alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Penimbun Pupuk di Lumajang Ditetapkan Tersangka tapi Tak Ditahan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir tiga bulan kasus dugaan penimbunan pupuk pertanian di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, seakan menguap begitu saja. Padahal sebanyak tujuh ton pupuk di dalam kios milik Jamalludin, 43, warga setempat, sengaja ditimbun. Kini, pemilik kios resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pelaku tidak ditahan layaknya seorang tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, mulanya penangkapan tersangka terjadi pada Sabtu (13/11) lalu. Polres melakukan penggerebekan di kios Amanah milik Jamaluddin. Dia ditangkap bersama Agus, 44, sopir truk dengan nopol M 8222 UA yang digunakan mengangkut pupuk tersebut.

Sebenarnya, kedua orang tersebut adalah saksi. Namun, selama penyelidikan Jamalludin mengaku menjual pupuk subsidi tersebut dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga, Polres menetapkan Jamalludin sebagai tersangka penyelewengan dan penyalahgunaan distribusi pupuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sudah menetapkan satu tersangka dengan inisial J. Yang bersangkutan adalah pemilik kios pupuk di Klakah,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Eka menjelaskan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Ancaman hukumannya hanya dua tahun penjara. Kecilnya hukuman membuat polres mengurungkan penahanan tersangka. Namun, dia menegaskan kasus penimbunan pupuk terus berjalan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir tiga bulan kasus dugaan penimbunan pupuk pertanian di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, seakan menguap begitu saja. Padahal sebanyak tujuh ton pupuk di dalam kios milik Jamalludin, 43, warga setempat, sengaja ditimbun. Kini, pemilik kios resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pelaku tidak ditahan layaknya seorang tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, mulanya penangkapan tersangka terjadi pada Sabtu (13/11) lalu. Polres melakukan penggerebekan di kios Amanah milik Jamaluddin. Dia ditangkap bersama Agus, 44, sopir truk dengan nopol M 8222 UA yang digunakan mengangkut pupuk tersebut.

Sebenarnya, kedua orang tersebut adalah saksi. Namun, selama penyelidikan Jamalludin mengaku menjual pupuk subsidi tersebut dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga, Polres menetapkan Jamalludin sebagai tersangka penyelewengan dan penyalahgunaan distribusi pupuk.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka dengan inisial J. Yang bersangkutan adalah pemilik kios pupuk di Klakah,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Eka menjelaskan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Ancaman hukumannya hanya dua tahun penjara. Kecilnya hukuman membuat polres mengurungkan penahanan tersangka. Namun, dia menegaskan kasus penimbunan pupuk terus berjalan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir tiga bulan kasus dugaan penimbunan pupuk pertanian di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, seakan menguap begitu saja. Padahal sebanyak tujuh ton pupuk di dalam kios milik Jamalludin, 43, warga setempat, sengaja ditimbun. Kini, pemilik kios resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pelaku tidak ditahan layaknya seorang tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, mulanya penangkapan tersangka terjadi pada Sabtu (13/11) lalu. Polres melakukan penggerebekan di kios Amanah milik Jamaluddin. Dia ditangkap bersama Agus, 44, sopir truk dengan nopol M 8222 UA yang digunakan mengangkut pupuk tersebut.

Sebenarnya, kedua orang tersebut adalah saksi. Namun, selama penyelidikan Jamalludin mengaku menjual pupuk subsidi tersebut dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga, Polres menetapkan Jamalludin sebagai tersangka penyelewengan dan penyalahgunaan distribusi pupuk.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka dengan inisial J. Yang bersangkutan adalah pemilik kios pupuk di Klakah,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Eka menjelaskan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Ancaman hukumannya hanya dua tahun penjara. Kecilnya hukuman membuat polres mengurungkan penahanan tersangka. Namun, dia menegaskan kasus penimbunan pupuk terus berjalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/