alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Dipasung Selama Empat Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar masyarakat cenderung menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan dipasung. Seperti yang terjadi pada pria yang berumur 39 tahun asal Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung. Dia dipasung selama empat tahun di sekitar rumahnya.

Mulanya, pria yang bernama Abdullah itu dipulangkan oleh istrinya dari Probolinggo, sebelas tahun silam. Sebab, orang ini mengalami tanda-tanda gangguan jiwa. Namun, kepulangannya bukannya membuat dia kembali pulih. Justru semakin parah. Bahkan, kabarnya pernah memukuli orang tuanya hingga meninggal dunia.

Aris, warga setempat, menjelaskan, pemasungan tersebut dilakukan beberapa tahun ini. Sebab, sebelumnya sempat dibiarkan berkeliaran, tetapi mengganggu warga setempat. Bahkan, beberapa kerabat terdekat mendapat perlakuan yang cukup membahayakan. Karena itu, keluarga memutuskan untuk dipasung.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Seingat, saya sejak tahun 2010-an dia pulang ke Nogosari. Pulang memang sedikit terganggu kejiwaannya. Sampai akhirnya dibiarkan begitu saja. Harapannya bisa segera sembuh, tetapi malah sebaliknya. Ya akhirnya tahun 2016-an itu dipasung oleh keluarga supaya tidak mengganggu warga,” jelasnya.

Pendamping Pasung Dinas Sosial Lumajang Saiful mengatakan, salah satu cara penanganan yang bisa dilakukan adalah segera mengirimkan ke rumah sakit jiwa. Sebab, di rumah sakit tersebut dia bakal mendapat perawatan khusus. Harapan untuk segera sembuh bisa terwujud.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar masyarakat cenderung menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan dipasung. Seperti yang terjadi pada pria yang berumur 39 tahun asal Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung. Dia dipasung selama empat tahun di sekitar rumahnya.

Mulanya, pria yang bernama Abdullah itu dipulangkan oleh istrinya dari Probolinggo, sebelas tahun silam. Sebab, orang ini mengalami tanda-tanda gangguan jiwa. Namun, kepulangannya bukannya membuat dia kembali pulih. Justru semakin parah. Bahkan, kabarnya pernah memukuli orang tuanya hingga meninggal dunia.

Aris, warga setempat, menjelaskan, pemasungan tersebut dilakukan beberapa tahun ini. Sebab, sebelumnya sempat dibiarkan berkeliaran, tetapi mengganggu warga setempat. Bahkan, beberapa kerabat terdekat mendapat perlakuan yang cukup membahayakan. Karena itu, keluarga memutuskan untuk dipasung.

“Seingat, saya sejak tahun 2010-an dia pulang ke Nogosari. Pulang memang sedikit terganggu kejiwaannya. Sampai akhirnya dibiarkan begitu saja. Harapannya bisa segera sembuh, tetapi malah sebaliknya. Ya akhirnya tahun 2016-an itu dipasung oleh keluarga supaya tidak mengganggu warga,” jelasnya.

Pendamping Pasung Dinas Sosial Lumajang Saiful mengatakan, salah satu cara penanganan yang bisa dilakukan adalah segera mengirimkan ke rumah sakit jiwa. Sebab, di rumah sakit tersebut dia bakal mendapat perawatan khusus. Harapan untuk segera sembuh bisa terwujud.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar masyarakat cenderung menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dengan dipasung. Seperti yang terjadi pada pria yang berumur 39 tahun asal Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung. Dia dipasung selama empat tahun di sekitar rumahnya.

Mulanya, pria yang bernama Abdullah itu dipulangkan oleh istrinya dari Probolinggo, sebelas tahun silam. Sebab, orang ini mengalami tanda-tanda gangguan jiwa. Namun, kepulangannya bukannya membuat dia kembali pulih. Justru semakin parah. Bahkan, kabarnya pernah memukuli orang tuanya hingga meninggal dunia.

Aris, warga setempat, menjelaskan, pemasungan tersebut dilakukan beberapa tahun ini. Sebab, sebelumnya sempat dibiarkan berkeliaran, tetapi mengganggu warga setempat. Bahkan, beberapa kerabat terdekat mendapat perlakuan yang cukup membahayakan. Karena itu, keluarga memutuskan untuk dipasung.

“Seingat, saya sejak tahun 2010-an dia pulang ke Nogosari. Pulang memang sedikit terganggu kejiwaannya. Sampai akhirnya dibiarkan begitu saja. Harapannya bisa segera sembuh, tetapi malah sebaliknya. Ya akhirnya tahun 2016-an itu dipasung oleh keluarga supaya tidak mengganggu warga,” jelasnya.

Pendamping Pasung Dinas Sosial Lumajang Saiful mengatakan, salah satu cara penanganan yang bisa dilakukan adalah segera mengirimkan ke rumah sakit jiwa. Sebab, di rumah sakit tersebut dia bakal mendapat perawatan khusus. Harapan untuk segera sembuh bisa terwujud.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/