alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dakwah Diskusi Lebih Menarik

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dakwah tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan antara pendakwah dengan jamaah dalam satu tempat. Kini, dakwah dipandang lebih luas. Bisa dalam bentuk lisan, perbuatan, maupun tulisan. Bisa secara tatap muka atau dunia maya. Dr Fazlur Rahman, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI Syarifuddin, Lumajang, memiliki cerita unik dakwah tulisan.

“Jadi, saya ini lebih ke akademisi atau praktisi akademisi. Sedangkan dakwah ini sering kali dimaknai tidak bisa menyatu dengan akademisi. Hal itu saya pikir kurang tepat. Sebab, seharusnya antara akademisi dan praktisi bisa menyatu,” kata lelaki yang akrab disapa Fazlur tersebut.

Dia menjelaskan, momen Ramadan bisa dijadikan sebagai penggabungan dakwah dan akademisi. “Nah, keduanya bisa digabungkan. Artinya begini, selama ini dakwah hanya terjadi komunikasi satu arah saja. Sedangkan ruang diskusi sangat minim. Sehingga, dakwah yang seperti ini, dampaknya kurang terlihat dan kurang bisa dirasakan oleh masyarakat. Padahal dalam beragama itu tidak temporal, melainkan secara kontinu. Begitu juga dalam hal berdakwah,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dakwah tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan antara pendakwah dengan jamaah dalam satu tempat. Kini, dakwah dipandang lebih luas. Bisa dalam bentuk lisan, perbuatan, maupun tulisan. Bisa secara tatap muka atau dunia maya. Dr Fazlur Rahman, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI Syarifuddin, Lumajang, memiliki cerita unik dakwah tulisan.

“Jadi, saya ini lebih ke akademisi atau praktisi akademisi. Sedangkan dakwah ini sering kali dimaknai tidak bisa menyatu dengan akademisi. Hal itu saya pikir kurang tepat. Sebab, seharusnya antara akademisi dan praktisi bisa menyatu,” kata lelaki yang akrab disapa Fazlur tersebut.

Dia menjelaskan, momen Ramadan bisa dijadikan sebagai penggabungan dakwah dan akademisi. “Nah, keduanya bisa digabungkan. Artinya begini, selama ini dakwah hanya terjadi komunikasi satu arah saja. Sedangkan ruang diskusi sangat minim. Sehingga, dakwah yang seperti ini, dampaknya kurang terlihat dan kurang bisa dirasakan oleh masyarakat. Padahal dalam beragama itu tidak temporal, melainkan secara kontinu. Begitu juga dalam hal berdakwah,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dakwah tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan antara pendakwah dengan jamaah dalam satu tempat. Kini, dakwah dipandang lebih luas. Bisa dalam bentuk lisan, perbuatan, maupun tulisan. Bisa secara tatap muka atau dunia maya. Dr Fazlur Rahman, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI Syarifuddin, Lumajang, memiliki cerita unik dakwah tulisan.

“Jadi, saya ini lebih ke akademisi atau praktisi akademisi. Sedangkan dakwah ini sering kali dimaknai tidak bisa menyatu dengan akademisi. Hal itu saya pikir kurang tepat. Sebab, seharusnya antara akademisi dan praktisi bisa menyatu,” kata lelaki yang akrab disapa Fazlur tersebut.

Dia menjelaskan, momen Ramadan bisa dijadikan sebagai penggabungan dakwah dan akademisi. “Nah, keduanya bisa digabungkan. Artinya begini, selama ini dakwah hanya terjadi komunikasi satu arah saja. Sedangkan ruang diskusi sangat minim. Sehingga, dakwah yang seperti ini, dampaknya kurang terlihat dan kurang bisa dirasakan oleh masyarakat. Padahal dalam beragama itu tidak temporal, melainkan secara kontinu. Begitu juga dalam hal berdakwah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/