alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tiga Bocah Temukan Benda Pusaka

Diduga Artefak, Ditemukan Dekat Bangunan IPAL

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sejarah, tak ada satu pun kerajaan yang berdiri di kawasan selatan Lumajang. Tetapi, kemarin tiga bocah menemukan puluhan dugaan artefak berbentuk benda pusaka di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Kini, seluruhnya sudah diamankan di kantor desa setempat.

Setidaknya, ada sekitar 32 benda yang ditemukan. Mulai ukuran kecil, sedang, hingga besar. Pusakanya berbentuk cemeti, keris, lonceng, mustika telur ayam, dan beberapa lainnya. Rata-rata dugaan artefak itu terbuat dari kuningan dan bertuliskan aksara Jawa. Belum diketahui pasti, apakah benar barang itu peninggalan purbakala.

Mulanya Rehan, Aldo, serta Sholeh sedang asyik bermain. Tiba-tiba ketiganya menemukan pusaka itu tidak jauh dari rumahnya. Puluhan barang itu sempat disimpan beberapa hari. Setelahnya anak-anak itu mengaku mengalami mimpi-mimpi yang cukup aneh. Akhirnya, barang itu dilaporkan dan diserahkan ke kantor desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Setelah menemukan barang pusaka itu, anak saya mengalami mimpi yang aneh-aneh. Di bawa beberapa orang ke pantai selatan. Saya kan jadi khawatir, makanya saya serahkan ke desa,” ucap Sumardi, ayah Sholeh.

Kepala Desa Selok Awar-Awar Didik Nurhandoko mengatakan, belum mengetahui pasti barang tersebut benar peninggalan purbakala atau bukan. Sebab, belum diteliti secara detail. Pihaknya melakukan konsultasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang untuk memastikan keaslian benda pusaka itu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sejarah, tak ada satu pun kerajaan yang berdiri di kawasan selatan Lumajang. Tetapi, kemarin tiga bocah menemukan puluhan dugaan artefak berbentuk benda pusaka di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Kini, seluruhnya sudah diamankan di kantor desa setempat.

Setidaknya, ada sekitar 32 benda yang ditemukan. Mulai ukuran kecil, sedang, hingga besar. Pusakanya berbentuk cemeti, keris, lonceng, mustika telur ayam, dan beberapa lainnya. Rata-rata dugaan artefak itu terbuat dari kuningan dan bertuliskan aksara Jawa. Belum diketahui pasti, apakah benar barang itu peninggalan purbakala.

Mulanya Rehan, Aldo, serta Sholeh sedang asyik bermain. Tiba-tiba ketiganya menemukan pusaka itu tidak jauh dari rumahnya. Puluhan barang itu sempat disimpan beberapa hari. Setelahnya anak-anak itu mengaku mengalami mimpi-mimpi yang cukup aneh. Akhirnya, barang itu dilaporkan dan diserahkan ke kantor desa.

“Setelah menemukan barang pusaka itu, anak saya mengalami mimpi yang aneh-aneh. Di bawa beberapa orang ke pantai selatan. Saya kan jadi khawatir, makanya saya serahkan ke desa,” ucap Sumardi, ayah Sholeh.

Kepala Desa Selok Awar-Awar Didik Nurhandoko mengatakan, belum mengetahui pasti barang tersebut benar peninggalan purbakala atau bukan. Sebab, belum diteliti secara detail. Pihaknya melakukan konsultasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang untuk memastikan keaslian benda pusaka itu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dalam sejarah, tak ada satu pun kerajaan yang berdiri di kawasan selatan Lumajang. Tetapi, kemarin tiga bocah menemukan puluhan dugaan artefak berbentuk benda pusaka di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Kini, seluruhnya sudah diamankan di kantor desa setempat.

Setidaknya, ada sekitar 32 benda yang ditemukan. Mulai ukuran kecil, sedang, hingga besar. Pusakanya berbentuk cemeti, keris, lonceng, mustika telur ayam, dan beberapa lainnya. Rata-rata dugaan artefak itu terbuat dari kuningan dan bertuliskan aksara Jawa. Belum diketahui pasti, apakah benar barang itu peninggalan purbakala.

Mulanya Rehan, Aldo, serta Sholeh sedang asyik bermain. Tiba-tiba ketiganya menemukan pusaka itu tidak jauh dari rumahnya. Puluhan barang itu sempat disimpan beberapa hari. Setelahnya anak-anak itu mengaku mengalami mimpi-mimpi yang cukup aneh. Akhirnya, barang itu dilaporkan dan diserahkan ke kantor desa.

“Setelah menemukan barang pusaka itu, anak saya mengalami mimpi yang aneh-aneh. Di bawa beberapa orang ke pantai selatan. Saya kan jadi khawatir, makanya saya serahkan ke desa,” ucap Sumardi, ayah Sholeh.

Kepala Desa Selok Awar-Awar Didik Nurhandoko mengatakan, belum mengetahui pasti barang tersebut benar peninggalan purbakala atau bukan. Sebab, belum diteliti secara detail. Pihaknya melakukan konsultasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang untuk memastikan keaslian benda pusaka itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/