alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Permintaan Tinggi, Ketersediaan Kurang

Pendonor Konvalesen Lumajang Tak Sampai 50 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

Para pendonor plasma di UTD Lumajang mayoritas dari luar daerah. Sedangkan untuk warga Lumajang pendonornya belum sampai 50 persen. Rata-rata pendonor dari Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Sementara itu, untuk pemesan plasma, hampir setiap rumah sakit melakukan pemesanan karena terbukti ampuh dalam masa penyembuhan bagi para pasien.

Dia juga menyatakan, memang banyak antusiasme warga yang ingin mendonorkan darah. Namun, tidak semuanya bisa lolos dari screening. Tercatat dari para pendonor paling banyak gagal ditahap screening karena calon pendonor memiliki penyakit bawaan. “Untuk yang sekarang yang paling banyak mendonor dari daerah Probolinggo,” ucapnya.

Ketersediaan alat plasma konvalesen di Jawa Timur membuat para pendonor harus berkunjung Lumajang. Para pendonor rata-rata dari tenaga kesehatan. Sedangkan bagi warga sipil tidak begitu banyak. Sebab, memang diakui sosialisasi terkait konvalesen masih kurang. Masih sebatas sosialisasi di sosial media dan radio. Anis, sapaannya, juga mengakui tingginya pemesanan terhadap plasma, namun pendonornya sedikit.

- Advertisement -

Para pendonor plasma di UTD Lumajang mayoritas dari luar daerah. Sedangkan untuk warga Lumajang pendonornya belum sampai 50 persen. Rata-rata pendonor dari Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Sementara itu, untuk pemesan plasma, hampir setiap rumah sakit melakukan pemesanan karena terbukti ampuh dalam masa penyembuhan bagi para pasien.

Dia juga menyatakan, memang banyak antusiasme warga yang ingin mendonorkan darah. Namun, tidak semuanya bisa lolos dari screening. Tercatat dari para pendonor paling banyak gagal ditahap screening karena calon pendonor memiliki penyakit bawaan. “Untuk yang sekarang yang paling banyak mendonor dari daerah Probolinggo,” ucapnya.

Ketersediaan alat plasma konvalesen di Jawa Timur membuat para pendonor harus berkunjung Lumajang. Para pendonor rata-rata dari tenaga kesehatan. Sedangkan bagi warga sipil tidak begitu banyak. Sebab, memang diakui sosialisasi terkait konvalesen masih kurang. Masih sebatas sosialisasi di sosial media dan radio. Anis, sapaannya, juga mengakui tingginya pemesanan terhadap plasma, namun pendonornya sedikit.

Para pendonor plasma di UTD Lumajang mayoritas dari luar daerah. Sedangkan untuk warga Lumajang pendonornya belum sampai 50 persen. Rata-rata pendonor dari Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Sementara itu, untuk pemesan plasma, hampir setiap rumah sakit melakukan pemesanan karena terbukti ampuh dalam masa penyembuhan bagi para pasien.

Dia juga menyatakan, memang banyak antusiasme warga yang ingin mendonorkan darah. Namun, tidak semuanya bisa lolos dari screening. Tercatat dari para pendonor paling banyak gagal ditahap screening karena calon pendonor memiliki penyakit bawaan. “Untuk yang sekarang yang paling banyak mendonor dari daerah Probolinggo,” ucapnya.

Ketersediaan alat plasma konvalesen di Jawa Timur membuat para pendonor harus berkunjung Lumajang. Para pendonor rata-rata dari tenaga kesehatan. Sedangkan bagi warga sipil tidak begitu banyak. Sebab, memang diakui sosialisasi terkait konvalesen masih kurang. Masih sebatas sosialisasi di sosial media dan radio. Anis, sapaannya, juga mengakui tingginya pemesanan terhadap plasma, namun pendonornya sedikit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/