alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Waspadai Gelombang Penularan di Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gelombang penularan virus varian baru di Lumajang cukup mengkhawatirkan. Terutama di sektor sekolah-sekolah dasar. Sebab, sampai saat ini capaian vaksinasi anak usia 6–11 tahun baru mencapai sekitar 29 ribu anak. Sedangkan jumlah sasarannya mencapai 99 ribu anak.

Namun, meski capaiannya baru sekitar 32 persen, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seratus persen di sekolah-sekolah. Bahkan, seluruh kebijakan untuk mengatur pembelajaran itu dikembalikan ke masing-masing sekolah.

“Kami tetap PTM terbatas selama seratus persen, kami tidak akan mengeluarkan kebijakan lain-lain. Karena seluruh pembelajaran dikembalikan ke sekolah. Jadi, kalau misal ada kasuistik akan dikembalikan ke sekolah. Jika misalkan ada satu anak kelas 5 SD terkonfirmasi, maka satu kelas daring lainnya tetap PTM,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, kasus satu anak yang tertular tidak boleh membuat sekolah lainnya harus lockdown. Sebab, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam mengatur pembelajaran di sekolahnya. Informasinya, sampai saat ini sudah tiga sekolah yang dikabarkan terdapat salah satu yang siswanya tertular.

“Kebijakan dari pusat tidak ada. Sekarang seluruh sekolah sedang semangat belajar. Jadi, kami hanya membantu pengawasan saja,” tambahnya. Sementara itu, lonjakan kasus aktif di Lumajang cukup mencengangkan. Dalam beberapa hari ini kasus tersebut melonjak mencapai hampir seratus orang.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gelombang penularan virus varian baru di Lumajang cukup mengkhawatirkan. Terutama di sektor sekolah-sekolah dasar. Sebab, sampai saat ini capaian vaksinasi anak usia 6–11 tahun baru mencapai sekitar 29 ribu anak. Sedangkan jumlah sasarannya mencapai 99 ribu anak.

Namun, meski capaiannya baru sekitar 32 persen, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seratus persen di sekolah-sekolah. Bahkan, seluruh kebijakan untuk mengatur pembelajaran itu dikembalikan ke masing-masing sekolah.

“Kami tetap PTM terbatas selama seratus persen, kami tidak akan mengeluarkan kebijakan lain-lain. Karena seluruh pembelajaran dikembalikan ke sekolah. Jadi, kalau misal ada kasuistik akan dikembalikan ke sekolah. Jika misalkan ada satu anak kelas 5 SD terkonfirmasi, maka satu kelas daring lainnya tetap PTM,” katanya.

Menurutnya, kasus satu anak yang tertular tidak boleh membuat sekolah lainnya harus lockdown. Sebab, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam mengatur pembelajaran di sekolahnya. Informasinya, sampai saat ini sudah tiga sekolah yang dikabarkan terdapat salah satu yang siswanya tertular.

“Kebijakan dari pusat tidak ada. Sekarang seluruh sekolah sedang semangat belajar. Jadi, kami hanya membantu pengawasan saja,” tambahnya. Sementara itu, lonjakan kasus aktif di Lumajang cukup mencengangkan. Dalam beberapa hari ini kasus tersebut melonjak mencapai hampir seratus orang.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gelombang penularan virus varian baru di Lumajang cukup mengkhawatirkan. Terutama di sektor sekolah-sekolah dasar. Sebab, sampai saat ini capaian vaksinasi anak usia 6–11 tahun baru mencapai sekitar 29 ribu anak. Sedangkan jumlah sasarannya mencapai 99 ribu anak.

Namun, meski capaiannya baru sekitar 32 persen, Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seratus persen di sekolah-sekolah. Bahkan, seluruh kebijakan untuk mengatur pembelajaran itu dikembalikan ke masing-masing sekolah.

“Kami tetap PTM terbatas selama seratus persen, kami tidak akan mengeluarkan kebijakan lain-lain. Karena seluruh pembelajaran dikembalikan ke sekolah. Jadi, kalau misal ada kasuistik akan dikembalikan ke sekolah. Jika misalkan ada satu anak kelas 5 SD terkonfirmasi, maka satu kelas daring lainnya tetap PTM,” katanya.

Menurutnya, kasus satu anak yang tertular tidak boleh membuat sekolah lainnya harus lockdown. Sebab, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam mengatur pembelajaran di sekolahnya. Informasinya, sampai saat ini sudah tiga sekolah yang dikabarkan terdapat salah satu yang siswanya tertular.

“Kebijakan dari pusat tidak ada. Sekarang seluruh sekolah sedang semangat belajar. Jadi, kami hanya membantu pengawasan saja,” tambahnya. Sementara itu, lonjakan kasus aktif di Lumajang cukup mencengangkan. Dalam beberapa hari ini kasus tersebut melonjak mencapai hampir seratus orang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/