alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Salah Gerakan, Mengulang hingga Petang

Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ungkapan itu tepat ditujukan bagi tim Pramuka Sangkala SMPN 2 Klakah. Latihan setiap hari dalam kurun waktu kurang dari sebulan, mereka dapat mengharumkan nama sekolah. Mereka meraih juara pertama dalam lomba yel-yel pangkalan tingkat provinsi.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Robby Trirozaqqi Suwarno, ketua tim Pramuka Sangkala, mengatakan, latihan tim dilakukan setiap hari. Meski pembelajaran dilakukan daring, mereka tetap berlatih di sekolah sehari penuh. “Persiapannya hampir satu bulan. Kami latihan dari pagi hingga sore. Bahkan, kami juga sering latihan sampai Magrib,” katanya.

Zaqqi, sapaan akrabnya, menjelaskan, latihan tersebut penuh tantangan. Sebab, kekompakan tim diperlukan agar dapat meraih juara. Namun, hal tersebut membuat timnya kesal. Sebab, berkali-kali harus mengulang gerakan yang sama agar tampil kompak.

“Kekompakkn sangat dibutuhkan agar tim bisa juara. Akan tetapi, untuk menjadi tim yang kompak, kami harus berlatih berulang-ulang. Bahkan, saat membuat video, kami salah gerakan. Waktunya sudah mepet, sedangkan saat itu sudah mendekati mendung. Nah, kami merasa kesal hingga semua tim nangis bersama,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Rina Latifah, pembina Pramuka, mengatakan menghadapi lomba Garuda Smart Scout Competition (GSSC) yang diadakan oleh SMA/K NU Pakis, Malang, pihaknya mempersiapkan siswa dengan matang. “Agar lebih matang, kami juga latihan di luar jam sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya menyiapkan dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi siswa. Sebab, hal tersebut membuat kesehatan dan kebugaran tim tetap terjaga. “Terutama makanan yang bergizi. Karena kami berharap, anak-anak tetap sehat dan fit, baik selama latihan atau ketika pembuatan video lomba,” tambahnya.

Lilik Sulistiana, Kepala SMPN 2 Klakah, mengaku bersyukur tim Pramuka Sangkala dapat meraih juara pertama di tingkat Jawa Timur. “Pramuka itu salah satu ekstra andalan kami. Selain ekstra, Pramuka juga masuk dalam kurikulum pembelajaran. Oleh karena itu, kami bersyukur tim Pramuka bisa meraih juara,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Robby Trirozaqqi Suwarno, ketua tim Pramuka Sangkala, mengatakan, latihan tim dilakukan setiap hari. Meski pembelajaran dilakukan daring, mereka tetap berlatih di sekolah sehari penuh. “Persiapannya hampir satu bulan. Kami latihan dari pagi hingga sore. Bahkan, kami juga sering latihan sampai Magrib,” katanya.

Zaqqi, sapaan akrabnya, menjelaskan, latihan tersebut penuh tantangan. Sebab, kekompakan tim diperlukan agar dapat meraih juara. Namun, hal tersebut membuat timnya kesal. Sebab, berkali-kali harus mengulang gerakan yang sama agar tampil kompak.

“Kekompakkn sangat dibutuhkan agar tim bisa juara. Akan tetapi, untuk menjadi tim yang kompak, kami harus berlatih berulang-ulang. Bahkan, saat membuat video, kami salah gerakan. Waktunya sudah mepet, sedangkan saat itu sudah mendekati mendung. Nah, kami merasa kesal hingga semua tim nangis bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Rina Latifah, pembina Pramuka, mengatakan menghadapi lomba Garuda Smart Scout Competition (GSSC) yang diadakan oleh SMA/K NU Pakis, Malang, pihaknya mempersiapkan siswa dengan matang. “Agar lebih matang, kami juga latihan di luar jam sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya menyiapkan dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi siswa. Sebab, hal tersebut membuat kesehatan dan kebugaran tim tetap terjaga. “Terutama makanan yang bergizi. Karena kami berharap, anak-anak tetap sehat dan fit, baik selama latihan atau ketika pembuatan video lomba,” tambahnya.

Lilik Sulistiana, Kepala SMPN 2 Klakah, mengaku bersyukur tim Pramuka Sangkala dapat meraih juara pertama di tingkat Jawa Timur. “Pramuka itu salah satu ekstra andalan kami. Selain ekstra, Pramuka juga masuk dalam kurikulum pembelajaran. Oleh karena itu, kami bersyukur tim Pramuka bisa meraih juara,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Robby Trirozaqqi Suwarno, ketua tim Pramuka Sangkala, mengatakan, latihan tim dilakukan setiap hari. Meski pembelajaran dilakukan daring, mereka tetap berlatih di sekolah sehari penuh. “Persiapannya hampir satu bulan. Kami latihan dari pagi hingga sore. Bahkan, kami juga sering latihan sampai Magrib,” katanya.

Zaqqi, sapaan akrabnya, menjelaskan, latihan tersebut penuh tantangan. Sebab, kekompakan tim diperlukan agar dapat meraih juara. Namun, hal tersebut membuat timnya kesal. Sebab, berkali-kali harus mengulang gerakan yang sama agar tampil kompak.

“Kekompakkn sangat dibutuhkan agar tim bisa juara. Akan tetapi, untuk menjadi tim yang kompak, kami harus berlatih berulang-ulang. Bahkan, saat membuat video, kami salah gerakan. Waktunya sudah mepet, sedangkan saat itu sudah mendekati mendung. Nah, kami merasa kesal hingga semua tim nangis bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Rina Latifah, pembina Pramuka, mengatakan menghadapi lomba Garuda Smart Scout Competition (GSSC) yang diadakan oleh SMA/K NU Pakis, Malang, pihaknya mempersiapkan siswa dengan matang. “Agar lebih matang, kami juga latihan di luar jam sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya menyiapkan dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi siswa. Sebab, hal tersebut membuat kesehatan dan kebugaran tim tetap terjaga. “Terutama makanan yang bergizi. Karena kami berharap, anak-anak tetap sehat dan fit, baik selama latihan atau ketika pembuatan video lomba,” tambahnya.

Lilik Sulistiana, Kepala SMPN 2 Klakah, mengaku bersyukur tim Pramuka Sangkala dapat meraih juara pertama di tingkat Jawa Timur. “Pramuka itu salah satu ekstra andalan kami. Selain ekstra, Pramuka juga masuk dalam kurikulum pembelajaran. Oleh karena itu, kami bersyukur tim Pramuka bisa meraih juara,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/