alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pola Pengasuhan Anak Korban Covid-19

Jumlah anak yatim dan/atau piatu karena orang tua meninggal terpapar korona sejak tahun 2020 hampir mencapai angka 200 anak. Namun, hasil asesmen menunjukkan 165 anak bakal mendapat perhatian khusus. Pemkab bakal menjamin kesejahteraan anak. Sementara, orang tua asuh akan dibekali pola pengasuhan anak.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua anak yatim maupun piatu karena orang tua meninggal terpapar korona bernasib mujur. Sebab, dari ratusan anak yang berstatus yatim/piatu, hanya 165 anak saja mendapat perhatian lebih. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung.

Kasi Pengarusutamaan dan Tumbuh Kembang Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang Ida Ayu menyebut, asesmen tersebut dilakukan selama beberapa bulan. Hasilnya, 165 anak tersebut terbagi menjadi empat kategori. Perinciannya, 30 anak dengan usia di bawah tujuh tahun, 55 anak usia sekolah dasar, 46 anak usia sekolah menengah pertama. Terakhir, 34 anak usia sekolah menengah atas.

Dayu mengatakan, pihaknya melibatkan seluruh kader hingga tingkat desa. Hasilnya, sebagian besar anak tidak memerlukan pendampingan khusus. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pelayanan psikososial.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang banyak anak yang menjadi yatim atau piatu. Tetapi, kami lakukan asesmen lagi. Jumlah itu sudah sesuai dengan kuota bantuan yang ada. Mereka benar-benar anak yang membutuhkan bantuan. Baik pada psikologis, pendidikan, sosial, maupun lainnya. Kami juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan ke mereka,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Advokasi LPA Tulungagung Sunarta Agung saat penyampaian advokasi di Aula Dinas Dalduk KB PP, Kamis (3/2) lalu, menjelaskan, seluruh kebutuhan anak bakal diakomodasi pihaknya bersama Pemkab Lumajang. Khususnya hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, pola pengasuhan anak menjadi kunci keberlangsungan hak anak.

Sunarta menuturkan, ratusan anak tersebut harus terjamin kesejahteraannya. Pasalnya, sasaran anak dan orang tua asuh sudah ditetapkan. Sehingga penguatan pengasuhan orang tua terhadap anak harus ditingkatkan. “Ini sangat penting. Makanya, perencanaan ini harus matang. Sedangkan tindak lanjut dari pengasuhannya nanti harus terlaksana. Kami akan terus memonitoring. Maret mendatang, kami akan melihat progresnya seperti apa,” pungkasnya.

Data Anak Yatim-Piatu Akibat Ortu Korona

Kelompok Pendidikan          Jumlah

Di Bawah 7 tahun                   30

SD                                           55

SMP                                        46

SMA                                       34

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua anak yatim maupun piatu karena orang tua meninggal terpapar korona bernasib mujur. Sebab, dari ratusan anak yang berstatus yatim/piatu, hanya 165 anak saja mendapat perhatian lebih. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung.

Kasi Pengarusutamaan dan Tumbuh Kembang Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang Ida Ayu menyebut, asesmen tersebut dilakukan selama beberapa bulan. Hasilnya, 165 anak tersebut terbagi menjadi empat kategori. Perinciannya, 30 anak dengan usia di bawah tujuh tahun, 55 anak usia sekolah dasar, 46 anak usia sekolah menengah pertama. Terakhir, 34 anak usia sekolah menengah atas.

Dayu mengatakan, pihaknya melibatkan seluruh kader hingga tingkat desa. Hasilnya, sebagian besar anak tidak memerlukan pendampingan khusus. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pelayanan psikososial.

“Memang banyak anak yang menjadi yatim atau piatu. Tetapi, kami lakukan asesmen lagi. Jumlah itu sudah sesuai dengan kuota bantuan yang ada. Mereka benar-benar anak yang membutuhkan bantuan. Baik pada psikologis, pendidikan, sosial, maupun lainnya. Kami juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan ke mereka,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Advokasi LPA Tulungagung Sunarta Agung saat penyampaian advokasi di Aula Dinas Dalduk KB PP, Kamis (3/2) lalu, menjelaskan, seluruh kebutuhan anak bakal diakomodasi pihaknya bersama Pemkab Lumajang. Khususnya hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, pola pengasuhan anak menjadi kunci keberlangsungan hak anak.

Sunarta menuturkan, ratusan anak tersebut harus terjamin kesejahteraannya. Pasalnya, sasaran anak dan orang tua asuh sudah ditetapkan. Sehingga penguatan pengasuhan orang tua terhadap anak harus ditingkatkan. “Ini sangat penting. Makanya, perencanaan ini harus matang. Sedangkan tindak lanjut dari pengasuhannya nanti harus terlaksana. Kami akan terus memonitoring. Maret mendatang, kami akan melihat progresnya seperti apa,” pungkasnya.

Data Anak Yatim-Piatu Akibat Ortu Korona

Kelompok Pendidikan          Jumlah

Di Bawah 7 tahun                   30

SD                                           55

SMP                                        46

SMA                                       34

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak semua anak yatim maupun piatu karena orang tua meninggal terpapar korona bernasib mujur. Sebab, dari ratusan anak yang berstatus yatim/piatu, hanya 165 anak saja mendapat perhatian lebih. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama UNICEF dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung.

Kasi Pengarusutamaan dan Tumbuh Kembang Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (Dalduk KBPP) Lumajang Ida Ayu menyebut, asesmen tersebut dilakukan selama beberapa bulan. Hasilnya, 165 anak tersebut terbagi menjadi empat kategori. Perinciannya, 30 anak dengan usia di bawah tujuh tahun, 55 anak usia sekolah dasar, 46 anak usia sekolah menengah pertama. Terakhir, 34 anak usia sekolah menengah atas.

Dayu mengatakan, pihaknya melibatkan seluruh kader hingga tingkat desa. Hasilnya, sebagian besar anak tidak memerlukan pendampingan khusus. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pelayanan psikososial.

“Memang banyak anak yang menjadi yatim atau piatu. Tetapi, kami lakukan asesmen lagi. Jumlah itu sudah sesuai dengan kuota bantuan yang ada. Mereka benar-benar anak yang membutuhkan bantuan. Baik pada psikologis, pendidikan, sosial, maupun lainnya. Kami juga sudah menyalurkan sejumlah bantuan ke mereka,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Advokasi LPA Tulungagung Sunarta Agung saat penyampaian advokasi di Aula Dinas Dalduk KB PP, Kamis (3/2) lalu, menjelaskan, seluruh kebutuhan anak bakal diakomodasi pihaknya bersama Pemkab Lumajang. Khususnya hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, pola pengasuhan anak menjadi kunci keberlangsungan hak anak.

Sunarta menuturkan, ratusan anak tersebut harus terjamin kesejahteraannya. Pasalnya, sasaran anak dan orang tua asuh sudah ditetapkan. Sehingga penguatan pengasuhan orang tua terhadap anak harus ditingkatkan. “Ini sangat penting. Makanya, perencanaan ini harus matang. Sedangkan tindak lanjut dari pengasuhannya nanti harus terlaksana. Kami akan terus memonitoring. Maret mendatang, kami akan melihat progresnya seperti apa,” pungkasnya.

Data Anak Yatim-Piatu Akibat Ortu Korona

Kelompok Pendidikan          Jumlah

Di Bawah 7 tahun                   30

SD                                           55

SMP                                        46

SMA                                       34

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/