumajang Suhartini mengatakan, kebanyakan buruh migran itu merupakan buruh yang bekerja dari Malaysia dan Singapura. Rata-rata kontrak kerja mereka di dua negara itu habis, sehingga banyak yang memutuskan untuk mudik kembali ke Lumajang.

“Kedatangan mereka ya tidak bisa kami bendung. Kontraknya juga banyak yang habis. Makanya, pilihan kami supaya semuanya aman ya harus kami terima dengan catatan. Seperti kami pastikan mereka ini tidak tertular korona, dengan melakukan pemeriksaan bersama petugas kesehatan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/